Konten dari Pengguna

Benih Tanaman: Ciri-ciri Beserta Cara Pengumpulan dan Penyimpanannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Benih adalah.  Foto : Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Benih adalah. Foto : Pixabay.com

Benih adalah bagian tanaman yang berguna untuk proses berkembang biak. Benih dapat berupa biji atau bagian tanaman lainnya. Jika senang bercocok tanam, kamu perlu memahami ciri-ciri benih tanaman yang baik.

Mengutip buku Modul Pelatihan Teknologi Perbenihan yang ditulis oleh Iskandar Z. Siregar, kita sering kali keliru mengartikan benih, biji, dan bibit.

Biji adalah hasil pembuahan pada tanaman berbunga. Sedangkan, tumbuhan muda yang dihasilkan dari benih disebut bibit.

Ciri-ciri benih yang baik ialah benih yang sudah masak secara fisiologis, berisi, masih baru, dan berasal dari pohon yang unggul. Karakteristik lainnya, yakni tahan hama dan penyakit, memiliki daya kecambah tinggi, serta memiliki persentase hidup yang tinggi.

Kualitas benih ini dapat diketahui dengan cara melakukan uji belah. Ketahanan suatu benih terhadap serangan hama atau penyakit dapat diamati melalui potongan benihnya. Gangguan serangga pada benih kadang terlihat pada saat buah belum masak.

Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam uji belah adalah kisaran normal penampakan atau warna dari jenis benih masing-masing. Lamanya pengujian maksimum dilakukan selama dua hari. Dengan porsi waktu terbesar pada saat pengoksidasian.

Benih segar akan berbeda penampakannya dengan benih yang telah mengalami penyimpanan. Meskipun kedua kelompok benih tersebut masih baik (Viabel).

Ilustrasi Benih adalah. Foto : Pixabay.com

Pengumpulan Benih

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengumpulan benih adalah sebagai berikut:

  1. Benih yang dikumpulkan adalah benih yang telah masak dan sehat.

  2. Pengunduhan dapat dilakukan dengan memanjat pohon, menggunakan galah pengunduh, dan melalui tangga pemanjat. Benih jangan sampai jatuh untuk menghindari infeksi penyakit.

  3. Pengunduhan dari lantai pohon (atas tanah) memiliki keuntungan mudah dan murah. Sedangkan kerugiannya, benih kemungkinan besar telah terkontaminasi dan jelek karena terkena hama dan penyakit.

  4. Benih dikumpulkan dari induk yang baik, yaitu yang tumbuh pada satu tapak dan pohon terbaik tumbuh pada tegakan yang sama.

  5. Hindari pengumpulan dari hutan tanaman yang asal pohon induknya tidak diketahui. Misalnya, dari pohon-pohon yang tumbuh pada tapak berbeda dan pohon induk yang jelek.

  6. Mutu benih terbaik diperoleh pada saat puncak musim berbuah.

  7. Untuk pohon yang dimanfaatkan kayunya, benih dikumpulkan dari pohon yang tinggi dan lurus. Sedangkan jika akan dimanfaatkan untuk makanan ternak, benih harus dari pohon yang lebat.

  8. Pohon terpencar dan jarak antarpohon tempat benih diambil minimal 75-100 meter.

  9. Jangan mengumpulkan benih dalam karung dan naungan terbuka karena suhu yang tinggi dapat merusak benih.

Penyimpanan Benih

Tidak semua benih dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Sebab, benih memiliki daya tahan yang berbeda-beda. Berdasarkan tipenya, benih dibagi menjadi dua, yaitu benih ortodok dan rekalsitran.

Benih rekalsitran memerlukan kondisi khusus untuk menyimpannya. Sedangkan benih ortodok tidak memerlukan kondisi khusus.

Karakteristik benih rekalsitran antara lain kadar air benih tinggi, sensitif terhadap pengeringan, ukuran benih umumnya besar, daya simpannya rendah, kemasakan dan perkecambahan terjadi dalam waktu singkat.

Sementara itu, secara umum benih ortodok memiliki ciri kulit biji keras, ukuran biji biasanya kecil hingga sedang, kadar air biji segar sebelum masak dengan fisiologis 15-30 persen, dan kadar air saat masak fisiologis menurun hingga 6-10 persen.

(FNS)