Benjolan pada Kucing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sama seperti manusia, kucing dapat mengalami berbagai masalah kesehatan, salah satunya benjolan pada kulit mereka. Benjolan pada kucing adalah masalah kesehatan yang umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Jika menemukan benjolan pada kucing Anda, sangat dianjurkan untuk segera membawa kucing ke dokter hewan.
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap kucing untuk menentukan penyebab pasti benjolan tersebut.
Penyebab Benjolan pada Kucing
Dikutip dari laman WebMD, berikut adalah beberapa penyebab benjolan pada kucing yang perlu diwaspadai.
1. Trauma Ringan
Cedera atau trauma ringan dapat menjadi penyebab benjolan pada kucing. Kondisi ini dapat disebabkan oleh aktivitas sehari-hari, seperti bermain atau berkelahi dengan kucing lain.
Terkadang, suntikan yang diberikan oleh dokter hewan juga dapat menyebabkan benjolan sementara.
Trauma ringan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.
Namun, jika benjolan tidak kunjung hilang atau kucing Anda menunjukkan gejala yang bertambah parah, segera konsultasikan dengan dokter.
2. Abses
Abses adalah benjolan berisi nanah yang sering kali terbentuk akibat gigitan atau cakaran dari hewan lain. Gejalanya meliputi kemerahan, bengkak, dan nyeri pada tubuh kucing.
Untuk mengatasi abses, dokter akan meresepkan obat antibiotik dan obat antiinflamasi.
Dokter juga mungkin akan memotong rambut di sekitar benjolan untuk menjaga luka tetap bersih. Jika abses sangat parah, prosedur pembedahan mungkin diperlukan.
3. Tumor
Tumor adalah salah satu penyebab serius benjolan pada kucing. Ada beberapa jenis tumor utama yang dapat menyerang kucing, yaitu:
Tumor lemak atau lipoma, yakni pertumbuhan jinak yang bisa muncul di berbagai bagian tubuh kucing. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, kecuali jika ukurannya besar dan mengganggu kesehatan kucing.
Sel tumor mast, yakni tumor yang muncul di kulit kucing, terutama di bagian kepala atau leher. Tumor ini dapat menyebabkan kulit gatal dan kemerahan. Sekitar 10% dari tumor ini bersifat kanker.
Fibrosarkoma, yakni tumor ganas yang bisa muncul di bagian tubuh kucing mana saja. Beberapa kasus fibrosarkoma terkait dengan suntikan tertentu. Jika kucing Anda memiliki benjolan di tempat suntikan yang baru diberikan, konsultasikan segera dengan dokter.
Tumor kelenjar susu, yakni jenis tumor yang umum terjadi pada kucing betina. Tumor ini biasa muncul di daerah dekat puting kucing. Sebagian besar tumor kelenjar susu bersifat ganas, sehingga perlu segera ditangani dokter.
4. Jerawat
Seperti manusia, beberapa kucing dapat mengalami jerawat di dagu atau wajah mereka. Jerawat pada kucing dapat terasa seperti benjolan kecil di bawah permukaan kulit.
5. Kutu
Kutu adalah parasit yang dapat menempel pada kulit kucing dan menyebabkan benjolan. Penularan kutu dapat dibawa oleh hewan lain atau manusia yang menghabiskan waktu di luar ruangan dan menjangkiti kucing yang berada di dalam rumah.
Jika kutu menempel cukup lama pada kulit kucing, maka akan timbul benjolan yang disertai dengan rasa gatal.
6. Gigitan Serangga
Gigitan serangga seperti nyamuk, lebah, tawon, laba-laba, atau semut juga dapat menyebabkan benjolan pada kucing. Benjolan tersebut mungkin disertai dengan kemerahan dan pembengkakan di lokasi gigitan.
Cara Mengatasi Benjolan pada Kucing
Pada dasarnya, cara mengatasi benjolan pada kucing tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Konsultasikan kepada dokter hewan jika kucing Anda memiliki benjolan pada kulit mereka.
Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti benjolan tersebut, seperti tes darah, pemeriksaan radiologi, hingga biopsi (jika dicurigai adanya tumor).
Mengutip laman Cats Protection, berikut beberapa pengobatan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk mengatasi benjolan pada kucing:
1. Pengobatan Antibiotik
Jika benjolan disebabkan oleh abses atau infeksi, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengobatinya. Pengobatan antibiotik biasanya efektif jika diberikan tepat waktu.
2. Prosedur Bedah
Apabila penyebab benjolan adalah tumor atau kista yang berukuran besar, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur bedah. Tindakan ini dapat membantu mencegah pertumbuhan tumor atau kista lebih lanjut.
3. Kompres Dingin
Benjolan pada kucing yang disebabkan oleh gigitan serangga bisa diatasi menggunakan kompres dingin untuk meredakan rasa sakit. Ini berlaku untuk benjolan yang ringan.
Namun, jika kucing Anda mengalami efek gigitan serangga yang parah, dokter mungkin akan memberikan obat antihistamin atau steroid untuk mengurangi pembengkakan.
4. Pemantauan
Pada beberapa kasus, dokter mungkin hanya akan merekomendasikan pemantauan dalam jangka waktu tertentu jika benjolan tersebut tidak berbahaya dan tidak memengaruhi kesehatan kucing secara keseluruhan. Ini biasanya berlaku untuk benjolan yang kecil.
5. Perawatan Dukungan
Jika benjolan disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih luas, seperti penyakit kelenjar getah bening, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan dukungan. Perawatan tersebut di antaranya terapi antibiotik dan perubahan pola makan kucing.
(SFR)
Baca juga: 4 Fakta Kucing Sukuna yang Wajib Diketahui Pecinta Kucing
