Konten dari Pengguna

Berapa BPM Detak Jantung Normal Manusia berdasarkan Usia?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi detak jantung yang menjadi salah satu faktor untuk memprediksi risiko penyakit jantung. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi detak jantung yang menjadi salah satu faktor untuk memprediksi risiko penyakit jantung. Foto: Pixabay

Detak jantung menjadi salah satu faktor yang bisa memprediksi risiko penyakit jantung. Berhati-hatilah jika detak jantung tetap kencang, meski dalam keadaan normal. Oleh sebab itu, informasi tentang detak jantung normal berapa BPM banyak dicari, demi memantau kondisi kesehatan tubuh.

Jantung adalah organ vital yang bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini membuat peredaran darah yang kaya oksigen dapat mencapai seluruh sel dalam tubuh. Untuk mengecek kesehatan jantung, dokter biasanya akan mengamati seberapa normal tekanan darah dan detak jantung.

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi detak jantung. Hal ini mencakup usia, intensitas kebugaran dan aktivitas, perokok aktif, memiliki penyakit kardiovaskular, kolesterol tinggi atau diabetes, suhu udara, posisi tubuh (berdiri atau berbaring), tingkat emosi, berat badan, dan obat-obatan yang dikonsumsi.

Tak ada salahnya, jika setiap orang mengetahui cara memantau detak jantung secara mandiri sebagai salah satu indikasi kesehatan jantung miliknya. Mengutip dalam beberapa sumber, berikut cara menghitung detak jantung dan ketentuan angka normalnya berdasarkan usia.

Ilustrasi memeriksa detak jantung normal seseorang yang berkisar dari angka 60-100 BPM. Foto: Pixabay

Cara Menghitung Detak Jantung

Menghitung denyut jantung hanya membutuhkan kemampuan berhitung dan stopwatch. Waktu ideal untuk menghitungnya adalah pagi hari atau setelah duduk sekitar 10 menit.

Merujuk pada buku Sistem Kardiovaskuler tulisan Dr. Guntur, S.Ked, M.Kes (2018: 23), caranya adalah sebagai berikut:

  • Raba nadi di pergelangan lengan tangan kiri bawah dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.

  • Jangan gunakan ibu jari, karena ibu jari memiliki denyut ringan yang dapat membingungkan saat menghitung.

  • Tekan lembut jari sampai bisa merasakan denyut nadi di bawah jari tersebut. Ada kalanya perlu mencari lokasi yang pas, sampai benar-benar merasakan denyutnya.

  • Hitung denyut nadi dalam waktu 10 detik, kemudian kalikan dengan 6 untuk mendapat angka denyut nadi per menit.

  • Menghitung denyut nadi dapat dilakukan sebanyak tiga kali, kemudian ambil rata-rata dari ketiganya, agar hasilnya lebih meyakinkan.

Ilustrasi mendeteksi detak jantung dengan bantuan alat. Foto: Pixabay

Detak Jantung Normal berdasarkan Usia

Rata-rata detak jantung normal manusia adalah sekitar 60-100 detak per menit (BPM). Orang yang terbiasa berolahraga, seperti para atlet, biasanya memiliki denyut jantung normal yang lebih rendah, yaitu sekitar 40 detak per menit (BPM).

Namun, banyak ahli yang beranggapan bahwa standar denyut nadi normal tersebut perlu diubah, menjadi 50–70 detak per menit (BPM). Hal ini didasari oleh penelitian terbaru yang menyatakan bahwa denyut nadi >80 detak per menit (BPM) saat istirahat dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung, meski nilai tersebut dianggap normal oleh standar yang digunakan sekarang.

Nurida Finahari dalam bukunya Interaksi Dinamis Sistem Kardiorespirasi (2015: 34) menjabarkan, setiap orang akan memiliki perbedaan detak jantung normal, yang bergantung pada usia dan jenis pekerjaan fisik yang dilakukan. Berikut ini perkiraan detak jantung berdasarkan rentang usia dalam skala detak per menit (BPM):

  • Baru lahir: 100 - 160 bpm

  • 0-5 bulan: 90 - 150 bpm

  • 6-12 bulan: 80 - 140 bpm

  • 1-3 tahun: 80 - 130 bpm

  • 3-4 tahun: 80 - 120 bpm

  • 6-10 tahun: 70 - 110 bpm

  • 11-14 tahun: 60 - 105 bpm

  • 15 tahun ke atas: 60 - 100 bpm

(VIO)