Konten dari Pengguna

Bersyukur Termasuk Pengamalan Sila Pancasila, Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peta Negara Indonesia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Peta Negara Indonesia. Foto: Pixabay

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila terdiri dari lima butir nilai luhur dan sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak sembarangan. Nilai tersebut dibuat untuk mewujudkan cita-cita negara yang dibentuk pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Sebagai warga negara yang baik, masyarakat Indonesia harus mengimplementasikannya dalam seluruh elemen kehidupan sehari-hari, tanpa terkecuali.

Mengutip jurnal yang berjudul Urgensi Memahami dan Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari karya Wendi Anugrah (2018:125), sikap bersyukur termasuk ke dalam pengamalan Pancasila sila pertama yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.

Selain bersyukur, warga negara yang baik juga harus mengenal lebih jauh mengenai pengamalan sila pertama lainnya. Dikutip dari Buku Pendidikan Pancasila karangan Irwan Gesmi, S.Sos., M.Si dan Yun Hendri, SH, MH (2018:112), butir-butir pengamalan Pancasila sila pertama tertuang dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003.

Berikut ini adalah butir-butir pengamalan Pancasila sila pertama:

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

  3. Mengembangkan sikap saling menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.

  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Setelah mengetahui butir-butir pengalaman Pancasila sila pertama, seharusnya masyarakat lebih mudah untuk mewujudkannya dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Tanpa mengenal tempat dan waktu, berikut ini adalah contoh sikap pengamalan Pancasila sila pertama.

Toleransi sebagai Pengamalan Pancasila. Foto: Pixabay

Penerapan Sila Pertama di Keluarga

  • Menjalankan kewajiban beribadah, seperti sholat lima waktu ataupun beribadah ke gereja.

  • Mengajarkan anggota keluarga untuk berdoa saat sebelum atau sesudah melalukan kegiatan, seperti saat makan, tidur, atau bepergian.

  • Saling menghormati dan menghargai kepada anggota keluarga yang lebih tua serta menaati nasihat dan perintahnya.

Penerapan Sila Pertama di Lingkungan Masyarakat

  • Saling menghormati dan menghargai antar warga, meskipun memiliki keyakinan yang berbeda.

  • Meningkatkan rasa toleransi dengan memberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah masing-masing sesuai agama yang dianutnya.

  • Menjalin silaturahmi dengan baik dan tolong menolong antar warga, seperti saling berbagi makanan dan mengunjungi tetangga yang sedang kesusahan.

Penerapan Sila Pertama di Sekolah

  • Menganggap semua teman memiliki kedudukan yang sama, meskipun menganut keyakinan yang berbeda.

  • Meningkatkan sikap toleransi antar teman yang memiliki keyakinan berbeda.

  • Saling membantu dan tolong menolong ketika teman sedang kesulitan.

(VIO)