Biaya Bahan Baku, Pahami Definisi dan Komponen di Dalamnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi sebuah perusahaan maupun pelaku usaha, melakukan proses produksi guna menghasilkan keuntungan merupakan tujuan yang ingin dicapai. Salah satu hal yang diperhatikan dalam proses produksi, yakni biaya produksi, termasuk biaya bahan baku.

Merujuk konsep biaya produksi pada Buku Siswa Ekonomi oleh Drs. Prayitno, biaya produksi merupakan biaya yang dihitung dalam menghasilkan sebuah produk.
Sementara menurut M.Fuad, dkk., dalam buku Pengantar Bisnis, sebagian besar biaya produksi diperlukan untuk membeli bahan baku, membayar upah tenaga kerja, dan biaya lainnya yang menyangkut kepentingan kegiatan produksi.
Kegiatan produksi akan berjalan dengan baik apabila bahan baku telah tersedia dan siap untuk diproses lebih lanjut.
Namun, sebelum memastikan bahan baku tersedia, ada baiknya perusahaan menghitung biaya produksi. Berikut ulasan selengkapnya.
Bahan Baku
Melansir buku Akuntansi Biaya oleh Fidya Arie Pratama, bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk saat keseluruhan bahan tampak pada hasil jadinya. Dalam artian, bahan baku merupakan bagian terbesar dari bentuk barang produksi.
Dalam Buku Akuntansi Biaya oleh Baru Harahap, dkk., bahan baku dapat dibedakan menjadi tiga macam. Di antaranya, bahan baku langsung, bahan baku tidak langsung, dan perlengkapan pabrik.
Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku adalah seluruh biaya untuk memperoleh bahan sampai dengan bahan siap untuk digunakan. Adapun biaya bahan baku menurut Fidya mencakup harga bahan, biaya angkut, biaya penyimpanan, dan sebagainya.
Di satu sisi, Mulyadi dalam buku Akuntansi Manajemen, mengungkapkan bahwa biaya bahan baku tergolong ke dalam biaya standar. Definisi biaya bahan baku menurut dia adalah biaya bahan baku yang seharusnya terjadi untuk membuat satuan produk tertentu.
Mulyadi membagi harga bahan baku menjadi dua komponen, antara lain:
Harga bahan baku standar yang meliputi masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah keluaran fisik tertentu (kuantitas standar) dan harga persatuan per fisik (harga standar).
Harga standar dalam proses produksi meliputi harga yang diperkirakan akan berlaku di masa depan, harga yang berlaku pada saat penyusunan standar, serta harga yang diperkirakan menjadi harga normal dalam jangka waktu yang panjang.
Kuantitas bahan baku standar yang dapat ditentukan menggunakan penyelidikan teknis. Termasuk analisis catatan masa lalu dalam bentuk hitungan rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama dalam periode tertentu di masa lalu, hitungan rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk dalam pelaksanaan terbaik dan terburuk di masa lalu, serta hitungan rata-rata dalam pelaksanaan pekerjaan terbaik.
Singkatnya, biaya bahan baku merupakan biaya bahan-bahan yang bisa dengan mudah atau bisa langsung diidentifikasikan sebagai barang jadi.
Adapun unsur harga pokok bahan yang dibeli adalah semua biaya untuk memperoleh bahan baku sekaligus menempatkannya dalam keadaan siap pakai.
(ANM)
