Biosiklus Air Asin Lautan: Pengertian, Karakteristik, dan Klasifikasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
29 Desember 2021 18:10
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Biosiklus Air Asin Lautan: Pengertian, Karakteristik, dan Klasifikasinya (18372)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biosiklus air asin (lautan). Foto: iStock
ADVERTISEMENT
Biosiklus air asin lautan adalah siklus kehidupan di lautan yang berupa cekungan (basin) dengan ukuran relatif sangat luas yang terisi oleh massa air asin. Di dalamnya terdapat berbagai makhluk hidup berupa jenis tumbuhan maupun hewan yang telah beradaptasi dengan kondisi perairan laut dan berbagai karakteristiknya.
ADVERTISEMENT
Tumbuhan laut hanya tersebar dan terdapat di tempat-tempat yang terkena penyinaran matahari. Hal ini karena tumbuhan hanya dapat memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintensis dengan bantuan sinar matahari.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai biosiklus air asin lautan. Simak selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Biosiklus Air Asin Lautan

Biosiklus Air Asin Lautan: Pengertian, Karakteristik, dan Klasifikasinya (18373)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biosiklus air asin (lautan). Foto: iStock
Dikutip dari Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono, biosiklus air asin lautan merupakan bagian dari biosiklus perairan. Istilah bioksiklus merujuk pada kata bio yang artinya hidup dan siklus artinya perputaran. Jadi, biosiklus artinya perputaran hidup.
Dalam ilmu geografi, biosiklus adalah kehidupan yang dipaparkan sebagai suatu perputaran secara terus menerus dalam bentangan bumi.
Secara keseluruhan, pengertian biosiklus air asin lautan adalah perputaran hidup di laut yang berupa cekungan yang berukuran relatif sangat luas, terisi oleh massa air asin yang terdapat di permukaan bumi.
ADVERTISEMENT

Karakteristik Biosiklus Air Asin Lautan

Dikutip dari Mini Smart Book Biologi SMA oleh Agus Sartono, karakteristik biosiklus air asin lautan antara lain sebagai berikut.
  1. Memiliki kadar garam (salinitas) yang tinggi.
  2. Tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca.
  3. Habitat air laut saling berhubungan antara laut yang satu dengan laut yang lain.
  4. Memiliki variasi perbedaan suhu di bagian permukaan dengan di kedalaman laut.
  5. Terdapat arus laut yang pergerakannya dapat dipengaruhi oleh arah angin, perbedaan densitas (massa jenis) air, suhu, tekanan air, gaya gravitasi, dan gaya tektonik batuan bumi.

Klasifikasi Biosiklus Air Asin Lautan

Biosiklus Air Asin Lautan: Pengertian, Karakteristik, dan Klasifikasinya (18374)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lautan. Foto: iStock
Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang menembus air, biosiklus air asin lautan dibagi menjadi beberapa zona (daerah) sebagai berikut.
  1. Zona fotik, yaitu daerah yang dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman air kurang dari 200 meter. Zona ini efektif untuk melakukan proses fotosintesis.
ADVERTISEMENT
  1. Zona twilight, yaitu daerah yang kedalaman air 200-2.000 meter. Cahaya matahari remang-remang, sehingga tidak efektif untuk proses fotosintesis.
  2. Zona afotik, yaitu daerah yang tidak dapat ditembus cahaya matahari (terlalu gelap), dengan kedalaman air lebih dari 2.000 meter.
Sementara klasifikasi biosiklus air asin lautan dimulai dari pantai hingga ke tengah laut adalah sebagai berikut.
  1. Zona litoral (pasang surut), yaitu daerah yang terendam saat terjadi pasang dan seperti daratan saat air laut surut. Zona ini banyak dihuni bintang laut, bulu babi, udang, kepiting, dan cacing laut.
  2. Zona neritik, yaitu daerah laut dangkal kurang dari 200 meter. Zona ini dapat ditembus cahaya matahari dan banyak dihuni ganggang laut dan ikan.
  3. Zona batial, yaitu memiliki kedalaman air 200 sampai 2.000 meter dan keadaannya remang-remang. Zona ini dihuni oleh nekton (organisme yang aktif berenang), misalnya ikan.
  4. Zona abisal, yaitu daerah palung laut yang keadaannya gelap. Kedalaman air lebih dari 2.000 meter. Zona ini dihuni oleh hewan predator, detritivor (pemakan sisa organisme), dan pengurai.
ADVERTISEMENT
(SFR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020