Konten dari Pengguna

Bolehkah Puasa di Bulan Maulid? Ini Hukum Mengerjakannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bolehkah puasa di Bulan Maulid. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bolehkah puasa di Bulan Maulid. Foto: Unsplash.

Memasuki bulan kelahiran Nabi Muhammad, umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba mengerjakan berbagai amalan sunah, salah satunya berpuasa. Sebenarnya, bolehkah puasa di bulan Maulid?

Maulid atau Rabiul Awal merupakan salah satu bulan yang istimewa dalam Islam. Dalam bulan ini terdapat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad atau yang dikenal Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Maulid Nabi diperingati sebagai bentuk rasa cinta umat kepada baginda Rasulullah. Tradisi perayaan Maulid Nabi berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang dengan membaca kitab maulid, kirab budaya, hingga makan bersama.

Selain tradisi, sebagian umat juga ada yang mengisi bulan maulid dengan memperbanyak amalan sunah, salah satunya adalah puasa. Bagaimana hukum puasa di bulan Maulid? Apakah diperbolehkan dalam ajaran Islam?

Hukum Puasa di Bulan Maulid

Ilustrasi bolehkan puasa di Bulan Maulud. Foto: Unsplash.

Puasa di bulan maulid biasanya dikerjakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebelum bicara tentang hukum puasanya, umat Muslim perlu mengetahui dasar hukum merayakan hari kelahiran nabi.

Para ulama berbeda pendapat terkait hukum perayaan Maulid Nabi. Sebagian ulama melarang Maulid Nabi karena tradisi ini bukanlah ajaran Rasulullah karena baru dilakukan setelah beliau wafat. Namun, sebagian besar ulama berpendapat bahwa Maulid Nabi merupakan bidah hasanah atau bidah yang jika dilakukan mendapat pahala.

Menurut fatwa ulama besar Asy Syekh Al Hafidz As Sayuthi yang dikutip dalam buku Kisah Maulid Nabi Muhammad SAW karangan Nur Ahmad Khawi Anwar, orang yang mengadakan dan menghadiri peringatan Maulid Nabi akan mendapat pahala. Jaminan ini sesuai dengan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang senang, bergembira, dan cinta kepadaku, maka dia akan berkumpul bersamaku di surga.

Mengikuti pendapat tersebut, hukum puasa di bulan maulid pun dibolehkan karena tidak ada dalil dan hadits shahih yang melarangnya. Mengutip laman NU Online, berpuasa di bulan maulid, khususnya pada hari Senin, sangat dianjurkan.

Senin merupakan hari yang istimewa bagi Nabi Muhammad. Sebab, pada hari tersebut lah beliau dilahirkan, diutus menjadi nabi, dan menerima wahyu pertama. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

Artinya: "Nabi Saw ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab; Itu adalah hari aku dilahirkan, pada hari itu aku diutus dan pada hari itu aku mendapatkan wahyu."

Puasa sunnah lainnya yang dianjurkan dilakukan di bulan Maulud adalah puasa pada hari Kamis. Sebab, Kamis adalah waktu di mana amalan manusia dihisab Allah SWT. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.

(GLW)