Brand Equity Adalah Kekuatan Suatu Merek, Begini Cara Mengukurnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Brand equity adalah istilah lain dari kekuatan suatu merek. Istilah ini sudah tidak lagi asing di dalam dunia pemasaran. Dalam dunia pemasaran, menghadapi persaingan yang ketat antarmerek sudah menjadi hal yang lumrah.
Untuk menghadapi para sering, peran brand equity sangatlah dibutuhkan. Merek dikatakan kuat, apabila memiliki pembeda yang jelas, bernilai, berkesiambungan, dan menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan.
Menurut Kotler dan Keller, brand equity adalah sejumlah aset yang berhubungan dengan merek, yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari merek tersebut. Brand equity juga dapat menilai kualitas hubungan para pelanggan dalam menggunakan merek terkait.
Melalui brand equity, dapat diketahui keinginan pelanggan untuk melanjutkan menggunakan suatu brand atau tidak. Apakah ia hanya menjadi pengguna baru, atau mengarah menjadi pengguna setia.
Untuk mengetahuinya, brand equity dapat diukur menggunakan indikator-indikator tertentu. Lantas, apa saja indikator-indikatornya? Agar lebih memahaminya, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Indikator Brand Equity
Soehadi dalam buku Perilaku Konsumen Edisi Ketiga oleh Dr. Nurgroho J. Setiadi, S.E., M.M. (2019: 51) menyatakan, brand equity dapat diukur berdasarkan tujuh indikator di antaranya sebagai berikut.
Leadership, yaitu kemampuan memengaruhi pasar, baik dari segi harga maupun atribut non-harga.
Stability, yaitu kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
Market, yaitu kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.
Internationality, yaitu kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara lain.
Trend, yaitu sebuah merek dirasa menjadi semakin penting di berbagai kalangan.
Support, yaitu besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan sebuah merek.
Protection, yaitu merek mempunyai legalitas atau perlindungan secara hukum.
Setelah diukur menggunakan indikator tersebut, brand equity dapat dikelompokkan menjadi enam kategori.
Kategori Brand Equity
Menurut Susanto dan Wijanarko dalam buku Pemasaran Produk dan Merek karya Dr. M Anang Firmansyah, S. E., M.M. (2020: 37), brand equity dapat dikelompokkan ke dalam enam kategori, di antaranya meliputi:
1. Brand Awareness
Brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat suatu merek dan menjadikannya berbeda, bila dibandingkan dengan merek lainnya. Tingkatan brand awareness sendiri dibagi menjadi empat, yaitu:
Unaware of brand (tidak menyadari merek)
Brand recognition (pengenalan merek)
Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)
Top of mind (puncak pikiran)
2. Customer Perception
Customer perception didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Dalam hal ini, pelanggan berharap persepsi yang dibentuk sesuai dengan keinginannya.
3. Brand Association
Brand association adalah ingatan konsumen mengenai sebuah produk. Ingatan pada suatu merek akan lebih kuat, apabila dilandasi dari banyak pengalaman dalam menggunakan produk terkait.
4. Brand Loyalty
Brand loyalty merupakan ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah merek. Brand loyalty memiliki tingkatan sebagai berikut.
Switcher (price buter), yaitu pembeli merasa tidak tertarik sama sekali pada merek yang ditawarkan. Konsumen cenderung berpindah-pindah merek dengan lebih memperhatikan harga produk.
Habitual buyer, yaitu pembeli merasa puas dengan produk yang digunakan, atau minimal tidak mengalami kekecewaan.
Satisfied buyer, yaitu tingkatan yang berisi orang-orang puas. Kelompok ini biasanya disebut konsumen loyal, yang merasakan adanya suatu pengorbanan apabila melakukan pergantian ke merek lain.
Emotional buyer, yaitu konsumen benar-benar menyukai merek tersebut. Para pembeli tingkatan ini disebut sebagai sahabat merek.
Commited buyers, yaitu tingkatan teratas yang diduduki para pelanggan setia. Para pelanggan akan merasa bangga menggunakan merek ini.
5. Brand Image
Brand image adalah hal-hal yang muncul dalam benak konsumen, ketika ia melihat atau mendengar sebuah brand. Image yang positif terhadap sebuah merek, akan memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian.
6. Brand Identity
Brand identity adalah segala elemen dari merek, yang meliputi nilai produk, komitmen, dan karakter sebuah perusahaan, agar dikenal oleh konsumen. Brand identity dapat disimbolkan dengan sebuah logo perusahaan.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa saja tujuh indikator brand equity?

Apa saja tujuh indikator brand equity?
Leadership, stability, market, internationality, trend, support, dan protection.
Apa pengertian brand awereness?

Apa pengertian brand awereness?
Brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat suatu merek dan menjadikannya berbeda, bila dibandingkan dengan merek lainnya.
Apa pengertian brand loyalty?

Apa pengertian brand loyalty?
Brand loyalty merupakan ukuran kesetiaan seorang pelanggan pada sebuah merek.
