Bunga Tunggal: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara umum, bunga adalah uang yang dibayarkan atau penggunaan uang. Bunga biasanya dituliskan sebagai persentase. Persentase bunga yang dihitung hanya berdasarkan modal awal dinamakan bunga tunggal.
Dalam pengertian yang lebih luas, ketika seseorang meminjam uang kepada pihak lain, dia harus mengembalikan uang itu, dan biasanya ditambah dengan biaya tambahan atau yang disebut juga bunga.
Bunga juga merujuk pada definisi uang yang didapatkan apabila menabung uang di bank. Ketika seseorang menabung sejumlah uang kepada pihak bank, dia akan memperoleh uang tambahan atas penggunaan uang tersebut. Uang tambahan inilah yang disebut bunga.
Ada dua jenis bunga, yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk. Namun, artikel ini hanya akan membahas jenis bunga yang pertama, yaitu bunga tunggal.
Pengertian dan Rumus Bunga Tunggal
Dikutip dari Super Modul Matematika SMP MTs Kelas VII, VIII, IX oleh Yosep Dwi Kristanto dan Russasmita Sri Padmi, untuk memahami permasalahan pinjaman dan tabungan pada bunga tunggal, harus mengenal beberapa istilah berikut.
Modal (M), jumlah uang yang ditabung atau dipinjam.
Persentase bunga (b), persentase yang digunakan untuk menghitung besarnya bunga yang harus dibayar. Persentase bunga biasanya dinyatakan per tahun (bunga per tahun) kecuali jika diberikan informasi lainnya.
Waktu (t), lamanya uang dipinjam atau ditabung.
Ketiga hal tersebut, yaitu modal, persentase bunga, dan waktu, memengaruhi besarnya bunga yang harus dibayar.
Bunga tunggal adalah bunga yang dikenakan pada modalnya saja, sedangkan bunganya tidak berbunga lagi. Berikut ini rumus untuk menghitung besarnya bunga tunggal.
Misalkan, M, b, dan t secara berturut-turut adalah modal, persentase bunga per tahun, dan waktu (dalam tahun). Maka, besarnya bunga adalah sebagai berikut.
Bunga = Modal x Persentase Bunga x Waktu atau B = M x b x t
Karena bunga merupakan uang tambahan, maka setelah bunga tersebut dihitung, dapat menentukan jumlah total uang dengan menjumlahkan modal dan bunga.
Jumlah total saldo tabungan atau jumlah total pinjaman merupakan hasil penjumlahan dari modal dan bunga atau dapat dirumuskan sebagai berikut.
Jumlah Total Uang = Modal + Bunga
Contoh Soal Menghitung Bunga Tunggal
Berikut beberapa contoh soal menghitung bunga tunggal.
Contoh Soal 1
Jika uang sejumlah Rp50.000.000,00 ditabung selama 3 tahun pada bunga 4,5%, berapakah bunga tunggal yang didapat?
Diketahui: Modal (M) adalah Rp50.000.000,00, persentase bunga (b) adalah 4,5%, dan waktu (t) adalah 3 tahun.
Ditanyakan: Bunga tunggal.
Jawab:
B = M x b x t = Rp50.000.000,00 x 4,5% x 3 = Rp6.750.000,00
Jadi, besarnya bunga yang diterima setelah 3 tahun adalah Rp6.750.000,00.
Contoh Soal 2
Rudi menyimpan uang di bank sebesar Rp500.000,00 dan mendapat bunga tunggal sebesar 18% setahun. Berapakah besar uang Rudi setelah satu tahun?
Diketahui: Modal (M) adalah Rp500.000,00 dan persentase bunga (b) adalah 18%.
Ditanyakan: Jumlah total uang.
Jawab:
Bunga 1 tahun = 18% x Rp500.000,00 = Rp90.000,00
Jumlah Total Uang = Modal + Bunga = Rp500.000,00 + Rp90.000,00 = Rp590.000,00
Jadi, jumlah uang Rudi setelah disimpan selama satu tahun di bank adalah Rp590.000,00.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu pengertian bunga dalam dunia ekonomi?

Apa itu pengertian bunga dalam dunia ekonomi?
Bunga merujuk pada definisi uang yang didapatkan apabila menabung uang di bank.
Apa jenis bunga dalam dunia ekonomi?

Apa jenis bunga dalam dunia ekonomi?
Ada dua jenis bunga, yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk.
Apa pengertian persentase bunga?

Apa pengertian persentase bunga?
Persentase bunga (b), yaitu persentase yang digunakan untuk menghitung besarnya bunga yang harus dibayar.
