Konten dari Pengguna

Cara agar Cepat Haid dengan Menggunakan Bahan Alami

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perempuan yang mengalami siklus haid tidak teratur. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan yang mengalami siklus haid tidak teratur. Foto: Pixabay

Haid atau menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) akibat tidak dibuahi, yang disertai pendarahan. Menstruasi akan terjadi setiap bulan, kecuali dalam keadaan hamil.

Menstruasi adalah darah normal, bukan mengindikasikan sebuah penyakit ataupun luka. Setiap perempuan akan mengalami haid dengan kondisi yang berbeda-beda.

Misalnya, ada perempuan yang tidak merasakan apa-apa ketika haid, ada pula yang mengalami kesakitan hingga sulit beraktivitas. Ada perempuan yang punya siklus haid teratur, ada pula yang tidak.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sebagian perempuan mengalami siklus haid yang tidak teratur. Menurut Buku Pintar Perawatan Kecantikan oleh Tim Naviri (2011: 262), berbagai faktor penyebab siklus haid yang tidak teratur di antaranya:

  • Kondisi stres;

  • Olahraga yang berlebihan;

  • Kelebihan berat badan;

  • Kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Lalu bagaimana cara agar cepat haid? Simak ramuan-ramuan dari bahan alami berikut ini, yang dapat mengatasi siklus haid yang tidak teratur.

Mengonsumsi jamu kunyit asam memiliki khasiat agar cepat haid. Foto: Pixabay

Ramuan sebagai Cara agar Cepat Haid

Agar tidak memiliki efek samping terhadap tubuh, cara agar cepat haid dapat dilakukan dengan mengonsumsi ramuan-ramuan herbal. Ramuan herbal ini berasal dari rempah-rempah dan dapat dikonsumsi sewaktu-waktu.

Berikut macam-macam ramuan yang dapat diminum sebagai cara agar cepat haid yang dikutip berdasarkan buku Pembuatan Makanan dan Minuman Herbal yang Menyehatkan karya Bambang Winarno dkk (2020: 112).

1. Jahe

Manfaat jahe memang beragam untuk mengatasi permasalahan haid. Selain meringankan nyeri haid, jahe dipercaya dapat memicu kontraksi rahim. Oleh sebab itu, salah satu jenis rempah-rempah ini, memiliki potensi untuk mempercepat datangnya haid.

Meskipun belum ada penelitian yang dapat memastikan metode ini. Setidaknya, ramuan jahe ini tidak akan menimbulkan efek samping ketika dikonsumsi. Jahe dapat diseduh dalam bentuk wedang.

2. Kunyit Asam

Untuk pecinta jamu, kunyit asam adalah salah satu jamu favorit. Campuran manis dan asam yang menyegarkan, membuat kunyit asam lebih banyak disukai. Sesuai dengan namanya, jamu ini memiliki bahan utama berupa rimpang/akar kunyit dan buah asam.

Kandungan dari jamu kunyit asam terdapat zat kurkumin, vitamin C, protein, karbohidrat, dan beberapa mineral. Kandungan inilah, yang membuat sejak dahulu ramuan kunyit asam diminum untuk mempercepat haid.

Kayu manis diyakini dapat mempercepat haid pada perempuan yang memiliki gangguan produksi ovarium. Foto: Pixabay

3. Kayu Manis

Kayu manis merupakan tanaman herbal yang dapat membantu mengatur kadar insulin di dalam tubuh. Kadar insulin yang tinggi, juga memengaruhi kerja hormon dalam tubuh, sehingga siklus haid menjadi tidak teratur.

Sebuah studi dari Columbia University Medical Center mengatakan, bahwa kayu manis berpotensi melancarkan siklus menstruasi perempuan yang mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS) atau gangguan produksi ovarium.

Untuk mengolah kayu manis menjadi obat pelancar haid alami, dapat dengan cara mengonsumsi 500 miligram kayu manis atau setara dengan 2-4 ml yang dicampurkan ke dalam teh sebanyak tiga kali dalam sehari.

4. Madu dan Bunga Sriganding

Madu dan bunga sriganding dapat dijadikan sebagai ramuan yang dapat memperlancar haid yang terlambat. Berikut bahan dan langkah-langkah membuatnya.

  • Bahan: Madu 400 cc (dianjurkan madu multifora) dan bunga sriganding 100 gram.

  • Cara Membuat:

  1. Bersihkan bunga sriganding dengan air mengalir.

  2. Sediakan mangkok untuk tempat madu.

  3. Rendamlah bunga tersebut ke dalam mangkok yang berisi madu hingga rata seluruhnya.

  4. Simpan di tempat yang aman selama 9 hari.

  5. Setelah direndam selama 9 hari, baru dapat dikonsumsi. Untuk aturan mengonsumsinya, kali sehari dengan ukuran 1 sendok makan. Tentunya, ramuan ini diminum ketika menjelang masa haid yang tak kunjung datang.

(VIO)