Cara Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah SWT

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara kita beriman kepada rasul-rasul Allah SWT adalah dengan melakukan apa saja? Untuk mengetahui hal ini, ada baiknya untuk mencari tahu dan memahami apa sebenarnya arti dari kata beriman.
Iman atau beriman pada intinya bisa dimaknai sebagai percaya atau meyakini. Maka dari itu, maksud dari beriman kepada rasul adalah yakin atau percaya akan keberadaan rasul dan perannya sebagai manusia utusan Allah.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Pendidikan Agama Islam untuk SMP Kelas VIII oleh Suyanto dan Bahran, bahwa beriman kepada para rasul dalam arti istilah, berarti percaya dan meyakini bahwa Allah SWT telah mengutus seseorang untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya dan membawa kemaslahatan.
Iman kepada para rasul juga termasuk ke dalam rukun iman yang keempat sebagaimana dalam hadis yang memiliki arti sebagai berikut:
“Dari Ibnu Umar bahwasannya Jibril a.s. berkata kepada Nabi SAW, tentang iman itu ialah percaya akan adanya Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk”. (H.R. Ahmad: 186).
Cara Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah Swt.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, beriman kepada rasul mengandung maksud menyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah telah mengutus para rasul-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat-Nya.
Berdasarkan buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh Muhammad Ahsan dan Sumiyat, para rasul bertugas menyampaikan wahyu dari Allah untuk memberikan petunjuk bagi umat manusia ke jalan yang lurus, sehingga dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Secara rinci, tugas-tugas para rasul antara lain:
Sebagai pembawa ajaran tauhid yang benar, yakni mengesakan Allah dan meluruskan kembali ajaran tauhid yang sesat di kalangan kaumnya.
Sebagai pembawa kabar gembira bahwa hamba-hamba Allah yang taat kelak akan mendapatkan balasan kebaikan di surga.
Sebagai pemberi peringatan bahwa manusia yang ingkar, berbuat kejahatan, maksiat, dan menganiaya akan mendapatkan balasan di neraka.
Membina kehidupan manusia agar menerapkan akhlak yang mulia.
Mengutip kembali isi dari buku yang ditulis oleh Suyanto dan Bahran, cara kita beriman kepada rasul-rasul Allah SWT adalah dengan menerapkan dua hal penting berikut ini.
Tidak membedakan antara rasul yang satu dengan yang lainnya. Artinya, kita wajib mengimani bahwa keseluruhan rasul Allah yang disebutkan dalam Al-Quran benar-benar utusan Allah serta meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir sampai kiamat kelak.
Mengikuti ajaran nabi karena Allah SWT mengutus masing-masing rasul untuk umat atau kaumnya. Allah mengutus Nabi Hud untuk kaum ‘Ad, Nabi Saleh untuk kaum Samud, Nabi Syuaib untuk kaum Madyan, Nabi Musa, dan Nabi Isa untuk kaum Bani Israil. Hanya Nabi Muhammad yang diutus oleh Allah SWT untuk semua bangsa.
(AMP)
