Cara Berlari yang Benar agar Terhindar dari Cedera

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain menjadi gerakan dasar dalam kehidupan sehari-hari, lari merupakan salah satu cabang atletik yang selalu dilombakan dalam setiap event olahraga di skala regional, nasional, hingga internasional, baik itu berupa fun run atau yang lebih profesional seperti triathlon.
Lari dapat didefinisikan sebagai gerak berpindah tempat atau memindahkan tubuh dari satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkahkan kaki secara bergantian dengan relatif cepat.
Pada saat berlari, ada saatnya kedua kaki tidak bersentuhan dengan tanah. Dengan kata lain, pada saat lari akan ada waktu tertentu di mana kedua kaki melayang di udara.
Mengutip buku Atletik oleh Dr. Tatang Muhtar dan Riana Irawati, berdasarkan jaraknya, lari dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu lari jarak pendek (sprint), lari jarak menengah, dan lari jarak jauh. Terdapat pula nomor lari yang lain, yakni lari estafet dan lari gawang.
Lari memang merupakan gerakan yang sering digunakan sehari-hari. Namun, lari tidaklah sesederhana itu. Olahraga ini memiliki tingkat cedera yang cukup tinggi.
Karena itu, seorang pelari harus mengetahui dan memahami teknik lari yang tepat agar dapat dilakukan secara optimal dan meminimalisir kemungkinan terjadinya cedera.
Lantas, bagaimana cara berlari yang benar agar terhindar dari cedera? Berikut informasinya dikutip dari situs resmi Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia.
Cara Berlari yang Benar
Teknik berlari yang benar perlu dibentuk melalui latihan rutin. Tujuannya untuk membentuk otot-otot maupun kekuatan bagian tubuh agar lebih terbiasa.
Beberapa komponen yang harus dilatih agar dapat berlari dengan optimal antara lain otot pinggang, otot perut, hingga kekuatan kaki dan lengan.
Cara berlari yang benar terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap topang dan tahap melayang.
1. Tahap Topang
Tahap topang terdiri dari topang depan dan tahap dorong. Tahapan ini bertujuan untuk mengecilkan hambatan ketika kaki menyentuh tanah serta memaksimalkan dorongan ke depan.
Tahap topang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Saat telapak kaki mendarat, lutut kaki topang harus bengkok minimal pada saat amortisasi, yaitu pada saat mendorong badan ke depan.
Ayunan kaki dipercepat.
Pinggang, sendi lutut, dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak.
Paha kaki diayunkan naik dengan cepat ke posisi horizontal.
2. Tahap Melayang
Tahap melayang bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan serta untuk mempersiapkan penempatan kaki yang efektif saat menyentuh tanah. Tahap melayang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Lutut kaki diayun bergerak ke depan dan ke atas.
Lutut kaki topang dibengkokkan dalam fase pemulihan.
Ayunan lengan aktif tetapi tetap rileks.
Kaki topang bergerak ke arah belakang.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa definisi lari?

Apa definisi lari?
Lari dapat didefinisikan sebagai gerak berpindah tempat atau memindahkan tubuh dari satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkahkan kaki secara bergantian dengan relatif cepat.
Apa saja jenis lari berdasarkan jaraknya?

Apa saja jenis lari berdasarkan jaraknya?
Berdasarkan jaraknya, lari dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu lari jarak pendek (sprint), lari jarak menengah, dan lari jarak jauh.
Apa tujuan melakukan tahap topang dalam cara berlari?

Apa tujuan melakukan tahap topang dalam cara berlari?
Tahapan ini bertujuan untuk mengecilkan hambatan ketika kaki menyentuh tanah serta memaksimalkan dorongan ke depan.
