Konten dari Pengguna

Cara Cek NPSN Sekolah dengan Mudah

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara cek NPSN sekolah. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara cek NPSN sekolah. Foto: Pexels.com

Daftar isi

Peserta didik yang sudah berada di tingkat akhir dan berencana melanjutkan ke perguruan tinggi wajib tahu cara cek NPSN sekolah. NPSN adalah salah satu hal yang ditanyakan ketika mendaftar Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Berdasarkan situs Kemdikbud, NPSN atau Nomor Pokok Sekolah Nasional merupakan kode pengenal suatu satuan pendidikan. Setiap sekolah memiliki kode yang berbeda-beda karena kode NPSN bersifat unik.

Lantas, bagaimana cara cek NPSN sekolah masing-masing? Simaklah artikel ini untuk mengetahui penjelasan lengkapnya.

Cara Cek NPSN Sekolah

Ilustrasi cara cek NPSN sekolah. Foto: DimaBerlin/Shutterstock

Ada dua cara cek NPSN sekolah yang bisa dilakukan peserta didik, yakni melalui DAPO Kemendikbud dan Data Referensi Kemendikbud. Berikut petunjuknya:

1. DAPO Kemendikbud

DAPO Kemendikbud adalah salah satu basis data pendidikan yang dikelola langsung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui situs ini, peserta didik dapat mengecek NPSN sekolah masing-masing.

Dikutip dari situs Dapo Kemendikbud langsung, berikut langkah-langkahnya:

  1. Akses laman https://dapo.kemdikbud.go.id.

  2. Di halaman awal, klik 'Data Pokok' dan pilih 'Data Sekolah'.

  3. Pilih jenjang sekolah di bagian atas.

  4. Kemudian, pilih lokasi sekolah, mulai dari provinsi, kabupaten, hingga kecamatan.

  5. Nantinya akan muncul 'Hasil Pencarian' yang menunjukkan Nama Sekolah, NPSN, Status, dan Alamat.

  6. Cari nama sekolah pada halaman tersebut. Peserta didik bisa mengecek NPSN pada halaman ini.

  7. Selesai.

2. Data Referensi Kemendikbud

Selain lewat DAPO Kemendikbud, peserta didik dapat mengetahui NPSN sekolah melalui situs Data Referensi Kemendikbud. Berdasarkan penelusuran di situs Data Referensi Kemendikbud, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Buka laman https://referensi.data.kemdikbud.go.id melalui peramban masing-masing.

  2. Klik 'Cari Sekolah/NPSN' yang ada di pojok kanan atas.

  3. Tuliskan nama sekolah pada kolom yang tertera lalu tekan 'Enter' pada papan ketik.

  4. Cek NPSN, Nama Satuan Pendidikan, Alamat, Kelurahan, dan Status Sekolah pada halaman tersebut.

  5. Selesai.

Baca Juga: Cara Cek Penerima PIP 2024 dengan Praktis sebagai Panduan

Sekilas tentang NPSN

Ilustrasi cara cek NPSN sekolah. Foto: Shutterstock

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) merupakan kode pengenal suatu satuan pendidikan. Kode tersebut bersifat unik, sehingga tiap sekolah memiliki kode yang berbeda-beda.

Berdasarkan situs Kemdikbud, NPSN terdiri dari delapan digit kombinasi huruf dan angka yang berguna sebagai kode referensi untuk memudahkan keperluan pendataan Kemendikbud.

Adapun beberapa manfaat NPSN tak hanya berguna untuk proses pembuatan akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Di bawah ini sederet manfaat NPSN:

1. Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan

NPSN dapat digunakan untuk mengetahui informasi sekolah, seperti fasilitas pendidikan, tenaga pendidik, jumlah siswa, jumlah sekolah, dan lainnya. Melalui NPSN, Dinas Pendidikan dan Kemdikbud setempat dapat memetakan kebijakan yang tepat untuk tiap sekolah.

2. Memudahkan Proses Penerimaan Siswa Baru

Selain berguna untuk proses SNPMB, NPSN juga berguna untuk pendaftaran jenjang pendidikan yang lebih rendah, yakni untuk proses penerimaan siswa baru (PPDB) SMA sederajat, SMP sederajat, dan lainnya.

Dengan adanya NPSN, administrasi sekolah dapat tertata dengan baik, sehingga proses penerimaan siswa baru dapat berjalan dengan lancar. Kemudian, pihak sekolah dapat mengorganisir PPDB dan pemerintah dapat mengontrol jumlah siswa yang diterima setiap tahunnya.

3. Memudahkan Administrasi Sekolah

Sesuai dengan penjelasan di poin kedua, NPSN dapat memudahkan administrasi sekolah. Administrasi yang dimaksud mencakup proses pengisian formulir, laporan kegiatan, dan pengarsipan data.

4. Membantu Proses Pemantauan

NPSN berguna untuk memantau jalannya proses pembelajaran tiap sekolah. Jadi, pemerintah dapat memastikan apakah perkembangan pendidikan telah berjalan dengan efisien atau belum.

5. Meningkatkan Kualitas Pendidikan

NPSN digunakan pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap lembaga pendidikan. Evaluasi tersebut untuk memastikan apakah sekolah memenuhi standar pendidikan yang ditetapkan, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan tepat.

Cara Cek NISN

Ilustrasi cara cek NISN. Foto: Unsplash

Pendaftaran akun SNPMB tak hanya membutuhkan NPSN, melainkan juga NISN dan tanggal lahir siswa. Untuk mengetahui NISN, bisa melalui situs Kemdikbud.

Mengutip situs Kemdikbud, NISN atau Nomor Induk Siswa Nasional adalah kode pengenal identitas yang membedakan setiap siswa di seluruh sekolah di Indonesia. Seperti NPSN, kode NISN bersifat unik, artinya setiap siswa memiliki NISN yang berbeda-beda.

Data yang dibutuhkan untuk mengecek NISN adalah nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta nama ibu kandung. Di bawah ini petunjuk cara cek NISN:

  1. Buka situs NISN Kemdikbud atau klik tautan https://nisn.data.kemdikbud.go.id/.

  2. Klik menu 'Pencarian Nama' di pojok kanan atas halaman utama.

  3. Masukkan data diri berupa nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, dan nama ibu kandung. Setelah itu, klik 'Cari Data'.

  4. Sistem akan menampilkan NISN beserta data diri siswa, seperti nama lengkap, jenis kelamin, dan status aktif di satuan pendidikan.

  5. Selesai.

Cara Daftar Akun SNPMB

Ilustrasi cara daftar akun SNPMB. Foto: Unsplash

Setelah mengetahui NSPN, peserta didik yang hendak meneruskan ke perguruan tinggi, bisa melakukan pendaftaran akun SNPMB. Adapun SNPMB berguna untuk mengevaluasi calon mahasiswa berdasarkan beberapa kriteria, seperti kemampuan akademik, keterampilan khusus, dan portfolio.

Pendaftaran SNPMB hanya dapat dilakukan apabila telah dibuka, umumnya dibuka pada bulan Januari hingga Februari. Sementara itu, mengutip situs resmi SNPMB Kemdikbud, data-data yang dibutuhkan saat melakukan pendaftaran SNPMB, yakni NISN, NPSN, dan tanggal lahir.

Sebelum peserta didik melakukan pendaftaran, terlebih dahulu sekolah harus mendaftarkan diri ke akun SNPMB. Berikut ini petunjuk membuat akun SNPMB untuk sekolah dan peserta didik.

1. Untuk Sekolah

Pihak sekolah wajib mendaftarkan sekolahnya ke portal SNPMB sehingga peserta didik dapat melakukan pendaftar akun. Di bawah ini petunjuk pendaftaran SNPMB untuk sekolah yang bisa diikuti:

  1. Kunjungi portal SNPMB melalui laman https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id.

  2. Kemudian klik 'Daftar', kemudian pilih menu 'Daftar bagi sekolah'.

  3. Masukkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan kode registrasi Pusdatin Kemdikbud.

  4. Isi nama sekolah dan alamat surel sekolah, lalu klik 'Submit'.

  5. Aktivasi akun dengan mengklik tautan verifikasi yang dikirim via surel.

  6. Selanjutnya, masuk ke akun SNPMB.

  7. Pilih menu Verval (Verifikasi dan Validasi Data Siswa) dan klik 'Perbarui Data'.

  8. Periksa data yang muncul pada layar, jika sudah valid klik 'Selanjutnya'. Jika data belum valid, lakukan koreksi data melalui DAPODIK/EMIS.

  9. Selesai.

2. Untuk Peserta Didik

Setelah sekolah mendaftarkan instansinya ke portal SNPMB, peserta didik dapat mendaftarkan diri ke portal tersebut sebagai syarat pendaftaran ke perguruan tinggi. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi portal SNPMB melalui laman https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id.

  2. Klik 'Daftar', kemudian pilih menu 'Daftar bagi siswa'.

  3. Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan tanggal lahir. Setelah itu, klik 'Selanjutnya'.

  4. Khusus siswa luar negeri yang berasal dari sekolah Non Sekolah Rakyat Indonesia (SRI) dapat menggunakan NPSN 69999999.

  5. Kemudian lengkapi biodata diri dengan mengisi nama lengkap, nama sekolah, alamat surel aktif.

  6. Pastikan data diisi dengan lengkap dan benar sebelum mengklik 'Submit'.

  7. Setelah itu, aktivasi akun dengan mengklik tautan verifikasi yang dikirim dari alamat surel.

(NSF)