Konten dari Pengguna

Cara Langganan Starlink dan Daftar Harganya di Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara langganan Starlink, ilustrasi: Unsplash/Bench Accounting
zoom-in-whitePerbesar
Cara langganan Starlink, ilustrasi: Unsplash/Bench Accounting

Starlink adalah layanan internet berbasis satelit yang dimiliki oleh Elon Musk dan telah tersedia di Indonesia. Untuk bisa menggunakan layanan ini untuk mengakses internet, maka cara langganan Starlink beserta daftar harganya perlu diketahui terlebih dahulu.

Layanan Starlink pertama kali diperkenalkan pada tahun 2018. Lalu, pada tahun 2024 ini tepatnya sejak 20 Mei 2024, layanan Starlink telah tersedia dan beroperasi secara resmi di Indonesia.

Kehadiran layanan ini menawarkan kecepatan internet yang bervariasi, sehingga bisa mendukung berbagai kebutuhan aktivitas di internet. Masyarakat Indonesia juga telah bisa mencoba layanan ini dengan berlangganan berbagai paket yang telah disediakan.

Daftar isi

Cara langganan Starlink, ilustrasi: Unsplash/Evgeny Opanasenko

Sebelum membahas mengenai cara langganan Starlink, maka ada baiknya tahu tentang layanan ini terlebih dahulu.

Dikutip dari situs resminya di starlink.com, Starlink merupakan konstelasi satelit pertama dan terbesar di dunia yang menggunakan orbit rendah bumi untuk menghadirkan internet.

Kehadiran layanan internet dengan basis satelit ini mampu mendukung berbagai aktivitas di dunia maya, seperti streaming video, game online, melakukan panggilan video, dan lain sebagainya.

Starlink memanfaatkan satelit canggih untuk menghadirkan internet berkecepatan tinggi. Selama beroperasi Starlink dikembangkan oleh SpaceX, yakni perusahaan manufaktur aerospace yang didirikan oleh Elon Musk.

Dengan adanya Starlink diharapkan bisa membantu konektivitas internet yang cepat dan menghubungkan berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Starlink juga dirancang sebagai teknologi yang tahan di berbagai lingkungan ekstrem. Sehingga para pelanggannya bisa tetap terhubung dengan koneksi internet baik saat berada di laut, cuaca dingin dan panas, hujan es, hujan lebat, hingga angin topan.

Cara langganan Starlink, ilustrasi: Unsplash/Austin Distel

Setelah resmi beroperasi di Indonesia, maka masyarakat bisa mulai menggunakan layanan ini untuk mengakses internet dengan lebih cepat. Tidak berbeda jauh dengan layanan penyedia internet lainnya, berlangganan Starlink juga mudah.

Untuk bisa berlangganan, maka calon pelanggan wajib melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Agar tidak bingung, berikut adalah cara langganan Starlink dan di Indonesia sebagai panduan.

  1. Kunjungi situs Starlink Indonesia di alamat www.starlink.com/id melalui peramban.

  2. Gulir halaman situs ke bagian bawah hingga menemukan kolom “Alamat Layanan” dan isi kolom tersebut sesuai kota domisili. Lalu, klik “Pesan Sekarang”.

  3. Halaman situs akan menampilkan ketersediaan Starlink di wilayah yang telah dipilih tersebut beserta formulir pendaftaran.

  4. Isi formulir dengan lengkap dan benar, mulai dari informasi kontak seperti nama, nomor telepon, email, hingga alamat pengiriman.

  5. Apabila sudah mengisi data diri dengan benar dan lengkap, klik “Perbarui Alamat Pengiriman”.

  6. Kemudian halaman situs akan menampilkan biaya layanan per bulan dan harga perangkat sesuai yang telah dipilih oleh calon pelanggan. Halaman situs juga akan memuat biaya pengiriman dan penanganan sebesar Rp345.000.

  7. Selanjutnya klik “Melakukan Pesanan” dan pendaftaran untuk Starlink telah selesai.

Jika sudah menyelesaikan proses pendaftaran sekaligus pemesanan tersebut, pelanggan bisa melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit atau debit Mastercard dan Visa. Selanjutnya pelanggan bisa menunggu waktu pengiriman dengan estimasi 3 hingga 4 minggu.

Perangkat yang akan dikirimkan merupakan router Wi-FI, kabel Starlink, kabel daya, dan base station untuk menyambungkan perangkat.

Semua perangkat tersebut bisa dipasang secara mandiri tanpa perlu bantuan teknisi dengan mengikuti pedoman dan instruksi yang telah tersedia.

Jika proses pemasangan sudah selesai, maka internet sudah bisa digunakan. Nantinya pelanggan akan menerima tagihan pertama setelah pengaktifan perangkat atau sekitar 30 hari setelah pengiriman.

Untuk pelanggan yang ada di Indonesia, Starlink menyediakan diskon 40% untuk kit Starlink tersebut. Promo ini berlaku hingga 10 Juni 2024 mendatang. Pelanggan juga bisa melakukan uji coba selama 30 hari tanpa kontrak.

Cara langganan Starlink, ilustrasi: Unsplash/Misha Feshchak

Sama seperti layanan internet lainnya, Starlink Indonesia juga menyediakan sejumlah paket langganan yang bisa dipilih oleh para pelanggan. Paket tersebut memiliki jenis dan tarif yang bervariasi.

Paket layanan yang tersedia terbagi menjadi beberapa kategori, seperti personal dan bisnis. Berdasarkan informasi dari situs resminya di starlink.com/id, berikut daftar tarif setiap paket layanan yang tersedia untuk para pelanggan:

1. Personal

  • Residensial: Rp750.000 per bulan.

Paket pertama ada Residensial yang cocok digunakan untuk keluarga. Fitur utama dari paket ini adalah internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah tanpa batas. Paket ini menyediakan kuota tanpa batas setiap bulannya.

  • Jelajah: Rp990.000 per bulan.

Paket Jelajah cocok digunakan untuk RV, nomad, dan karavan yang bisa berpindah tempat. Fitur utama dari paket ini menyediakan kuota mobile tanpa batas di pedalaman. Kecepatan internetnya sekitar <10 mph (16 kpj) saat bepergian atau dalam kondisi bergerak.

  • Kapal: Prioritas Mobile 50 GB: Rp4.345.000 per bulan | Prioritas Mobile 1 TB: Rp17.160.000 per bulan | Prioritas Mobile 5 TB: Rp86.130.000 per bulan.

Paket lainnya yang tersedia dalam kategori personal adalah Paket Kapal. Paket ini cocok untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis mobile.

Fitur utama yang tersedia adalah prioritas jaringan, dukungan prioritas, dan bisa menggunakan semua fitur mobile layanan global selama bepergian dan berlayar. Tersedia kuota global mobile tanpa batas serta tambahan prioritas mobile per GB.

2. Bisnis

  • Lokasi Tetap: Prioritas 40 GB: Rp1.100.000 per bulan | Prioritas 1 TB: Rp3.025.000 per bulan | Prioritas 2 TB: Rp6.116.000 per bulan | Prioritas 6 TB: Rp12.320.000 per bulan.

Dalam kategori bisnis tersedia Paket Lokasi Tetap yang cocok untuk bisnis dan pengguna dengan permintaan tinggi. Paket ini dilengkapi fitur utama berupa kuota standar tanpa batas, IP publik, prioritas jaringan, dan dukungan prioritas.

  • Mobilitas Darat: Prioritas Mobile 50 GB: Rp4.345.000 per bulan | Prioritas Mobile 1 TB: Rp17.160.000 per bulan | Prioritas Mobile 5 TB: Rp86.130.000 per bulan.

Selanjutnya ada Paket Mobilitas Darat yang cocok untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis online. Berbagai fitur utama yang tersedia di paket ini seperti penggunaan semua fitur mobile dan layanan global, prioritas jaringan, dan dukungan prioritas.

  • Maritim: Prioritas Mobile 50 GB: Rp4.345.000 per bulan | Prioritas Mobile 1 TB: Rp17.160.000 per bulan | Prioritas Mobile 5 TB: Rp86.130.000 per bulan.

Paket lainnya yang ada di kategori bisnis adalah Maritim. Paket ini mirip dengan Paket Mobilitas Darat dengan tarif serta fitur utama yang serupa. Sehingga cocok digunakan untuk maritim, tanggap darurat, dan bisnis online.

Untuk bisa menggunakan berbagai paket langganan Starlink tersebut, para pelanggan tidak hanya perlu mendaftarkan diri, tetapi juga menyediakan perangkat keras sesuai kebutuhan. Setiap paket tersebut membutuhkan perangkat keras masing-masing untuk bisa digunakan.

Perangkat keras yang perlu disediakan juga memiliki tarif yang berbeda. Adapun daftar harga dari setiap perangkat pada paket tersebut adalah sebagai berikut:

  • Paket Residensial: Perangkat keras standar teraktuasi dengan harga Rp4.680.000.

  • Paket Jelajah: Perangkat keras standar teraktuasi dengan harga Rp4.680.000.

  • Paket Kapal: Perangkat keras performa tinggi flat dengan harga Rp43.721.590.

  • Paket Lokasi Tetap: Perangkat keras standar teraktuasi dengan harga Rp7.800.000.

  • Paket Mobilitas Darat: Perangkat keras performa tinggi flat dengan harga Rp43.721.590.

  • Paket Maritim: Perangkat keras performa tinggi flat dengan harga Rp43.721.590.

Cara langganan Starlink, ilustrasi: Unsplash/Frederik Lipfert

Sebagai layanan internet yang berbasis satelit, Starlink menawarkan sejumlah kelebihan untuk para pelanggan di Indonesia. Kelebihan ini mampu memberikan pengalaman internet yang baik kepada para pelanggan. Berikut beberapa kelebihan dari layanan Starlink:

1. Perpindahan Data yang Lebih Cepat

Menggunakan satelit menjadikan Starlink mampu mengurangi latensi secara signifikan. Hasilnya membuat perpindahan data menjadi lebih cepat dan pelanggan bisa menggunakan internet dengan lebih responsif.

2. Transmisi Data yang Cepat

Tidak hanya perpindahan data yang cepat, transmisi data yang diberikan oleh Starlink juga tergolong cepat. Diketahui kecepatan transmisi data Starlink bisa mencapai 150 Mbps.

3. Bisa Menjangkau Wilayah Terpencil

Kelebihan lainnya dari Starlink yang bermanfaat di Indonesia adalah mampu menjangkau wilayah yang terpencil. Hal ini menjadi poin plus karena wilayah Indonesia sangatlah luas dan Starlink mampu menyediakan layanan internet tanpa tergantung dengan kabel.

4. Pemasangan Terminal yang Mudah

Pemasangan terminal yang mudah menjadi kelebihan lainnya dari Starlink. Sebab, terminal Starlink terdiri dari antena dan router Wi-Fi yang bisa dipasang sendiri dengan waktu pemasangan yang relatif cepat.

Baca juga: Cara Bayar IndiHome Lewat M Banking BCA Tanpa Ribet

Itulah informasi mengenai cara langganan Starlink lengkap dengan daftar harganya untuk calon pelanggan yang ada di Indonesia. Kehadiran Starlink ini tentu menambah pilihan berlangganan untuk bisa mengakses internet dengan lebih mudah dan cepat. (PRI)