Cara Memainkan Permainan Rangku Alu, Permainan Anak Tradisional Khas NTT

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak-anak senang sekali dalam hal bermain. Dahulu sebelum teknologi semakin canggih, anak-anak gemar memainkan permainan tradisional. Beberapa contoh permainan tradisional di antaranya, yaitu congklak, bola bekel, setinan dan masih banyak lagi.
Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya, sekaligus memilki keanekaragaman permainan tradisional. Bahkan, permainan tradisional ini memiliki makna tersendiri, sehingga terkadang pelaksanannya dimainkan pada situasi-situasi tertentu.
Salah satu permainan tradisional adalah Rangku Alu. Permainan asal Nusa Tenggara Timur ini dimainkan oleh warga Manggarai. Ada pun tujuan pelaksanaan permainan ini, yaitu untuk menyambut hasil panen pertanian dan perkebunan.
Permainan Rangku Alu dimainkan secara suka cita dan penuh syukur berkat hasil panen warga Manggarai. Bahkan permainan ini juga dimainkan oleh segala umur.
Permainan Rangku Alu memang hanya membutuhkan batang bambu, akan tetapi dalam permainannya memerlukan teknik ketangkasan dan kelincahan agar lompatan yang dihasilkan berhasil.
Cara Memainkan Permainan Rangku Alu
Berikut langkah-langkah permainan Rangku Alu yang dikutip berdasarkan buku Creepy Case Club 3: Permainan Anak Tradisional karya Rizal Iwan (2019: 15).
Permainan Rangku Alu dimainkan oleh dua kelompok. Satu kelompok sebagai penjaga, sedangkan kelompok lainnya sebagai pemain.
Kelompok yang bertugas sebagai penjaga, jumlahnya adalah empat orang. Masing-masing memegang batang bambu di ujungnya. Kelompok yang berjaga membentuk pola persegi dan menggerakkan bambu.
Masing-masing kelompok yang berjaga mengambil posisi jongkok atau duduk dengan memegang dua bilah bambu. Dua pasang batang bambu dibuat saling menyilang membentuk huruf X, dan mereka yang berjaga juga harus membuka tutup bambu di tangan mereka sesuai dengan irama.
Selanjutnya, giliran satu orang yang dapat bermain, ia akan masuk ke dalam bambu yang berbentuk bidang persegi dengan menari dan melompat-lompat. Satu orang ini akan berusaha untuk menghindari jepitan bambu yang dibuka tutup oleh kelompok penjaga.
Saat bermain, biasanya bambu yang digerakkan menghasilkan nada atau irama yang berpola. Semakin lama, irama bambu dan nyanyiannya akan semakin cepat. Pemain harus pintar-pintar dalam melompat agar tidak terpeleset ataupun terjepit bambu.
Apabila kaki si pemain terkena jepitan bambu, maka ia harus berganti giliran dengan pemain selanjutnya.
Permainan ini tampaknya mudah, akan tetapi jika sudah dimainkan memang tidak semudah yang terlihat. Justru permainan ini dinilai menantang, sebab apabila kaki pemainnya sudah terjepit ia selalu merasa untuk mencobanya lagi.
Tari Rangku Alu
Mengutip situs resmi Republik Indonesia indonesia.go.id dalam Portal Ragam Seni Kebudayaan, ketukan bambu yang dihasilkan permainan Rangku Alu membentuk pola ritme yang berhubungan dengan lompatan pemainnya.
Hal itu membuat pemainnya seolah-olah sedang melakukan gerakan tari, hingga akhirnya lahirlah Tari Rangku Alu khas Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Dalam tarian tradisional ini, permainan tersebut dikreasikan dengan berbagai gerakan dan pengiring yang menghasilkan sebuah kreasi seni yang begitu khas dan indah.
Saat pertunjukan Tari Rangku Alu berlangsung, penari akan menggunakan baju adat khas Manggarai, yaitu baju bero, ikat kepala, dan kain songket khas Manggarai.
Tarian Rangku Alu biasa dimainkan oleh enam hingga delapan orang pemegang bambu dengan beberapa orang yang menari secara bergantian. Alunan musik tradisional seperti gendang dan gong menambah kemeriahan pertunjukan seni tarian ini.
Dominasi gerakan tarian ini berasal dari gerakan penari saat menghindari jepitan bambu serta gerakan kaki yang sesuai. Gerakan penari dan penggerak bambu kemudian dipadukan dengan irama musik dan lagu khas daerah Nusa Tenggara Timur.
Tari Rangku Alu telah menjadi salah satu warisan budaya yang wajib dilestarikan. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai pertunjukan penting, seperti acara perayaan, budaya, dan penyambutan tamu penting.
(VIO)
