Konten dari Pengguna

Cara Memandikan Jenazah Perempuan Sesuai Ajaran Islam

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara memandikan jenazah perempuan. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara memandikan jenazah perempuan. Foto: shutterstock

Daftar isi

Setiap umat muslim harus tahu tata cara memandikan jenazah perempuan. Sebab, hukum memandikan jenazah dan mengafaninya adalah fardu kifayah atas setiap muslim yang mengetahuinya. Sementara, jika ada orang dengan jumlah cukup melaksanakannya, gugurlah dosa untuk yang lainnya.

Sebuah hadis bahkan menyebutkan, siapa saja yang memandikan jenazah lalu menyembunyikan aibnya, Allah SWT akan mengampuni empat puluh dosa besar baginya. Simak artikel ini yang menjelaskan tata cara memandikan jenazah perempuan serta perawatannya.

Cara Memandikan Jenazah Perempuan

Ilustrasi cara memandikan jenazah perempuan. Foto: Pixabay

Menyadur buku Tata Cara Mengurus Jenazah oleh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah, orang yang memandikan jenazah disyaratkan pada seorang muslim, disunnahkan orang terpercaya, amanah, dan mengetahui hukum memandikan jenazah.

Untuk jenazah perempuan, yang memandikan adalah perempuan, tak boleh laki-laki kecuali suaminya. Kemudian, memandikan jenazah disyaratkan menggunakan air yang mensucikan, diutamakan air dingin kecuali dibutuhkan air panas untuk menghilangkan kotoran atau apabila cuacanya sangat dingin.

Tempat memandikan jenazah yang baik adalah di tempat tertutup, termasuk bagian atasnya. Setelah semua siap, dapat dilanjutkan memandikan jenazah. Di bawah ini tata cara memandikan jenazah perempuan:

1. Mengangkat Kepala Jenazah

Pertama, orang yang memandikan jenazah perempuan mengangkat kepala jenazah tersebut hingga mendekati posisi duduk. Lalu, tangannya mengurut perut jenazah dengan perlahan agar keluar apa yang seharusnya keluar dari tubuh jenazah.

Pada tahapan ini, perbanyak menyiramkan air pada jenazah agar apa yang keluar dapat tersapu bersih. Kemudian, orang yang memandikan jenazah membungkus tangan dengan kain yang agak kasar untuk membersihkan kemaluan mayat dan menyiramnya dengan air.

2. Membaca Niat

Orang yang memandikan jenazah mulai membaca niat. Mengutip buku Tata Cara Mengurus Jenazah oleh Hafidz Muftisany, berikut ini bacaan niat untuk memandikan jenazah perempuan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهَذِهِ الْمَيِّتَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu al-ghusla lihadzihi al-mayyitati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat mandi untuk jenazah ini karena Allah ta'ala."

3. Membaca Basmalah dan Mewudhukan Jenazah

Setelah itu, membaca basmalah dan mewudhukan jenazah sebagaimana wudhu untuk salat, kecuali berkumur dan memasukkan air ke hidung. Sebagai pengganti kedua hal tersebut cukup dengan mengusap gigi-gigi dan kedua lubang hidung jenazah yang telah basah.

4. Membasuh Tubuh Jenazah

Kemudian dilanjut dengan membasuh kepala jenazah dengan sabun dan bagian kanan tubuhnya, dimulai bagian belahan kanan leher dan tangan kanan hingga punggungnya.

Lalu, membasuh dada kanan, pinggang kanan, paha kanan, betis kanan, dan kaki kanan. Setelah itu, jenazah dibalikkan di atas sisi kiri dan membasuh bagian punggung kanan.

Selanjutnya adalah memandikan bagian kiri tubuh jenazah seperti urutan saat membasuh bagian kanan. Orang yang memandikan jenazah disunnahkan membungkus tangannya dengan kain.

Jumlah membasuh tubuh jenazah diwajibkan satu kali dan disunnahkan tiga kali. Apabila belum bersih, basuh lagi sampai bersih hingga tujuh kali. Saat membasuh tubuh jenazah yang terakhir disunnahkan menggunakan kapur barus karena dapat membuat tubuh mengeras dan memberi minyak wangi.

5. Mengeringkan Jenazah

Usai selesai memandikan jenazah, kemudian jenazah tersebut dikeringkan dengan kain, kukunya yang panjang dipotong, bulu ketiaknya dicabut, dan jenazah dikafani. Pada jenazah wanita, rambutnya dikepang tiga dan bagian belakangnya diurai.

Baca Juga: Niat dan Tata Cara Sholat Ghaib untuk Palestina

Cara Mengafani Jenazah Perempuan

Ilustrasi mengafani jenazah perempuan. Foto: flickr

Mengutip buku Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dan Tata Cara Mengurus Jenazah oleh Husnan & Thaib, berikut ini penjelasan cara mengafani jenazah perempuan.

  1. Menyiapkan kain kafan yang terdiri dari lima lembar kain putih.

  2. Menyusun kain kafan yang telah dipotong-potong untuk masing-masing bagian dengan benar.

  3. Mengangkat jenazah dalam kondisi tertutup dengan kain dan meletakkan di atas kain kafan sejajar.

  4. Menaburi wewangian atau kapur barus.

  5. Menutup seluruh lubang pada tubuh yang mungkin dapat mengeluarkan kotoran dengan kapas.

  6. Menutup kain pembungkus pada kedua pahanya.

  7. Memakaikan sarung, kerudung, dan baju kurung.

  8. Mendandani rambut menggunakan tiga dandanan, kemudian menjulurkan ke belakang.

  9. Membungkus dengan lembar kain terakhir dengan cara menemukan kedua ujung kain kiri dan kanan. Selanjutnya menggulung ke dalam.

  10. Mengikat menggunakan tali pengikat yang telah disiapkan.

Cara Salat Jenazah Perempuan

Ilustrasi salat jenazah. Foto: freepik

Setelah selesai dikafani, jenazah kemudian disalatkan. Mengutip laman NU Online, berikut ini tata cara salat jenazah perempuan:

  1. Membaca niat yang dilafalkan dalam hati bersamaan dengan pelaksanaan takbiratul ihram. Di bawah ini bacaan untuk niat salat jenazah perempuan:

أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli 'alaa haadzihil mayyitati fardlan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat salat atas jenazah (perempuan) ini fardu karena Allah ta'ala."

  1. Berdiri. Salat jenazah dilakukan dengan cara berdiri dan takbir empat kali.

  2. Membaca Al-Fatihah setelah takbir pertama.

  3. Membaca salawat setelah takbir kedua. Berikut bacaannya:

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad."

  1. Mendoakan jenazah setelah takbir ketiga. Berikut bacaan doa untuk jenazah perempuan:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهَا

Allaahumaghfir lahaa.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia (perempuan)."

  1. Takbir keempat, lalu membaca doa berikut untuk jenazah perempuan:

اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa la taftinna ba'daha waghfir lanaa wa lahaa

Artinya: "Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan janngan fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia."

  1. Salam.

Cara Memakamkan Jenazah Perempuan

Ilustrasi memakamkan jenazah. Foto: flickr

Tak ada perbedaan dalam tata cara pemakaman jenazah laki-laki dan perempuan. Liang lahat disunnahkan memiliki lebar satu hasta lebih satu jengkal atau satu meter. Panjangnya sesuai ukuran tinggi jenazah dan kedalamannya seukuran orang berdiri mengangkat tangan ke atas, yakni sekitar 2 meter.

Orang yang paling utama menurunkan jenazah ke lubang kubur adalah mahramnya, yaitu suami, ayah, kakek, anak laki-laki, cucu laki-laki, saudara laki-laki, atau paman dari ayah.

(NSF)