Konten dari Pengguna

Cara Membuat Aplikasi dengan Android Studio Beserta Dasar dan Fiturnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat aplikasi Android. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat aplikasi Android. Foto: Pexels.com

Bagaimana cara membuat aplikasi Android? Salah satu perangkat yang bisa kamu pakai untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android, yaitu Android Studio.

Aplikasi ini merupakan aplikasi khusus yang kerap dipakai developer dalam mengembangkan aplikasi Android. Pada aplikasi ini, terdapat berbagai fitur yang dapat mendukung pengerjaan membuat aplikasi.

Membuat Aplikasi di HP dengan Android Studio

Apa itu Android Studio? Menurut buku berjudul Tutorial Membuat Aplikasi Sederhana Menggunakan Android Studio yang ditulis Onki Alexander dan Untung Suprihadi, Android Studio adalah Integrated Development Environment (IDE) untuk sistem operasi Android yang dibangun di atas perangkat lunak JetBrains IntelliJ IDEA dan didesain khusus untuk pengembangan Android.

IDE tersebut merupakan pengganti Eclipse Android Development Tools (ADT) yang sebelumnya merupakan IDE utama untuk pengembangan aplikasi Android.

Fitur Android Studio

Terdapat berbagai fitur dalam Android Studio yang dapat kamu gunakan dalam membuat aplikasi Android. Mengutip buku yang ditulis Onki Alexander dan Untung Suprihadi, berikut beberapa fiturnya:

  • Android Studio pada versi stable-nya memiliki fitur-fitur yang berguna, yaitu:

  • Dukungan Gradle-based build

  • Android-specific refactoring dan perbaikan cepat

  • Lint tools untuk menangkap kinerja, kegunaan, kompatibilitas versi, dan masalah lainnya

  • Intergrasi Proguard dan kemampuan penandatanganan aplikasi

  • Template-based wizards untuk membuat templat desain umum seperti drawer atau empty activity

  • Mendukung untuk pengembangan aplikasi Android Wear

  • Editor tata letak yang memungkinkan pengguna untuk menyeret dan menjatuhkan (drag-and-drop) komponen UI, opsi untuk melihat tata letak pada beberapa konfigurasi layar

  • Dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform, memungkinkan integrasi dengan Firebase Cloud Messaging (‘Perpesanan Google Cloud’ Sebelumnya) dan Google App Engine

  • Android Virtual Device (Emulator) untuk menjalankan dan men-debug aplikasi di studio Android.

Ilustrasi Android. Foto: Unsplash.com

Di samping itu, Android Studio juga menawarkan fitur-fitur yang bisa meningkatkan produktivitas kamu dalam membuat aplikasi Android, antara lain:

  • Sistem built berbasis Gradle yang fleksibel.

  • Emulator cepat dan kaya fitur.

  • Lingkungan terpadu tempat kamu dapat mengembangkan aplikasi untuk semua perangkat Android.

  • Menerapkan perubahan pada kode push dan perubahan sumber daya ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa memulai ulang aplikasi.

  • Templat kode dan integrasi GitHub untuk membantu kamu membangun fitur aplikasi umum dan mengimpor kode sampel.

  • Framework lengkap juga alat pengujiannya.

  • Alat Lint untuk merekam kinerja, kegunaan, kompatibilitas versi, dan masalah lainnya.

  • Dukungan C++ dan NDK.

  • Dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform, yang memudahkan integrasi Google Cloud Messaging dan App Engine.

Ilustrasi membuat aplikasi Android dengan Android Studio. Foto: Unsplash.com

Bagaimana Cara Membuat Aplikasi Android Studio Terpasang di Perangkat?

Untuk memasang aplikasi Android Studio di perangkat yang akan kamu gunakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Android Studio SDK dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java. Demikian juga aplikasi Android yang dikembangkan menggunakan Java.

Ada dua proses instalasi yang perluk dijalankan, antara lain instalasi Java Development Kit (JDK) dan Android Studio. Menyadur dari buku berjudul Panduan Praktis Membuat Aplikasi Android dengan Android Studio karya Hardiansah dan Sigit Suryono, berikut adalah langkah-langkah selengkapnya.

Instalasi JDK

  1. Unduh Java JDK versi terbaru dari Java JDK. Kemudian, pilih Java Platform (JDK) 8u102. Bagi sistem operasi PC atau laptop yang menggunakan Windows 32 Bit, pilih file “Windows x86”. Sedangkan, jika 64 Bit, pilih “Windows x64”.

  2. Klik dua kali pada berkas instalasi yang sudah kamu unduh, nantinya terbuka dialog installer Java. Lalu, klik Next,

  3. Pada bagian selanjutnya kamu bisa memilih direktori untuk penempatan hasil instalasi JDK. Namun, sebaiknya pilih default saja dan langsung klik Next.

  4. Selanjutnya proses instalasi Java JDK akan berjalan dan kamu bisa melihat status instalasi sedang melakukan extracting installer. Tunggu hingga proses selesai.

  5. Setelah itu, Java akan memunculkan pemberitahuan bahwa Java SE Development Kit berhasil terinstal. Klik tombol Close.

Ilustrasi aplikasi Android. Foto: Unsplash

Instalasi Android Studio

Cara Membuat Aplikasi dengan Android Studio

Berikut cara membuat aplikasi dengan Android Studio setelah selesai memasang JDK:

  1. 1. Cari berkas Android Studio instalasi executable

    Cari berkas Android Studio instalasi executable (bernama android-studio-bundle-<version> .exe) di jendela Windows Explorer. Klik dua kali berkas tersebut untuk memulai proses instalasi. Klik tombol Yes pada dialog User Account Control jika muncul, lalu klik pada tombol ‘Next’.

  2. 2. Klik Next

    Klik lagi tombol ‘Next’ ketika layar berikutnya muncul.

  3. 3. Setujui perjanjian lisensi

    Layar berikutnya adalah perjanjian lisensi. Jika kamu setuju dengan ketentuannya, klik pada tombol “I Agree”. Layar berikutnya adalah pengaturan konfigurasi tempat semua jalur instalasi akan ditampilkan. Kamu bisa mengubahnya atau langsung mengeklik tombol ‘Next’ untuk melanjutkan.

  4. 4. Lakukan pemasangan

    Layar berikutnya adalah untuk menciptakan sebuah shortcuts pada start menu. Sebaiknya biarkan pengaturan ini dalam setelan default dan klik tombol ‘Install’.

  5. 5. Tunggu proses menginstal

    Instalasi Android Studio akan dimulai. Tunggu proses instalasi selesai.

  6. 6. Klik Next

    Apabila sudah selesai, klik tombol ‘Next’.

  7. 7. Centang Start Android Studio

    Setelah itu masuk ke halaman Finish. Centang Start Android Studio jika kamu ingin langsung mulai membuka Android Studio, lalu klik tombol Finish.

Saat Android Studio diluncurkan setelah diinstal, akan muncul dialog yang menyediakan opsi untuk mengimpor pengaturan dari versi Android Studio sebelumnya. Jika kamu memiliki pengaturan dari versi sebelumnya dan ingin mengimpor mereka ke dalam instalasi terbaru, pilih opsi dan lokasi yang sesuai. Atau, kamu bisa memilih opsi untuk tidak perlu mengimpor dari pengaturan sebelumnya.

Jika baru pertama kali menginstal Android Studio. pilih “I do not have a previous version of Android Studio or I do not want to import my settings” lalu klik tombol OK.

Nantinya kamu diarahkan ke halaman berikutnya untuk mengunduh dan menginstal komponen Android SDK Tools. Pastikan komputer kamu terhubung dengan Internet. Tunggu proses unduh dan instal Andorid SDK Tools hingga selesai.

Setelah proses unduh dan instal komponen telah selesai, klik tombol Finish.

Sampai di sini proses instalasi Android Studio sudah selesai, kamu dapat membuat proyek baru untuk membuat atau mengembangkan aplikasi berbasis Android dengan Android Studio.

(AMP)