Cara Membuat Batik Jumputan, Lengkap dengan Alat dan Bahannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Batik jumputan adalah salah satu jenis batik yang menggunakan teknik jumputan untuk membuat motifnya. Jumputan merupakan teknik yang digunakan untuk membuat motif batik dengan cara mengikat kain secara kencang, lalu dicelupkan pada pewarna pakaian.
Batik jumputan juga kerap disebut dengan batik ikat celup, karena proses pembuatannya dengan mengikat dan mencelupkan kain ke dalam pewarna. Kain batik jumputan kini telah banyak beredar di pasaran.
Teknik pembuatan batik jumputan tidak sesulit apa yang dipikirkan banyak orang. Pembuatan batik jumputan tidak memerlukan ruang yang besar, peralatan modern, ataupun bahan-bahan yang mahal. Pengerjaannya dapat dilakukan di rumah, akan tetapi tetap diperlukan keterampilan khusus.
Proses pembuatan batik jumputan berbeda dengan batik tulis maupun batik cap. Penasaran dengan cara membuat batik jumputan? Berikut ini akan dijelaskan tentang cara membuat batik jumputan, lengkap dengan alat dan bahan yang diperlukan.
Cara Membuat Batik Jumputan
Mengutip buku Pendidikan Seni Rupa Estetik Sekolah Dasar karya Arina Restian (2020: 173), terdapat alat dan dan bahan yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memulai membuat batik jumputan. Berikut uraian alat dan bahannya.
Bahan Pembuatan Batik Jumputan
Kain berjenis mori prima, blaco, atau primissima
Pewarna dan penguatnya dalam satu kemasan, bisa menggunakan wenter atau wantex
2 liter air untuk satu kemasaan pewarna
2 sendok makan garam
Cuka secukupnya
Alat Pembuatan Batik Jumputan
Kelereng, batu, atau uang koin
Karet gelang
Kompor
Panci
Sendok kayu yang digunakan untuk mengaduk
Ember
Langkah-Langkah Pembuatan Batik Jumputan
Setelah alat dan bahan telah lengkap tersedia, berikut langkah-langkah membuat batik jumputan yang dirangkum berdasarkan buku Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan karangan Drs. Sri Murtono, M.Pd dkk (2007: 13).
Ikatlah bagian-bagian kain yang hendak dibiarkan tidak terkena oleh pewarnaan.
Siapkan kompor, masukkan 2 liter air ke dalam panci lalu masak hingga mendidih.
Masukkan zat pewarna ke dalam air yang mendidih, tambahkan 2 sendok teh garam, lalu aduk hingga rata.
Celup kain yang sudah diikat-ikat ke dalam air dingin, lalu diperas. Setelah itu, masukkan ke dalam larutan wantek sampai terbenam seluruhnya.
Gunakan dua bilah kayu untuk memutar-mutar kain dalam larutan sampai warnanya merata.
Biarkan kain tetap dalam larutan kira-kira satu jam, kemudian angkat, dinginkan, dan cuci sampai bersih.
Buka ikatan, jemur di tempat teduh sampai kering lalu rapikan.
Meskipun pewarna buatan (sintesis) dinilai lebih praktis dalam pembuatan batik jumputan, terdapat pewarna alami yang juga tidak kalah menarik untuk digunakan sebagai pewarna batik jumputan.
Contoh pewarna alami yang kerap digunakan adalah buah dan kulit pohon tarum yang menghasilkan warna biru, pohon saga yang menghasilkan warna cokelat, serta getah pohon pisang, getah daun sirih, dan air teh basi juga dapat dijadikan sebagai pewarna.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan batik jumputan?

Apa yang dimaksud dengan batik jumputan?
Batik jumputan adalah salah satu jenis batik yang menggunakan teknik jumputan untuk membuat motifnya.
Apa yang dimaksud dengan teknik jumputan?

Apa yang dimaksud dengan teknik jumputan?
Jumputan merupakan teknik yang digunakan untuk membuat motif batik dengan cara mengikat kain secara kencang, lalu dicelupkan pada pewarna pakaian.
Apa sebutan lain untuk batuk jumputan?

Apa sebutan lain untuk batuk jumputan?
Batik jumputan juga kerap disebut dengan batik ikat celup, karena proses pembuatannya dengan mengikat dan mencelupkan kain ke dalam pewarna.
