Cara Memerah Susu Sapi yang Benar agar Hasilnya Berkualitas

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Susu sapi menjadi salah satu hasil ternak yang paling banyak dikonsumsi. Sapi penghasil susu disebut dengan sapi perah.
Agar hasilnya berkualitas, ada banyak hal yang perlu diperhatikan peternak, khususnya oleh para pemerah susu. Mulai dari perawatan sapi perah itu sendiri, waktu memerah, hingga cara memerahnya.
Mengutip Buku Pintar Beternak & dan Bisnis Sapi Perah oleh Erif Kemal Syarif dan Bagus Harianto (2011), sapi perah mulai memproduksi susu setelah melahirkan.
Sekitar setengah jam setelahnya, air susu sudah mulai keluar. Dalam tahap ini, artinya sapi perah sudah memasuki masa produksi atau laktasi.
Masa laktasi dimulai sejak sapi berproduksi hingga memasuki masa kering kandang. Masa laktasi dapat berlangsung selama sekitar 11 bulan atau 330 hari.
Volume produksi susu sapi perah tidak banyak mengalami perbedaan antara periode umur 5-10 tahun. Pada periode tersebut, produksi susu tertinggi tercapai ketika sapi berumur 7-8 tahun. Setelah sapi mencapai usia 10 tahun, produksi susu mulai berkurang.
Nah, untuk mengetahui cara memerah sapi serta prosesnya yang lengkap dan benar, simak ulasan berikut ini.
Proses Memerah Susu Sapi
Pemerahan susu sapi dapat dilakukan dengan menggunakan tangan (manual) atau dengan mesin. Susu yang dihasilkan dengan kedua cara tersebut tentu berbeda, dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Dikutip dari buku Tematik Kelas 6 SD Tema 1 terbitan Kemendikbud, pemerahan susu dengan mesin lebih cepat dan menghasilkan susu yang higienis. Oleh sebab itu, cara ini biasanya dilakukan oleh peternakan besar yang memasok hasil susunya ke pabrik pengolah susu.
Namun, kebanyakan peternakan di Indonesia masih menggunakan cara manual untuk memerah susu. Karena itu, agar kualitas susu yang dihasilkan mendekati kualitas susu hasil perahan mesin, peternak perlu memerhatikan cara memerah susu yang baik.
Persiapan
Sebelum melakukan pemerahan, pemerah susu perlu memastikan kebersihan sapi, area pemerahan, dan kebersihan diri. Pasalnya, kotoran yang mencemari akan mengakibatkan air susu mudah rusak (asam). Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memerah antara lain:
Membersihkan kandang sapi.
Memastikan kebersihan peralatan, seperti wadah penampung susu, lap, dan sarung tangan yang akan digunakan.
Memastikan bahwa pemerah susu tidak sedang menderita penyakit menular.
Mencuci tangan dengan bersih dan mengeringkannya dengan lap yang bersih.
Memastikan kuku tangan pemerah bersih dan sudah dipotong pendek.
Membersihkan kotoran pada tubuh sapi, terutama di bagian ekor, bagian bawah, ambing (kantong susu), dan puting susu.
Waktu Pemerahan Susu
Pemerahan susu sapi biasanya dilakukan dua kali sehari, setiap pagi dan sore. Untuk menghasilkan susu berkualitas baik, jadwal serta frekuensi pemerahan harus dijaga dengan teratur. Karena itu, pemerahan sebaiknya dilakukan pada jam yang sama setiap harinya
Sebelum proses pemerahan dilaksanakan, sapi harus diberi makan terlebih dahulu guna menjamin keĺengkapan nutrisi yang terkandung dalam susunya. Pemberian makan ini juga ditujukan untuk menjaga kenyamanan sapi saat diperah.
Cara Memerah Susu
Memerah susu sapi secara manual dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Sebelum diperah, bersihkan terlebih dahulu ambing dan puting susu sapi dengan air hangat untuk merangsang keluarnya susu.
Keringkan ambing dan puting dengan lap bersih.
Oleskan minyak kelapa atau bahan pelicin lain yang aman untuk memudahkan pemerahan serta menghindari luka pada puting saat diperah.
Perah empat puting susu dengan tangan hingga susu habis. Proses ini dilakukan oleh peternak yang sudah dilatih mempelajari posisi dan gerakan yang benar saat memerah.
Untuk menjaga kenyamanan sapi, sebaiknya satu ekor sapi ditangani oleh satu orang saja.
Setelah selesai memerah, cuci lagi ambing dan puting susu dengan air hangat.
Saring susu hasil perahan dengan kain penyaring untuk memisahkan bulu, kotoran, atau sisa makanan yang masuk ke dalam susu.
Setelah susu sudah diukur dengan alat penakar, pindahkan susu ke dalam wadah atau kantung plastik bersih.
Susu siap didistribusikan untuk dijual.
(ADS)
