Konten dari Pengguna

Cara Mengatasi Telat Haid: Yoga hingga Mengonsumsi Jahe & Kayu Manis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi telat haid. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Cara mengatasi telat haid. Foto: Freepik

Haid atau menstruasi merupakan fenomena normal yang terjadi di setiap perempuan. Rata-rata siklus menstruasi yang dialami oleh perempuan adalah 28 hari.

Mengutip buku Proverwati karya Misaroh, menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskumasi) endometrium.

Seperti yang telah disebutkan, siklus menstruasi setiap orang berbeda-beda. Tetapi normalnya, siklus haid atau menstruasi yang dialami oleh setiap perempuan adalah 28 hari.

Ketika seseorang mengalami telat haid atau menstruasi, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya, seperti hamil, kondisi kesehatan yang tidak baik, hingga gangguan hormon yang lainnya.

Tidak hanya itu, tanpa disadari, ada beberapa penyakit yang menyebabkan seorang perempuan mengalami telat haid, yakni:

  • Stres

  • Gangguan tiroid

  • Ketidakseimbangan hormon

  • Diabetes

  • Sindrom ovarium poliklistik

  • Berat badan (diet)

Cara Mengatasi Telat Haid

Cara mengatasi telat haid. Foto: Shutterstock

Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi telat haid. Penasaran seperti apa? Berikut cara mengatasi telat haid yang dikutip dari Healthline.

1. Yoga

Menurut berbagai studi, disebutkan bahwa yoga bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk melancarkan menstruasi. Tidak hanya itu, dengan rutin melakukan yoga, nyeri haid atau gejala emosional terkait dengan menstruasi bisa mengurangi.

2. Pertahankan berat badan

Berat badan yang berlebihan juga menjadi salah satu pemicu timbulnya gangguan menstruasi. Itu sebabnya, seseorang yang mengalami obesitas disarankan untuk melakukan diet demi kesehatan.

Tidak hanya itu, penurunan berat badan yang ekstrem juga bisa menjadi salah satu penyebab mengapa perempuan mengalami telat haid.

3. Mengonsumsi jahe

Jahe merupakan tumbuhan yang rimpangnya sering digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan baku pengobatan tradisional. Selain mengobati perempuan yang telat haid, mengonsumsi jahe juga bisa berperan positif untuk kesehatan tubuh.

Hal ini juga disebabkan karena ramuan jahe yang alami, sehingga khasiat yang didapatkannya bisa bekerja dengan maksimal.

4. Mengonsumsi kayu manis

Selain jahe, kayu manis juga salah satu rempah-rempah dari Indonesia yang bermanfaat untuk mengatasi masalah telat haid. Kayu manis atau yang biasanya disebut dengan cinnamon.

Jenis rempah-rempah ini jenis dihasilkan dari kulit bagian dalam yang kering, yang amat beraroma, manis, dan pedas. Sama seperti jahe, karena kandungannya yang alami dan menenangkan.

5. Mengonsumsi obat pelancar haid

Obat pelancar haid memang salah satu obat yang dibutuhkan untuk mengatasi telat haid. Sayangnya, mengonsumsi obat pelancar haid sering membuat efek samping berkepanjangan. Salah satunya adalah nyeri pada perut.

6. Menghindari olahraga yang terlalu berat

Meskipun berolahraga termasuk salah satu cara yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, hal ini bukan berarti membuat membuat para perempuan harus berolahraga secara terus menerus hingga akhirnya menghambat kesehatan.

Oleh karena itu, jangan sampai usaha untuk menyehatkan badan dan memperlancar haid jadi terganggu karena kegiatan berolahraga yang terlalu berat.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa penyebab perempuan mengalami telat haid?

chevron-down

Stres, gangguan tiroid, ketidakseimbangan hormon, diabetes, sindrom ovarium poliklistik, dan berat badan (diet).

Berapa siklus haid normal pada perempuan?

chevron-down

Normalnya, siklus haid atau menstruasi yang dialami oleh setiap perempuan adalah 28 hari.

Apa pengertian menstruasi?

chevron-down

Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskumasi) endometrium.