Konten dari Pengguna

Cara Mengatur Makanan Kelinci: Nutrisi Seimbang dan Pemberian Pakan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatur pakan atau makanan kelinci. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Cara mengatur pakan atau makanan kelinci. Foto: Unsplash

Makanan kelinci terdiri dari rumput-rumputan hingga ranting-ranting kecil. Karena itulah, kelinci disebut sebagai binatang pemakan tumbuhan atau herbivora.

Sebagai pemakan tumbuhan, kelinci memiliki sistem organ yang mampu mencerna serat-serat kasar. Jika ingin memelihara hewan ini, perhatikan jenis pakan yang diberikan supaya kelinci bisa tumbuh sehat dan kuat.

Cara Mengatur Pakan atau Makanan Kelinci

Mengutip buku Kelinci Hias karya Gusti Merdeka Putra, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengatur pakan atau makanan kelinci.

1. Nutrisi seimbang

Supaya bisa tumbuh semakin optimal, kelinci juga butuh pakan yang bergizi. Oleh karena itu, berhasil tidaknya pemeliharaan sangat tergantung pada cara mengatur, menyajikan, dan kualitas pekan.

Selain serat kasar, pakan kelinci juga harus mengandung zat-zat gizi, seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan air. Masing-masing dari kandungan nutrisi tersebut memiliki manfaatnya tersendiri.

  • Protein untuk pertumbuhan, kualitas bulu, pergantian sel baru, dan reproduksi

  • Karbohidrat dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan energi serta menyimpan lemak di dalam tubuh

  • Mineral sendiri terdiri dari berbagai macam garam, seperti Ca, P, Fe, dan lain-lain.

  • Vitamin diperlukan untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat.

2. Jenis pakan

Rumput kering jadi salah satu jenis pakan yang baik untuk kelinci. Foto: Unsplash

Ada beberapa jenis pakan atau makanan yang diberikan untuk kelinci, yaitu hijauan, biji-bijian, umbi, dan rumput kering.

Rumput dan daun-daunan merupakan sumber vitamin, mineral, dan protein. Namun, tidak semua hijauan baik untuk kelinci, misalnya kubis dan sawi.

Pasalnya, sayuran yang dikonsumsi kelinci bisa membuat air kencing menjadi lebih bau. Tidak hanya itu, kelinci juga bisa mengalami mencret, gatal-gatal, dan scabies. Untuk itu, hijauan atau sayuran harus dilayukan terlebih dahulu.

Selain hijau-hijauan, umbi-umbian juga bisa diberikan kepada kelinci. Contoh umbi-umbian yang bisa diberikan, yakni wortel dan ubi jalar.

Ada juga pakan siap saji yang bisa diberikan kepada kelinci. Biasanya, pakan ini berbentuk pelet dan konsentrat. Pakan jenis ini memiliki komposisi dengan nutrisi lebih lengkap.

Pelet kelinci biasanya terbuat dari bahan-bahan, seperti bungkil kedelai, bungkil kacang, tepung ikan, dan lain-lainnya. Pelet ini juga bisa diberikan sebagai pakan utama jika kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan.

3. Pemberian pakan

Kebutuhan pakan kelinci berbeda-beda, tergantung umur (fase pertumbuhan) dan bobotnya. Pakan untuk kelinci mudah harus cukup mengandung protein untuk pertumbuhannya.

Untuk memberikan pakan, kelinci dengan bobot 4-6 kg butuh pakan konsentrat atau pelet sebanyak 2-4 ons sehari dan hijau-hijauan secukupnya.

Normalnya, pemberian pakan sebanyak 2 kali sehari, pagi pada pukul 07.00 dan malam hari pukul 19.00.

4. Mengonsumsi air minum setiap hari

Mengonsumsi air dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup, termasuk kelinci. Kebutuhan air minum seekor kelinci minimal 0,4-0,6 1/hari. Jumlah ini bertambah 2-3 kali lipat jika induk sedang mengandung atau menyusui anaknya.

Pemberian air untuk kelinci pun perlu diperhatikan kebersihannya. Bahkan, dianjurkan untuk menggunakan tabung minum yang setiap harinya rutin untuk diganti.

(JA)