Konten dari Pengguna

Cara Mengeksplorasi Ragam Gerak Dasar Tari Tradisional, Lakukan Tahapan Ini!

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ragam suku dan budaya di Indonesia secara tidak langsung dapat memengaruhi seni tari di berbagai wilayah. Salah satu contohnya, tari tradisional dengan eksplorasi ragam gerak dasar. Selain itu, ada pula tarian yang memiliki unsur ruang gerak sempit.

Ilustrasi: Eksplorasi Ragam Gerak Dasar Tari Tradisional. Foto: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Eksplorasi Ragam Gerak Dasar Tari Tradisional. Foto: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Variasi unsur tersebut menunjukkan betapa kayanya komposisi tarian di Indonesia. Tidak heran, jika banyak ditemukan teknik-teknik umum hingga khusus pada tarian tradisional nusantara.

Ragam Gerak Dasar Tradisional

Melansir buku Seni Budaya Kelas XI oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, gerak dasar pada suatu tarian termasuk tari tradisional, merupakan dasar untuk mengeksplorasi variasi gerakan. Unsur-unsur tersebut selanjutnya dapat dirangkai menjadi sebuah tarian yang utuh.

Gerak dasar sendiri terdiri dari gerak kepala, gerak badan, gerak tangan dan gerak kaki. Keempatnya bisa dipadukan menjadi kesatuan tarian yang lengkap. Berikut urainnya masing-masing.

  • Ragam gerak kepala

Ragam gerak kepala dapat ditemukan pada berbagai jenis tarian tradisional. Misalnya, pada tarian Jawa dan Sunda yang dikenal dengan istilah Gedheg (Jawa) dan Godeg (Sunda). Pada gerakan ini, kepala menunduk lalu digerakkan dan membuat pola angka delapan menggunakan dahi.

Bagian kepala lainnya yang menjadi gerak dasar yakni dagu. Jenis gerak ini pada tarian Sunda disebut dengan gilek. Untuk memulai gilek, caranya dengan menggerakkan dagu seperti membuat angka delapan.

  • Ragam gerak badan

Pada sebuah tarian, badan menjadi bagian yang tidak luput untuk digerakkan. Sebagian besar jenis tari tradisional di Indonesia menggunakan arah hadap yang bervariasi. Mulai dari memutar badan ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah, memutar badan ke kiri dan juga ke kanan.

Pada tari Topeng Cirebon Gaya Losari, gerak badan disebut dengan ngelier. Teknik tersebut merupakan gerak yang memutar badan sebesar 180 derajat. Gerakan ini hampir memiliki kesamaan dengan kayang. Namun, hanya salah satu kaki berada di depan sebagai tumpuan.

  • Ragam gerak tangan

Gerak tangan menjadi salah satu unsur pembentuk gerakan tari. Jenisnya pun bermacam-macam. Pada gerak lontang kembar di tarian Sunda, misalnya, penari dapat menggerakkan kedua telapak tangan membuka ke depan sejajar.

Sementara pada gerak tumpang tali, gerakan tangan saling menopang satu sama lain menggunakan pergelangan tangan. Kedua tangan disilangkan dengan posisi jari menghadap ke bawah.

  • Ragam gerak kaki

Anggota badan lainnya yang kerap digunakan dalam tarian adalah kaki. Biasanya gerak kaki berupa menyilang, membuka, berjinjit, dan masih banyak lagi.

Eksplorasi Ragam Gerak Dasar Tari Tradisional

Mengutip pernyataan Hawkins dalam Moving from Within: A New Method for Dance Making melalui Buku Seni Budaya Kelas XI, terdapat empat tahapan untuk menjadikan gerak dasar menjadi komposisi tari yang utuh, antara lain:

  1. Tahap eksplorasi: tahapan paling awal berupa menjajaki ragam dasar gerak serta tahap penciptaan yang mengikutsertakan imajinasi di dalamnya.

  2. Tahap improvisasi: dari hasil penjajakan gerak dasar, kemudian dikembangkan sesuai dengan unsur dalam seni tari. Misalnya, unsur tenaga, ruang, dan waktu. Ragam gerak yang dihasilkan diharapkan makin beragam.

  3. Tahap evaluasi: tahapan ini berfungsi untuk mengeliminasi atau memakai jenis gerak tertentu yang sesuai dengan konsep tarian yang direncanakan.

  4. Tahap komposisi: tahapan paling akhir berupa merangkai berbagai jenis ragam gerak menjadi kesatuan tarian yang utuh.

(ANM)