Konten dari Pengguna

Cara Mengetahui Ukuran Celana Pria Agar Tidak Salah Beli

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi celana pria. Foto: Supermop/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi celana pria. Foto: Supermop/Shutterstock

Cara mengetahui ukuran celana pria tidak semudah mengetahui ukuran baju. Seringkali ukuran tersebut berbeda-beda tergantung dengan bahan dan tipe celananya.

Ketika mengukur, Anda perlu memerhatikan keakuratan dan ketelitian. Sesuaikan tipe ukuran celana berdasarkan jenisnya seperti slim fit, boot cut fit, regular fit, relaxed fit, skinny fit, dan loose fit.

Dijelaskan dalam laman Silver Bobbin, tipe potongan celana sangat penting dalam proses pengukuran. Apabila keliru, Anda mungkin akan mendapatkan celana yang ukurannya lebih kecil atau lebih besar.

Untuk itu, perlu diperhatikan lagi teknik dalam mengukur celana pria. Agar tidak keliru, simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Cara Mengetahui Ukuran Celana Pria

Ilustrasi Jeans Foto: Thinkstock

Ukuran celana biasanya didasarkan pada dua ukuran, yakni ukuran pinggang dan panjang jahitan (inseam). Ukuran pinggang diukur dalam satuan inci. Posisinya berada di bagian tersempit pinggang Anda, biasanya tepat di atas pusar.

Sementara panjang inseam diukur dari selangkangan hingga ujung kaki celana bagian dalam. Anda dapat memastikan lebar pinggang dan inseam tersebut dengan bantuan pita pengukur.

Untuk pria, ukuran celana biasanya diawali dengan ukuran pinggang terlebih dahulu, baru diikuti dengan panjang inseam. Misalnya, sepasang celana pria dengan pinggang 36 inci dan inseam 32 inci akan dicantumkan sebagai "36×32".

Selain dengan mengukur lingkar pinggang dan inseam, Anda juga dapat melihat review produk celana untuk mengetahui ukuran pastinya. Cek komentar orang-orang yang memiliki tipe tubuh sama seperti Anda di marketplace.

Tips ini bisa memberikan gambaran tentang ukuran celana. Anda pun dapat menentukan, apakah celana tersebut sesuai dengan ukurannya atau tidak.

Kemudian, bandingkan tinggi celana dan ukuran kaki Anda. Jarak dari selangkangan ke ikat pinggang dan bentuk kaki juga dapat memengaruhi kesesuaian. Jadi, pertimbangkan faktor-faktor tersebut sebelum mencobanya.

Jenis-jenis Potongan Celana Pria

Ilustrasi celana pria. Foto: pixabay

Seperti disebutkan sebelumnya, ada banyak jenis potongan celana pria. Dikutip dari laman Blitz Results, berikut beberapa di antaranya:

  • Skinny fit cenderung ketat dan membentuk kaki. Biasanya ditemukan pada model celana jeans dan chino.

  • Slim fit berukuran lebih besar dari skinny fit, namun tetap pas di kaki, pinggul, dan bokong pemakainya.

  • Regular fit biasa disebut juga celana klasik. Tipe ini termasuk kelompok celana tradisional yang memiliki jarak sekitar 2-3 inchi di tiap sisinya.

  • Relaxed fit adalah celana baggiest yang dibuat dengan model santai. Jenis potongan ini disebut juga "loose fit" oleh beberapa merek terkenal.

  • Taper fit adalah model celana yang lebih longgar di bagian pinggang, namun mengencang di daerah mata kaki.

  • Straight fit memiliki lebar yang sama di seluruh bagiannya. Jika dipakai, siluet kaki akan tampak jatuh lurus ke lantai.

(MSD)