Cara Menghitung Biaya Listrik secara Manual dan Otomatis

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung biaya listrik dapat dilakukan setiap orang sebelum membayar tagihannya. Sebelum membayar tagihan listrik, biasanya pelanggan akan mengecek terlebih dahulu besaran jumlah tagihan listrik yang dikenakan tiap bulan.
Berdasarkan situs resmi PLN, batas akhir pembayaran tagihan listrik adalah tanggal 20 untuk setiap bulannya. Apabila pelanggan terlambat melakukan pembayaran, maka ia akan dikenakan biaya keterlambatan (BK) atau sering dikenal dengan sebutan denda.
Perhitungan ini juga berguna untuk sewaktu-waktu mengatasi kecurigaan mengapa penggunaan listrik di rumah membengkak. Untuk menghitung biaya listrik, ikuti beberapa cara berikut ini.
Cara Menghitung Biaya Listrik
Dikutip dari situs resmi pln.co.id milik PLN, cara menghitung biaya listrik dapat dilakukan dengan perhitungan manual satu per satu hingga cara cepat secara otomatis.
Cara Menghitung Biaya Listrik Secara Manual
1. Ketahui Golongan Tarif Listrik Terlebih Dahulu
Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis golongan tarif listrik berdasarkan batas daya, di antaranya adalah 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas.
Untuk listrik 900 VA tarif dasar listrik yang harus dibayarkan adalah Rp. 1.352 per kWH. Sementara itu, untuk pelanggan yang menggunakan golongan 1.300 VA-5.600 VA ke atas, maka tarif dasar listrik yang harus dibayarkan adalah Rp. 1.467,28 per kWH.
2. Pengecekan dan Pencatatan pada Semua Peralatan Listrik
Selanjutnya, cek dan catat semua peralatan di rumah yang menggunakan listrik. Sebagai contoh, berikut rincian peralatan listrik yang ada di rumah:
1 buah mesin cuci, daya listrik 350 watt.
1 buah kulkas, daya listrik 350 watt.
1 buah setrika, daya listrik 300 watt.
1 buah TV, daya listrik 80 watt.
10 lampu, daya listrik masing-masing 25 watt.
3. Melakukan Estimasi Penggunaan Peralatan Listrik
Perhitungan estimasi ini dilakukan berdasarkan perkiraan lamanya penggunaan peralatan listrik tiap harinya. Contoh estimasi penggunaan listrik dari data di atas di antaranya adalah:
1 mesin cuci dengan daya listrik 350 watt, digunakan rata-rata satu jam per hari, maka total penggunaannya 350 watt.
1 kulkas dengan daya listrik 350 watt, umumnya menyala selama 24 jam. Maka estimasinya 350 x 24 = 8.400 watt.
1 setrika dengan daya listrik 300 watt, misalnya dibuat rata-rata per hari penggunaannya 1 jam, maka daya yang digunakan adalah 300 watt.
1 TV dengan daya listrik 80 watt, pemakaian dalam sehari 5 jam. Maka estimasinya, yaitu 80 x 5 = 400 watt.
10 lampu, daya listrik masing-masing 25 watt menyala selama 12 jam. Maka estimasi penggunaan daya totalnya adalah 10 x 25 x 12 = 3.000 watt.
Perhitungan estimasi penggunaan daya listrik ini tentunya dapat berbeda, bergantung pada penggunaannya di rumah.
Jika ada beberapa peralatan yang tidak digunakan harian, perhitungannya dengan cara membuat rata-rata terlebih dahulu, kemudian menghitung estimasi penggunaan harian.
Cara Menghitung Biaya Listrik Secara Cepat dan Otomatis
Ada cara menghitung biaya listrik yang praktis dan cepat, yaitu lewat situs resmi PLN di alamat web.pln.co.id/pelanggan/layanan-online/simulasi-tagihan/simulasi-rekening-pascabayar.
Melalui situs tersebut, pelanggan bisa melihat estimasi tagihan listrik untuk perbulannya. Untuk langkah-langkah menggunakan cara ini, adalah sebagai berikut.
Kunjungi situs resmi PLN;
Isi semua data dengan benar dan sesuai;
Pilih menu “Hitung”;
Hasil perhitungan akan muncul di layar. Kamu juga bisa melihat detail biayanya.
Jika mengalami kendala seputar tagihan listrik dan sebagainya, pelanggan dapat menghubungi langsung pihak PLN melalui nomor resmi 123 atau mengirim e-mail ke pln123@pln.co.id.
(VIO)
