Cara Menghitung Jangka Sorong, Bagian-bagian, dan Contoh Soalnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Untuk mengukur lebar bidang datang, seperti kertas atau meja, kamu cukup menggunakan penggaris atau meteran. Namun, untuk mengukur kelereng, cincin, atau gelas bagaimana?
Tentunya kamu tidak bisa menggunakan penggaris atau meteran. Cara mengukur benda-benda tersebut adalah dengan menggunakan jangka sorong.
Cara menghitung jangka sorong akan dijelaskan di bawah ini, lengkap dengan bagian-bagian jangka sorong dan contoh soalnya. Yuk, simak hingga tuntas!
Pengertian Jangka Sorong
Mengutip Modul Pembelajaran Jangka Sorong oleh Nasril Arfandy (2022), jangka sorong merupakan alat ukur panjang, sama seperti penggaris. Namun, kemampuannya jauh lebih tinggi daripada penggaris.
Jangka sorong sendiri merupakan penemuan seorang ilmuwan matematika asal Prancis, bernama Pierre Vernier. Jangka sorong ditemukan pada tahun 1931 dan dipakai untuk keperluan laboratorium dan pabrik manufaktur.
Jangka sorong pun berkembang dan bisa digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman suatu benda. Tapi, alat ukur ini tidak berlaku untuk benda-benda yang besar, seperti lemari baju.
Hal tersebut karena jangka sorong hanya bisa mengukur suatu benda dengan panjang maksimal 20 cm. Memang pendek, tapi tingkat ketelitiannya lebih tinggi dibandingkan penggaris.
Ketelitian yang dimiliki jangka sorong adalah 0,01 cm, dengan begitu skala terkecil jangka sorong adalah 0,01 cm atau 0,1 mm. Sedangkan, penggaris memiliki tingkat ketelitian 0,1 cm, dengan skala terkecil 0,1 cm atau 1 mm.
Baca Juga: Cara Membaca Mikrometer Sekrup Sebagai Alat Ukur Dengan Benar dan Mudah
Bagian-bagian Jangka Sorong
Untuk memahami masing-masing dari bagian jangka sorong, kamu bisa cek poin-poin berikut ini.
1. Rahang Dalam
Rahang dalam terdiri dari rahang atap tetap dan rahang geser atas. Rahang atap tetap tidak bisa digeser, sementara rahang geser atas bisa digeser-geser untuk menyesuaikan ukuran bendanya.
Rahang ini digunakan untuk mengukur diameter dalam. Misalnya, jika kamu ingin mengukur diameter dalam cincin.
2. Rahang Luas
Rahang luar juga terdiri dari rahang tetap dan geser. Fungsinya untuk mengukur diameter luar, panjang, atau lebar suatu benda. Contohnya, lebar balok.
3. Tangkai Ukur Kedalaman
Tangkai ukur kedalaman berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu benda. Contohnya, ketika kamu mau mengukur kedalaman gelas atau silinder.
4. Skala Utama
Skala utama berfungsi untuk menyatakan hasil ukuran dengan cm sebagai satuannya.
5. Skala Nonius
Skala nonius berfungsi untuk menambahkan tingkat akurasi pengukuran, dengan mm sebagai satuannya.
6. Baut Pengunci
Baut pengunci berfungsi sebagai penahan atau mengunci objek supaya nggak lepas dan bergeser saat pengukuran.
Jenis Jangka Sorong
Jangka sorong memiliki berbagai jenis yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Jangka Sorong Manual
Jangka sorong manual atau vernier caliper adalah jenis jangka sorong yang mempunyai 2 skala, yakni skala pertama yang berada pada rahang tetap dan skala nonius atau vernier yang berada pada rahang geser. Jangka sorong ini punya tingkat ketelitian ialah 0,1 mm.
2. Jangka Sorong Analog
Jangka sorong analog atau dial caliper pada umumnya memiliki karakteristik yang mirip dengan jangka sorong manual, hanya saja untuk skala nonius atau vernier berbentuk analog atau jarum jam sehingga akan memudahkan dalam membaca skala nonius. Tingkat ketelitian untuk jangka sorong jenis ini adalah 0,05 mm.
3. Jangka Sorong Digital
Jangka sorong digital atau digital caliper berbentuk layar digital. Jangka sorong ini mempunyai fungsi yang sama dengan jangka sorong analog. Sementara secara bentuk, jangka sorong ini memiliki bentuk yang sama dengan jangka sorong manual.
Bedanya adalah, untuk skala noniusnya berbentuk layar digital dimana hasil pengukuran langsung terbaca pada layar tersebut sehingga penggunaanya jauh lebih mudah dari dua jenis jangka sorong sebelumnya. Tingkat ketelitian jangka sorong ini mencapai 0,01 mm.
4. Jangka Sorong Alur Dalam
Jangka sorong alur dalam (inside grove caliper) memiliki bentuk rahang yang lebih panjang dari rahang jangka sorong manual.
Kegunaan jangka sorong ini adalah untuk mengukur diameter dalam suatu tabung yang memiliki bentuk berlekuk-lekuk, seperti toples dan botol.
Cara Menghitung Jangka Sorong
Berikut cara menghitung jangka sorong:
Ada 2 skala di jangka sorong, yaitu: skala utama yang bernilai cm dan skala nonius yang bernilai 1/10 mm.
Lihat angka 0 di skala nonius. Garis di skala utama yang ada tepat di belakang angka 0 di skala nonius merupakan nilai ukur dari skala utamanya.
Usai mendapatkan nilai ukur dari skala utama, tentukan garis yang berhimpitan di antara skala utama dengan skala nonius untuk membaca juga nilai ukur dari skala nonius. Garis yang berhimpitan di skala nonius adalah nilai ukur dari skala noniusnya.
Jumlahkan hasil nilai ukur dari skala utama dan nilai ukur dari skala noniusnya auntuk mendapatkan panjang objek.
Mengutip dari modul Fisika kelas X Besaran dan Pengukuran oleh Saroji, untuk menentukan nilai skala terkecil (NST) jangka sorong, kamu dapat menggunakan rumus:
NST = nilai skala terkecil dari skala utama : jumlah skala nonius
Misalnya, pada sebuah jangka sorong jarak skala 4 dan 5 adalah 1 cm, dan antara skala 4 dan 5 terdapat 10 garis skala. Maka nilai skala terkecil skala utamanya adalah 1 cm : 10 = 0,1 cm
Selanjutnya, perhatikan skala nonius. Pada skala nonius terdapat 50 garis skala. Maka NST jangka sorong tersebut adalah:
NST = 0,1 cm : 50
= 0,002 cm
= 0,02 mm
Adapun cara membaca jangka sorong adalah sebagai berikut:
Skala Utama; skala utama adalah skala yang tertera pada rahang tetap dibaca mulai dari angka nol pada rahang tetap sampai skala atau angka didepan skala nol pada skala nonius (rahang geser).
Skala Nonius; skala nonius adalah skla yang terbaca pada rahang geser. Carilah skala Nonius yang berhimpit (segaris lurus) dengan skala utama, kemudian dikalikan dengan skala terkecil atau skala nonius jangka sorong.
Contoh Soal
Berikut beberapa contoh soal berkaitan dengan jangka sorong yang bisa kamu kerjakan untuk melatih kemampuan.
Contoh Soal 1.
Hasil pengukuran dari jangka sorong yang skala utamanya 4,1 cm dan skala noniusnya 6 cm adalah ....
Jawaban
Diketahui:
Skala utama = 4,1 cm.
Skala nonius = 6 cm.
Hasil pengukuran:
x = skala utama + (skala nonius x 0,01) cm
x = 4,1 + (6 x 0,01) cm
x = 4,1 + 0,06 cm
x = 4,16 cm
Jadi, hasil pengukuran dari jangka sorong tersebut adalah 4,16 cm.
Contoh Soal 2
Berapa hasil pengukuran gambar contoh soal di atas dalam satuan sentimeter?
Jawaban:
Pembacaan skala utama adalah 10 cm (angka 10 didapatkan karena posisinya persis berseberangan dengan angka nol di skala vernier bagian kanannya).
Pembacaan skala vernier atau skala nonius adalah 0,02 cm (didapat dari garis kedua setelah nol di skala vernier tepat lurus dengan garis di sebelah atasnya).
Jadi, hasil pengukuran gambar contoh soal 1 di atas adalah 10 cm + 0,02 cm = 10,02 cm.
Contoh Soal 3.
Tentukan hasil perhitungan akhir dari pengukuran diatas dalam satuan millimeter!
Jawaban:
Pembacaan skala utama= 1,1 cm atau 11 mm (terdapat satu garis setelah angka 1 pada skala utama yang persis berseberangan dengan angka nol pada skala vernier disebelah kanannya).
Pembacaan skala vernier/ skala nonius= jika dilihat dengan seksama, garis pada skala vernier yang tepat lurus dengan garis diatasnya merupakan garis antara 6 dan 7.
Jadi, skala vernier yang terukur adalah 0,65 mm. Didapat, hasil pengukuran panjang baut adalah 11 mm + 0,65 mm = 11,65 mm
Contoh Soal 4.
Di bawah ini merupakan fungsi dari jangka sorong, kecuali ...
A. Mengukur kedalaman gelas.
B. Menghitung diameter cincin.
C. Mengukur kedalaman sumur.
D. Menghitung lebar pensil.
E. Mengukur tebal buku.
Jawaban:
Fungsi jangka sorong adalah mengukur ketebalan atau diameter luar, rongga atau diameter bagian dalam, dan kedalaman suatu benda. Sayangnya, ukuran maksimum jangka sorong adalah 20 cm.
Jadi, jangka sorong tidak mungkin bisa digunakan untuk mengukur kedalaman sumur. Sehingga, jawaban yang paling tepat adalah C. Mengukur kedalaman sumur.
(DEL)
