Cara Menghitung Kepadatan Penduduk Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui cara menghitung kepadatan penduduk Indonesia dapat menjadi tolak ukur bagi suatu negara terhadap pertumbuhan penduduknya. Semakin padat sebuah pemukiman, semakin banyak juga laju pertumbuhan penduduknya. Indonesia terdiri dari 38 provinsi dan merupakan salah satu negara terbesar di dunia.
Mengutip dari buku Statistik Indonesia “Statistical Yearbook of Indonesia 2024 Volume 52”, Badan Pusat Statistik BPS -Statistics Indonesia, (2024:5), Indonesia terletak di lima pulau besar dan empat kepulauan yaitu Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
Lalu kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nusa Tenggara (Sunda Kecil), dan Maluku, dengan kurang lebih 281.603,8 juta jiwa dan luas wilayah 1.905 juta km persegi.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk memiliki arti suatu keadaan di mana semakin padatnya jumlah manusia atau penduduk di suatu batas ruang tertentu atau wilayah dibandingkan dengan ruang atau wilayah itu sendiri.
Luas wilayah tidak dapat mencukupi kebutuhan penduduk akan ruang pemukiman.
Kondisi yang tidak terkendali ini akan mengakibatkan dampak buruk terhadap lingkungan dan semakin terbatasnya sumber daya pokok, kurangnya fasilitas dan kesehatan hingga tidak terpenuhinya lapangan pekerjaan. Untuk itu kepadatan penduduk perlu dikendalikan
Rumus Menghitung Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan berapa banyak jumlah penduduk di dalam suatu wilayah atau negara. Angka tersebut dapat berubah, meskipun wilayah tetap sama.
Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, untuk itu menghitung kepadatan penduduk perlu dilakukan secara berkala. Berikut adalah rumus menghitung kepadatan penduduk di Indonesia berdasarkan jenisnya:
Kepadatan Penduduk Kasar atau Aritmatik
Kepadatan penduduk kasar atau aritmetik adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk dalam suatu negara atau wilayah tertentu.
Satuannya yang paling sering digunakan untuk menggambarkan angka tersebut yaitu orang per hektar (ha) atau orang per km persegi.
Rumusnya yaitu:
KP = P/L
Keterangan:
KP: Kepadatan penduduk kasar dengan satuan orang per hektar atau orang per km persegi.
P: Jumlah penduduk.
L : Luas lahan.
Contoh soal:
Di suatu daerah kependudukan di tahun 2018 berjumlah 2.000.000 jiwa. Luas wilayahnya adalah 100.000 km2. Berapakah angka kepadatan penduduknya?
Angka kepadatan dapat dicari sebagai berikut:
KP = P/L
KP = 2.000.000/100.000
KP = 20 orang per km persegi.
Jadi angka kepadatan penduduk di wilayah tersebut yaitu 20 orang per kilometer persegi.
Kepadatan Penduduk Fisiologis
Kepadatan penduduk fisiologis adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah atau banyaknya penduduk dengan luas sebuah lahan pertanian. Rumusnya hampir sama dengan aritmeka, hanya saja pembandingnya secara spesifik adalah lahan pertanian bukan wilayah.
Rumusnya yaitu:
KP = P/Lt
Keterangan:
KP = kepadatan penduduk kasar dengan satuan orang/ha atau orang/km persegi
P = jumlah penduduk
Lt= luas lahan pertanian
Contoh soal:
Pada suatu wilayah A terdapat 30 juta penduduk, 8 juta diantaranya adalah karyawan, 5 jutanya adalah pengusaha, 4 jutanya merupakan petani dan sisanya adalah buruh dan pengangguran.
Luas wilayah A adalah 800.000 km persegi, dengan luas wilayah pertanian 150.000 km2. Berapakah kepadatan penduduk fisiologisnya?
Angka kepadatan fisiologisnya dapat dicari sebagai berikut:
KP = P/ Lt
KP = 30.000.000/150.000
KP = 200 orang per km persegi.
Jadi angka kepadatan penduduk fisiologisnya di wilayah tersebut yaitu 200 orang per kilometer persegi.
Kepadatan Penduduk Agraris
Kepadatan penduduk agraris adalah angka yang menunjukkan perbandingan jumlah atau banyaknya penduduk petani dengan luas sebuah lahan pertanian. Rumusnya hampir sama dengan fisiologia, hanya saja jumlah penduduk mengacu pada petani.
Rumusnya yaitu:
KPa = Pt/Lt
Keterangan:
KPa: Kepadatan Penduduk Agraris dengan satuan orang per hektar atau orang per km persegi.
Pt: Jumlah penduduk petani.
Lt: Luas lahan pertanian.
Contoh soal:
Kependudukan di daerah B tahun 2020 adalah 6.000.000 dan yang berprofesi sebagai petani yaitu sebanyak 2.500.000. Luas wilayah daerah tersebut yaitu 300.000 km2, dan wilayah pertaniannya yaitu 100.000 km persegi. Berapakah kepadatan penduduk agrarisnya?
Angka kepadatan agrarisnya dapat dicari sebagai berikut:
KP = Pt/ Lt
KP = 2.500.000/100.000
KP = 25 orang petani per km persegi.
Jadi angka kepadatan penduduk agrarisnya di wilayah tersebut yaitu 25 orang petani per kilometer persegi.
Cara Menghitung Kepadatan Penduduk di Indonesia
Setelah mengetahui bagaimana rumusnya, berikut ini adalah cara menghitung kepadatan penduduk Indonesia.
Data dari badan pusat statistik menunjukkan bahwa penduduk Indonesia berjumlah kurang lebih 281.603,8 juta jiwa dan luas wilayahnya yaitu 1.905 juta km2. Berikut adalah perhitungannya:
Kepadatan Penduduk Kasar atau Aritmatik
KP = P/L
KP = 281.603,8 juta jiwa/1.905 juta km2
KP = 147,823 jiwa per km2
Jadi jika ditotal kepadatan penduduk kasar di negara Indonesia yaitu sekitar kurang lebih 147,823 jiwa per km2.
Kepadatan Penduduk Fisiologis
Dikutip dari pertanian.kulonprogokab,go.id total luas lahan pertanian di Indonesia saat ini yaitu seluas 70 juta hektar (ha), namun yang efektif untuk produksi pertanian yaitu hanya 45 juta hektar (ha). Perhitungan kepadatan penduduk fisiologisnya yaitu sebagai berikut:
KP = P/Lt
KP = 281.603,8 juta jiwa/45 juta hektar.
KP = 6.257,8 jiwa per hektar.
Jadi, jika ditotal kepadatan penduduk fisiologis di negara Indonesia yaitu sekitar kurang lebih 6.257,8 jiwa per hektar.
Kepadatan Penduduk Agraris
Dikutip dari bps.go.id, jumlah petani yang ada di Indonesia yaitu Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebanyak 29.342.202 jiwa dan jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian sebanyak 28.419.398 jiwa jika ditotal berjumlah sekitar 57.761.600 jiwa, sehingga perhitungannya kepadatan penduduk agrarisnya yaitu sebagai berikut:
KPa = Pt/Lt
KPa = 57.761.600/45.000.000
KPa = 1.283,5 jiwa per km2/ha.
Jadi jika ditotal kepadatan penduduk agraris di negara Indonesia yaitu sekitar kurang lebih 1.283,5 jiwa per km2/ha.
Faktor Penyebab Kepadatan Penduduk
Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk, yaitu:
Fisiografis atau keadaan wilayah, menjadi salah satu penentu manusia atau penduduk untuk menetap dalam wilayah tersebut. indikator fisiografis dapat berupa letak ketinggian, kesuburan tanah, ketersediaan air, iklim, dan kondisi sumber daya. Penduduk akan lebih banyak menetap di dataran rendah dibandingkan dengan dataran tinggi.
Ekonomi, wilayah yang memiliki perekonomian atau pertumbuhan ekonomi yang tinggi menarik pendatang lebih banyak. Faktor seperti gaji yang lebih tinggi, ketersediaan pekerjaan yang lebih banyak dan lain sebagainya. Contohnya seperti di Ibu kota, pemukiman semakin padat karena banyak pendatang dari luar kota yang mengadu Nasib atau bekerja di wilayah dengan ekonomi tinggi.
Sosial budaya, keadaan dengan lingkungan sosial yang kondusif dan aman akan menarik banyak pendatang menetap di wilayah tersebut. Selain itu budaya juga turut mempengaruhi, budaya yang lebih modern dibanding dengan pedesaan jauh lebih lebih menarik untuk dijadikan pilihan masyarakat untuk tinggal.
Pertumbuhan penduduk tinggi, angka kelahiran yang tinggi atau migrasi yang masuk dapat menjadi penyebab padatnya penduduk di suatu negara atau wilayah.
Cara Mengatasi Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk di suatu wilayah dapat diatasi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Melakukan pengendalian penduduk dengan mengeluarkan kebijakan keluarga berencana.
Memberikan pendidikan seksual, insentif dan disinsentif bagi jumlah anak dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak kepadatan penduduk.
Membuat peraturan pemerintah yang mengatur mengenati imigrasi dan emigrasi.
Melaksanakan program trasmigrasi penduduk.
Melaksanakan pemerataan pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah, tidak hanya di kota-kota besar.
Melengkapi sarana dan prasarana hingga ke pelosok desa.
Mengurangi emisi gas rumah kaca, mengelola sampah dan limbah dengan efektif dan mengingkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Penyebaran dan pendirian pusat industri dan perdagangan secara masif di berbagai daerah, tidak hanya di kota-kota besar.
Dampak Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk dapat memberikan dampak positif maupun negatif, sebagai berikut
Dampak positif yaitu meningkatnya produktivitas karena banyak tenaga kerja yang terampil, meningkatnya inovasi karena banyak persaingan dan kolaborasi antar individu dan kelompok. Dan terakhir kesejahteraan karena banyaknya distribusi dan akses sumber daya.
Dampak negatif yaitu menurunnya kualitas lingkungan tempat tinggal karena pencemaran udara, air, tanah akibat ulah manusia. Menurunnya kesehatan karena banyak penyebaran penyakit menular akibat kontak fisik dan sanitasi yang buruk. Keamanan karena adanya konflik sosial akibat persaingan dan menurunnya ketahanan pangan akibat konsumsi yang tinggi.
Baca Juga: Hubungan Jumlah Penduduk, Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan Pengangguran
Demikian bagaimana cara menghitung kepadatan penduduk Indonesia dan faktor-faktor lainnya mengenai kepadatan penduduk. Pentingnya edukasi mengenai ini perlu diterapkan oleh pemerintah agar Indonesia menjadi negara yang jauh lebih berkembang dan maju! (Mit)
