Cara Menghitung Weton dan Penafsirannya sesuai Kalender Jawa

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalender Jawa digunakan untuk menentukan berbagai macam kegiatan penting. Salah satu penanggalan Jawa dapat dilihat berdasarkan weton atau neptu. Cara menghitung weton cukuplah mudah.
Dikutip dari buku Karakter, Weton, Dan Non Performing Financing karya Tri Hendrik Ikwandoyo, SM., ME, (2024: 5), istilah weton dari bahasa Jawa “wetu” yang bermakna keluar atau lahir. Weton adalah hari kelahiran, atau gabungan antara hari dan pasaran saat bayi dilahirkan ke dunia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Menghitung Weton
Masyarakat Indonesia, khususnya Jawa memiliki kepercayaan dan tradisi terhadap kalender Jawa yang digunakan untuk menentukan hari baik sebelum melaksanakan berbagai macam kegiatan.
Kalender ini dikenal dengan weton atau neptu. Weton adalah istilah dalam tradisi masyarakat Jawa yang merujuk pada hari lahir seseorang berdasarkan kombinasi hari dalam kalender Jawa dan pasaran (siklus lima hari dalam kalender Jawa).
Weton adalah kombinasi dari hari dalam minggu dan pasaran dalam kalender Jawa. Sistem ini digunakan untuk berbagai tujuan, seperti menentukan hari baik, kecocokan jodoh, dan ramalan karakter.
Sistem ini menggabungkan tujuh hari dalam seminggu (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Cara menghitung weton cukuplah mudah, seseorang tinggal menggabungkan hari lahir dengan tentukan pasarannya, kemudian digabungkan.
Misalnya seseorang lahir hari Minggu, dan dengan pasaran Pon. Maka wetonnya adalah Minggu Pon. Setiap kombinasi memiliki makna tertentu dalam primbon Jawa.
Misalnya, Selasa Kliwon dianggap memiliki karakteristik tertentu yang dipercaya memengaruhi nasib atau perjalanan hidup seseorang.
Karakter menurut Weton
Dalam tradisi Jawa, weton juga digunakan untuk membaca kepribadian atau karakter seseorang. Kombinasi hari dan pasaran memberikan gambaran sifat bawaan seseorang menurut primbon Jawa. Berikut adalah karakter seseorang menurut weton.
1. Ahad (Minggu)
Wage: Lakuning Angin (Satriya Wibawa)
Kliwon: Lakuning Lintang (Lebu Katiyup Angin)
Legi: Aras Pepet (Sumur Sinaba)
Pahing: Lakuning Rembulan (Wasesa Segara)
Pon: Aras Kembang (Bumi Kapetak)
2. Senen (Senin)
Wage: Lakuning Bumi (Lebu Katiyup Angin)
Kliwon: Aras Kembang (Satria Wirang)
Legi: Lakuning Angin (Tunggak Semi)
Pahing: Lakuning Lintang (Bumi Kapetak)
Pon: Aras Tuding (Sumur Sinaba)
3. Slasa (Selasa)
Wage: Lakuning Geni (Wasesa Segara)
Kliwon: Aras Tuding (Sumur Sinaba)
Legi: Lakuning Geni (Wasesa Segara)
Pahing: Aras Kembang (Satriya Wirang)
Pon: Aras Pepet (Satriya Wibawa)
4. Rebo (Rabu)
Wage: Lakuning Banyu (Wasesa Segara)
Kliwon: Lakuning Srengenge (Lebu Katiyup Angin)
Legi: Aras Kembang (Sumur Sinaba)
Pahing: Lakuning Banyu (Wasesa Segara)
Pon: Lakuning Rembulan (Bumi Kapetak)
5. Kemis (Kamis)
Wage: Aras Kembang (Tunggak Semi)
Kliwon: Lakuning Banyu (Bumi Kapetak)
Legi: Lakuning Lintang (Satriya Wibawa)
Pahing: Lakuning Bumi (Lebu Katiyup Angin)
Pon: Lakuning Srengenge (Satria Wirang)
6. Jemuwah (Jumat)
Wage: Aras Pepet (Sumur Sinaba)
Kliwon: Lakuning Rembulan (Wasesa Segara)
Legi: Aras Tuding (Satriya Wirang)
Pahing: Lakuning Srengenge (Tunggak Semi)
Pon: Lakuning Lintang (Lebu Katiyup Angin)
7. Setu (Sabtu)
Wage: Lakuning Lintang (Satriya Wirang)
Kliwon: Lakuning Bumi (Tunggak Semi)
Legi: Lakuning Rembulan (Bumi Kapetak)
Pahing: Lakuning Geni (Satriya Wibawa)
Pon: Lakuning Banyu (Wasesa Segara)
Cara Menghitung Weton Jodoh
Masyarakat Jawa dalam menentukan jodoh atau tidak menggunakan weton. Berikut dasar perhitungan Neptu dengan masehi:
Senin: 4
Selasa: 3
Rabu: 7
Kamis: 8
Jumat: 6
Sabtu: 9
Minggu: 5
Dasar perhitungan Neptu dengan hari Jawa
Legi: 5
Pahing: 9
Pon: 7
Wage: 4
Kliwon: 8
Cara menghitung weton dilakukan dengan menjumlahkan hari kelahiran dengan pasaran.
Seperti menghitung untuk acara pernikahan, seorang laki-laki lahir pada Jumat Kliwon, maka 6 + 8 = 14. Atau seorang perempuan yang lahir hari Minggu Pon, maka 5 + 7 = 12. Jika dijumlahkan maka 14 + 12 = 26.
Kemudian setelah mengetahui jumlah dapat dicocokkan dengan rumus yang sudah baku berikut ini:
Pegat atau cerai (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)
Ratu atau harmonis (2, 11, 20, 29)
Jodoh (3, 12, 21, 30)
Tapa atau kesulitan (4, 13, 22, 31)
Tinari atau berbahagia (5, 14, 23, 32)
Padu atau sering bertengkar (6, 15, 24, 33)
Sujanan atau perselingkuhan (7, 16, 25, 34)
Pesthi atau rukun (8, 17, 26, 35).
Arti dari Perhitungan Weton Jodoh
Berikut adalah arti dari perhitungan weton jodoh yang perlu diketahui:
1. Pegat (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)
Jika jumlah neptu weton atau pasangan termasuk dalam kategori ini, hubungan dianggap rawan masalah. Ramalan ini menunjukkan bahwa seseorang dan pasangan kemungkinan akan menghadapi berbagai kendala dalam kehidupan bersama.
2. Ratu (2, 11, 20, 29)
Kategori ini melambangkan keberuntungan besar dalam hubungan. Seseorang dan pasangan diramalkan sebagai jodoh sejati, memiliki hubungan yang harmonis, bahagia, dan serasi. Bahkan, hubungannya dapat membuat orang lain iri karena kemesraan yang terlihat.
3. Jodoh (3, 12, 21, 30)
Jika jumlah neptu weton masuk dalam kategori ini, seseorang dan pasangan diprediksi adalah jodoh yang cocok. Kehidupan rumah tangganya akan rukun dan harmonis. Dengan hasil ini, dapat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan dengan keyakinan.
4. Topo (4, 13, 22, 31)
Angka neptu ini menunjukkan kemungkinan adanya kesulitan di awal pernikahan. Meski demikian, tantangan ini dapat diatasi dengan usaha dan kerja sama antara dengan pasangan.
5. Tinari (5, 14, 23, 32)
Kategori ini membawa kabar baik. Seseorang dan pasangan diramalkan akan hidup bahagia dengan rezeki yang lancar serta kemudahan dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
6. Padu (6, 15, 24, 33)
Angka neptu ini menunjukkan potensi perdebatan dalam hubungan. Meskipun sering terjadi perselisihan, hubungannya dengan pasangan tidak akan berujung pada perceraian.
7. Sujanan (7, 16, 25, 34)
Jika hasil perhitungan termasuk kategori ini, ada potensi pertengkaran besar dalam rumah tangga, yang disebabkan oleh ancaman seperti perselingkuhan. Penting untuk tetap berhati-hati dan menjaga komunikasi.
8. Pesthi (8, 17, 26, 35)
Kategori ini menandakan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan damai. Seseorang dan pasangan akan hidup rukun, membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Makna Dasar Weton
Gawan atau watak bawaan yang tercermin dari weton seseorang memiliki makna tersendiri. Setiap weton mencerminkan karakteristik dasar yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasan tentang makna dasar dari watak berdasarkan weton seseorang.
Aras Tuding (telunjuk jari): Sering ditunjuk atau dipercaya dalam berbagai hal.
Aras Kembang (bunga): Memiliki daya tarik yang memesona dan mampu memikat hati lawan jenis.
Lakuning Lintang (bintang): Hati yang lemah, cenderung kesepian, sering merasa sengsara, dan sulit menetap dalam pekerjaan atau tempat tinggal.
Lakuning Rembulan (bulan): Bersifat simpatik, menarik, dan menyenangkan bagi orang di sekitarnya.
Lakuning Srengenge (matahari): Berwibawa, membawa cahaya dan inspirasi bagi orang lain.
Lakuning Banyu (air): Tenang, fleksibel, selalu tahu ke mana harus bergerak untuk mendapatkan rezeki, dengan perencanaan yang matang.
Lakuning Bumi (bumi): Pemurah, mudah memaafkan, dan menjadi pelindung bagi orang lain.
Lakuning Geni (api): Berani, emosional, mudah marah, tetapi penuh semangat.
Lakuning Angin (angin): Mahir memikat hati orang, tetapi bisa menakutkan ketika marah.
Aras Pepet atau Lakuning Pandhita Sakti (pertapa sakti): Hidup prihatin, penuh penderitaan, serba kekurangan, dan keinginan yang sulit tercapai.
Wasesa Segara (samudra): Pemurah, pemaaf, berwibawa, dan penuh tanggung jawab.
Tunggak Semi (tunggak yang tumbuh kembali): Rezeki selalu ada dan penghasilan terjamin.
Satriya Wibawa (kesatria berwibawa): Dihormati karena keluhuran dan kemuliaannya.
Sumur Sinaba (sumur tempat belajar): Dicari banyak orang karena kebijaksanaan, petuah, dan pengetahuan yang luas.
Bumi Kapetak (bumi terbelah): Rajin bekerja, tahan menghadapi penderitaan, hidup rapi dan bersih, tetapi cenderung menyimpan dendam. Solusi untuk mengurangi pengaruh negatifnya adalah dengan menanam atau mengubur tanah.
Satriya Wirang (kesatria ternoda): Berbudi luhur, tetapi sering dipermalukan dan kurang dihormati. Solusinya adalah dengan mengeluarkan darah, misalnya menyembelih ayam atau kambing.
Lebu Katiyup Angin (debu tertiup angin): Hidup serba kekurangan, jauh dari keberuntungan, dan sulit maju dalam pekerjaan atau usaha. Sarana untuk menolak pengaruh buruk ini adalah dengan menyebarkan debu.
Baca Juga: 45 Harapan dan Doa untuk Hari Ibu yang Menyentuh Hati
Itulah cara menghitung weton dalam penafsiran kalender Jawa. Menghitung weton dalam tradisi Jawa dilakukan dengan menjumlahkan neptu hari dan neptu pasaran seseorang berdasarkan tanggal lahirnya. (Umi)
