Konten dari Pengguna

Cara Mengukur Tegangan Baterai Motor Listrik Menggunakan Multimeter

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengecek tegangan baterai motor listrik menggunakan multimeter. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengecek tegangan baterai motor listrik menggunakan multimeter. Foto: Unsplash.

Ada pendapat yang menyebut baterai motor listrik rentan mengalami kerusakan sehingga harus rutin dicek untuk mengetahui kondisinya. Cara mengukur tegangan baterai motor listrik bisa dilakukan sendiri di rumah.

Sekarang ini, banyak orang beralih menggunakan motor listrik karena lebih ramah lingkungan. Motor listrik tidak menghasilkan emisi sehingga dapat mengurangi polusi udara.

Selain dari aspek lingkungan, kendaraan ini juga cukup menguntungkan dari segi ekonomis. Pengguna tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli bensin. Sebab, motor ini beroperasi menggunakan daya listrik yang disimpan dalam baterai.

Meski begitu, pengguna mesti mengetahui bahwa baterai motor listrik rentan mengalami kerusakan. Karena itu, penting untuk melakukan pengecekan secara berkala, termasuk soal tegangan baterainya. Bagaimana cara mengukur tegangan baterai motor listrik?

Cara Mengukur Tegangan Baterai Motor Listrik

Ilustrasi cara mengecek tegangan baterai motor listrik menggunakan multimer. Foto: Pixabay.

Pengecekan kondisi baterai motor listrik dapat dilakukan sendiri di rumah. Pengguna hanya perlu mengukur tegangan atau voltase baterai menggunakan multimeter.

Multimeter merupakan salah satu jenis alat ukur listrik. Dalam buku Dasar Listrik dan Elektronika (2018) oleh Ratih Listiyarini, multimeter dapat dipakai untuk mengetahui tiga besaran listrik sekaligus.

Ketiga besaran listrik tersebut adalah arus listrik (ampere), tegangan (voltase), dan hambatan atau resistansi (ohm). Karena itu, alat ini juga kerap disebut dengan avometer.

Pada umumnya, terdapat dua jenis multimeter yang ada di pasaran, yakni multimeter analog dan multimeter manual. Perbedaan utama dua jenis alat ukur ini ada pada tampilan layarnya.

Hasil multimeter analog menggunakan jarum untuk menunjuk hasilnya. Sementara hasil pengukuran multimeter digital ditampilkan dalam bentuk angka sehingga lebih akurat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pengguna sebelum menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan baterai. Salah satunya memahami komponen multimeter.

Secara garis besar, komponen multimeter terdiri dari 3 bagian, yakni layar untuk menampilkan hasil, saklar atau selektor untuk menentukan jangkauan ukur, dan probe atau kabel untuk menghubungkan multimeter dengan benda yang akan diukur.

Selain itu, posisi saklar jangkauan ukur juga perlu diperhatikan. Pastikan posisinya berada pada ACV dengan batas ukur 250 ACV atau lebih sebelum atau sesudah digunakan.

Di bawah ini akan dijelaskan bagaimana cara mengukur tegangan baterai motor listrik:

  1. Baca dengan teliti manual book atau petunjuk penggunaan multimeter.

  2. Copot baterai motor listrik untuk mempermudah proses pengukuran. Apabila baterai tidak bisa dilepas, posisikan motor dalam keadaan stabil.

  3. Atur saklar pada fungsi pengukur voltase ACV/DCV. Setelah itu, pilih skala batas ukur berdasarkan besaran voltase baterai. Pada pengukuran DCV, atur saklar pada batas ukur (range) yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur.

  4. Setelah itu, tempelkan probe (kabel) multimeter ke terminal baterai. Probe merah untuk terminal positif (+) dan probe hitam untuk terminal negatif (-). Pastikan agar posisinya tidak terbalik agar hasilnya bisa diketahui.

  5. Tahan probe selama beberapa saat dan baca hasilnya pada layar multimeter.

(GLW)