Konten dari Pengguna

Cara Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Alat Reproduksi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Foto: Getty Images.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Foto: Getty Images.

Sangat penting untuk mengetahui cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Terlebih ketika seseorang telah mengalami pubertas dan mulai menginjak usia dewasa.

Pubertas adalah masa ketika seseorang mengalami perubahan baik secara fisik maupun mental yang disebabkan oleh perubahan hormon. Pada laki-laki, masa pubertas terjadi semenjak mengalami mimpi basah. Sedangkan pada perempuan ditandai dengan menstruasi atau haid.

Ciri perubahan tersebut termasuk ke dalam perubahan primer ketika memasuki masa pubertas. Mengutip dari e-Book berjudul Ada yang Berubah pada Diriku yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ciri-ciri perubahan sekundernya dapat diketahui sebagai berikut ini.

Perubahan pada Laki-Laki

  • Tumbuh jakun

  • Tumbuh kumis dan janggut

  • Tumbuh rambut-rambut halus di ketiak dan organ kelamin

  • Organ kelamin membesar

  • Suara berubah menjadi berat

  • Dada tampak bidang

  • Bau tubuh

Perubahan pada Perempuan

  • Tumbuh rambut-rambut halus di ketiak dan organ kemaluan

  • Payudara mulai membesar

  • Pinggul mulai membesar

  • Suara menjadi lebih melengking

Ilustrasi cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Foto: Pixabay

Cara-Cara Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Alat Reproduksi

Melansir laman promkes.kemkes.go.id, cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi bagi laki-laki maupun perempuan dapat dilakukan dengan kegiatan berikut ini.

1. Memakai handuk lembut, kering, bersih, dan tak berbau atau lembap

Dalam laman ncbi.nlm.nih.gov, sebagian besar penelitian menemukan bahwa handuk kertas dapat mengeringkan tangan secara efisien, menghilangkan bakteri secara efektif, dan mengurangi kontaminasi lingkungan dari toilet atau kamar kecil.

2. Memakai celana dalam dari bahan penyerap keringat

Berdasarkan Jurnal Kesehatan Reproduksi Volume 4 Nomor 3 yang ditulis Gusti Ayu Mandriwati dan Ni Kadek Padmiyani, celana dari katun atau kaos merupakan bahan yang mudah menyerap keringat. Kebiasaan sehat menggunakan celana dalam dapat dilakukan dengan menyetrika celana setelah mencuci.

Jika tidak memungkinkan untuk menerapkannya, jemur di tempat yang aman dari paparan kuman dan diganti setiap kotor.

3. Mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari

Mengenakan pakaian dalam yang sama untuk waktu lama memiliki konsekuensi bagi kesehatan. Mikroba dan bakteri yang ada di pakaian dalam dapat menyebabkan infeksi berbahaya jika bersentuhan dengan kulit untuk waktu yang lama. Melansir laman bissellcentre.org, kebiasaan buruk tak mengganti pakaian dalam secara teratur bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal atau kanker kandung kemih.

4. Membersihkan alat kelamin dengan benar

Bagi perempuan, membersihkan alat kelamin sesudah membuang air kecil sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman pada anus tidak masuk ke dalam organ reproduksi.

Hal ini juga disampaikan dalam jurnal yang ditulis Gusti Ayu Mandriwati dan Ni Kadek Padmiyani. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi terhadap alat kelamin dari kotoran, setelah buang air besar kotoran perlu dibersihkan menggunakan sabun dan air bersih.

Pada saat membersihkan, tangan membasuh sisa atau bekas kotoran ke arah belakang, sehingga tidak menyentuh alat kelamin. Lalu, tangan menyapu kotoran yang diarahkan ke depan sehingga tidak menyentuh anus.

5. Melakukan khitan

Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agar mencegah terjadinya penyebaran penyakit menular seksual dan menurunkan risiko kanker penis.

(AMP)