Cara Menjaga Kelestarian DAS dalam Kehidupan Sehari-Hari

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai macam cara menjaga kelestarian DAS yang dapat dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kelestarian DAS perlu dijaga agar tidak merusak lingkungan.
DAS sendiri merupakan singkatan dari Daerah Aliran Sungai. Istilah ini merujuk pada seluruh aliran sungai beserta cabang-cabangnya.
Sungai merupakan salah satu perairan yang menjadi bagian dari kehidupan makhluk hidup. Untuk itu, kelestarian aliran sungai perlu dijaga.
Untuk mengetahui cara menjaga daerah aliran sungai, simak penjelasan mengenai DAS di bawah ini.
Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS)
Dikutip dari buku Pengelolaan Kawasan Sempadan Sungai yang ditulis oleh Agus Maryono, daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya.
Daerah aliran sungai memiliki fungsi utama, yaitu menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke laut.
Jadi, istilah untuk kumpulan sungai dan anak-anak sungai dikatakan sebagai sebuah Daerah Aliran Sungai atau DAS. Daerah yang memisahkan antara DAS yang satu dengan DAS yang lainnya merupakan daerah pugunungan.
Bagian-Bagian Daerah Aliran Sungai (DAS)
Pitojo Tri Juwonon dan Aris Subagiyo dalam Integrasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dengan Wilayah Pesisir menyebutkan bahwa ada beberapa bagian dari DAS.
Bagian-bagian tersebut ialah hulu, tengah, dan hilir. Ketiga bagian tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. Bagian Hulu
Hulu adalah bagian atas sungai yang terletak pada bukit atau dataran yang memiliki lereng yang cukup curam, sehingga banyak jeram. Karakteristik bagian hulu adalah:
Arus sungai cenderung deras.
Arah erosi ke dasar sungai (erosi vertikal).
Lembahnya curam dan memiliki bentuk V.
Kadang-kadang terdapat air terjun dan erosi mudik.
Tidak terjadi pengendapan (sedimentasi).
Terdapat batu-batu besar dan runcing.
2. Bagian Tengah
Bagian tengah DAS terletak di daerah yang lebih landai dibandingkan daerah hulu yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
Arus air sungai tidak begitu deras.
Erosi sungai mulai ke samping (erosi horizontal).
Aliran sungai mulai berkelok-kelok.
Mulai terjadi proses sedimentasi dan (pengendapan) karena kecepatan air mulai berkurang.
Terdapat batu-batu bersudut bulat, dengan ukuran lebih kecil dari daerah hulu.
3. Bagian Hilir
Bagian hilir adalah bagian daerah sungai yang terdapat di dataran rendah. Berikut karakteristik dari daerah hilir.
Arus air sungai tenang.
Terjadi banyak sedimentasi.
Erosi ke arah samping (horizontal).
Sungai berkelok-kelok (terjadi proses meandering).
Terkadang ditemukan meander yang terpotong sehingga membentuk kali mati/danau tapal kuda.
Di bagian muara kadang-kadang terbentuk delta.
Terdapat batu-batu kecil bersudut bulat.
Cara Menjaga Kelestarian DAS
Ada banyak cara yang bisa dilakukan manusia dalam menjaga kelestarian daerah sungai. Berikut beberapa upaya untuk menjaga kelestarian DAS, yaitu:
Menjaga kebersihan air sungai.
Tidak membuang sampah dan limbah sisa kegiatan rumah tangga dan industri di sungai.
Menghentikan kebiasaan buang air sembarangan di sungai.
Menanam pohon dan melakukan penghijauan di sekitar daerah aliran sungai yang gundul.
Melestarikan hutan di hulu sungai agar tidak terjadi longsor.
Membangun rumah-rumah, jalan raya, dan kawasan perumahan sedemikian rupa, sehingga tidak mengubah aliran air alami melalui DAS atau menyebabkan erosi, dengan demikian terlindung dari banjir musiman.
Memastikan proyek-proyek pembangunan dan pengadaan air dan sanitasi dikelola dengan baik dan demi keuntungan komunitas setempat dan lingkungannya.
(SAI)
