Cara Menulis Daftar Pustaka Buku Terjemahan dan Struktur Penulisannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Informasi cara menulis daftar pustaka buku terjemahan banyak dicari kalangan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas perkuliahan. Tujuan keberadaan daftar pustaka adalah untuk menghindari klaim plagiarisme.
Daftar pustaka adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya, yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku serta disusun berdasarkan abjad.
Daftar pustaka memiliki sebutan lain seperti referensi, rujukan, pranala, hingga sumber pustaka. Mengutip buku Bahasa Indonesia Kelas XII karya Dra. Yustinah M.Pd dkk (2006: 57), fungsi daftar pustaka dalam sebuah karya tulis yaitu:
Karya tulis menjadi terjamin validitasnya, karena disusun berdasarkan referensi yang sudah ada dan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Sebagai bentuk tanggung jawab ilmiah dan apresiasi penulis atas penggunaan ide dan gagasan karya orang lain.
Memenuhi syarat utama penyusunan karya tulis karena karya tulis wajib memiliki daftar pustaka.
Sumber penulisan yang dijadikan rujukan atau referensi bisa diperoleh dari buku terjemahan, buku eletronik (e-book) hingga buku ber-seri.
Menghimpun dalam buku Bahasa Indonesia Cendekia: Mata Kuliah Wjaib Umum oleh Mukodas (2020: 14), berikut cara-cara menulis daftar pustaka dari berbagai jenis buku
Struktur Penulisan Daftar Pustaka dari Buku
Sebelumnya, kenali terlebih dahulu struktur penulisan daftar pustaka dari buku secara umum:
Nama Belakang, Nama Depan. (Tahun). Judul Buku. Kota: Penerbit Buku.
Contoh: Hirata, Andrea. (2006). Sang Pemimpi. Yogyakarta: Bentang.
Adapun komponen-komponennya, yaitu:
1. Nama penulis
Tulis nama belakang penulis lebih dahulu, kemudian disusul dengan tanda koma, dan inisial nama depannya. Jika di dalam buku terdapat gelar-gelar penulis, maka gelar tersebut tidak perlu ditulis.
Contoh: Lestari, Dewi.
Jika ada dua atau lebih nama penulis yang tercantum di sumber acuan, hanya nama penulis pertama yang dibalik, dan sisanya tidak perlu. Jangan lupa untuk menambahkan "dan" di antara pengarang kedua dan ketiga.
Contoh: Lestari, Dewi. Marta Susilo., dan Selo Soemardjan.
Jika penulis buku acuan yang digunakan lebih dari tiga penulis, maka tulis nama pengarang pertama dengan dibalik, dan ditambah "dkk" (dan kawan-kawan).
Contoh: Lestari, Dewi dkk.
2. Tahun terbit
Setelah menuliskan nama penulis, tuliskan tahun terbit buku yang dijadikan sebagai acuan, dan diikuti dengan tanda buka kurung sekaligus tutup kurung.
Contoh: Hirata, Andrea. (2006).
3. Judul buku
Setelah menuliskan nama penulis dan tahun terbit, tuliskan judul buku yang dipakai. Perlu diingat,judul ditulis miring atau italic.
Contoh: Hirata, Andrea. (2006). Sang Pemimpi.
4. Tempat terbit
Tuliskan tempat terbit buku yang dijadikan sebagai referensi, lalu diikuti dengan tanda titik dua.
Contoh: Hirata, Andrea. (2006). Sang Pemimpi. Yogyakarta:
5. Nama penerbit
Rangkaian terakhir dalam menuliskan sebuah daftar pustaka yang diambil dari buku adalah nama penerbit.
Contoh: Hirata, Andrea. (2006). Sang Pemimpi. Yogyakarta: Bentang.
Agar lebih memahaminya, berikut cara menulis daftar pustaka buku terjemahan dan berbagai jenis buku lainnya.
1. Buku Terjemahan
Jika buku yang dijadikan referensi merupakan buku terjemahan, maka tuliskan:
Nama pengarang asli. (Tahun terbit). Judul buku dan inisial penerjemah diikuti nama penerjemah. Tempat terbit: nama penerbit terjemahan.
Contoh: Doe, John. (2006). Sistem Informasi dan Komunikasi. (M. Harianto, Terjemahan). Jakarta: Gramedia.
2. E-Book (Buku Elektronik)
Jika menggunakan buku yang hanya bisa diakses secara daring (online) atau menggunakan E-book, maka daftar pustaka cukup dituliskan dengan:
Nama belakang penulis, Inisial. (Tahun terbit). Judul buku. Tempat terbit: Penerbit. Tersedia dari nama database atau url.
Contoh: Willmott, W. (2004). Rocks and landscapes of the national parks of Southern Australia (4th ed). Brisbane: Geological Society of Australia, Queensland Division. Tersedia dari NetLibrary database.
Namun, jika link yang diberikan hanya mengarahkan pembaca pada bagaimana cara mengakses buku tersebut, bukan membukanya secara daring, maka tuliskan “tersedia dalam”.
3. Buku Ber-seri
Jika buku yang dijadikan referensi terdiri dari beberapa seri, maka tulis di daftar pustaka dengan urutan:
Nama belakang penulis, Inisial. (Tahun terbit). Judul buku. Nama Seri. Tempat publikasi:Penerbit.
Contoh: Friedman, S. & Wachs, T.D. (Eds). (1999). Measuring environment across the lifespan: Emerging methods and the concepts. Series in affective science. Washington, D.C.: American Psychology Association.
(VIO)
