Konten dari Pengguna

Cara Menyusui yang Benar bagi Ibu Baru Menurut IDAI dan Kemenkes

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menyusui yang benar bagi ibu baru. Foto: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menyusui yang benar bagi ibu baru. Foto: Shutterstock.

ASI mengandung berbagai nutrisi penting bagi pertumbuhan bayi. Agar proses tumbuh kembang buah hati maksimal, seorang ibu perlu memahami cara menyusui yang benar.

Menyusui merupakan proses alami yang akan dialami seorang ibu. Namun nyatanya, aktivitas ini tidak mudah dilakukan, terutama bagi perempuan yang baru menjadi ibu.

Proses menyusui bagi ibu baru seringkali disertai dengan berbagai kendala, seperti payudara bengkak, lecet pada puting, hingga ASI yang tidak keluar. Kendala-kendala tersebut disebabkan karena teknik menyusui yang salah.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, kebutuhan ASI bayi tidak tercukupi. Akibatnya, bayi menjadi rewel, lemas, hingga rentan terserang berbagai penyakit.

Lantas bagaimana cara menyusui yang benar? Ibu baru wajib simak ulasan berikut ini.

Cara Menyusui yang Benar

Ilustrasi cara menyusui yang benar bagi ibu baru. Foto: Shutterstock.

Ikatan Dokter Anak (IDAI) menyarankan agar kegiatan menyusui dimulai sedini mungkin atau paling lambat 30 menit sampai 1 jam setelah lahir. Setelah itu, bayi disusui 8 sampai 12 kali setiap hari selama 10-15 menit.

Namun bagi sebagian ibu baru, proses menyusui menjadi sebuah tantangan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 40% wanita tidak menyusui bayinya karena mengalami nyeri dan pembengkakan payudara.

Kondisi tersebut disebabkan teknik menyusui yang keliru serta kurangnya pemahaman ibu tentang posisi menyusui yang benar hingga proses ASI keluar.

Sementara itu, proses menyusui bisa disebut tepat dan efektif apabila memenuhi tiga hal, yakni posisi ibu dan bayi yang benar (body position), perlekatan bayi yang tepat (latch), serta keefektifan hisapan bayi pada payudara (effective sucking).

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Berikut cara menyusui yang benar menurut IDAI dan Kemenkes yang dapat dijadikan panduan bagi ibu baru.

1. Jaga kebersihan diri

Sebelum menyusui, ibu perlu cuci tangan atau membersihkan diri terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengurangi kontaminasi kuman atau bakteri pada bayi. Setelah itu, perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola untuk menjaga kelembaban dan mencegah lecet.

2. Posisi ibu dan bayi yang tepat

Posisi ibu juga menentukan keberhasilan dalam menyusui. Ibu dapat menggendong bayi dengan cara duduk atau berbaring selama posisinya nyaman. Pastikan posisi bayi benar juga nyaman dengan melakukan hal berikut:

  • Posisikan bayi pada lengan kanan dengan badan menempel pada tubuh ibu. Sementara, itu telapak tangan kiri menopang bokong bayi.

  • Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu dan sejajar dengan payudara.

  • Posisikan lengan bayi yang di bawah merangkul tubuh ibu. Jangan taruh di antara tubuh ibu dan bayi agar tidak terjepit. Sedangkan tangan yang lain boleh dipegang atau diletakkan di atas dada ibu.

  • Pastikan telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.

3. Perlekatan (latch) bayi yang tepat

Perlekatan yang tepat dapat membuat produksi ASI meningkat dan payudara terhindar dari lecet. Adapun teknik perlekatan sebagai berikut:

  • Tempelkan puting pada pipi bayi sampai mulutnya terbuka, setelah itu masuk sebagian besar areola ke bagian bawah ke mulut bayi.

  • Pastikan posisi mulut bayi terbuka lebar dengan bibir terlipat ke luar.

  • Letakkan dagu bayi agar menempel ke payudara. Hal ini dilakukan agar hidung bayi tidak tertutup.

  • Bayi tampak menghisap ASI dengan kuat.

Itulah teknik dan cara menyusui yang dapat dijadikan panduan bagi ibu baru. Semoga informasinya bermanfaat.

(GLW)