Konten dari Pengguna

Cara Pembuatan Tempe Kedelai Secara Mudah dan Sederhana

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempe merupakan sumber protein bagi tubuh manusia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Tempe merupakan sumber protein bagi tubuh manusia. Foto: Pixabay

Tempe adalah salah satu sumber protein yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Di Indonesia, tempe sudah dikenal sebagai makanan rakyat sejak abad ke-16, khususnya di pulau Jawa.

Disebutkan dalam buku Membuat Tahu Tempe karya Redaksi AgroMedia, tidak ada tahun pasti kapan tempe pertama kali dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Hanya saja beberapa literatur sejarah banyak yang menunjukkan tempe pertama kali ada di Pulau Jawa, yang kemudian menyebar ke pulau lainnya melalui proses perdagangan.

Asumsi tersebut diperkuat karena ditemukannya peninggalan buku, yaitu Serat Centini yang menyebutkan kata "tempe" sebagai makanan.

Selain berhasil tersebar ke seluruh penjuru Indonesia, tempe juga dibawa ke Eropa, yang penyebarannya dipelopori oleh warga negara Belanda selagi masih menduduki Indonesia.

Sayangnya, meski pertama kali disebarluaskan oleh Indonesia di tingkat dunia, hak paten tempe sudah terlebih dahulu didaftarkan oleh Jepang. Ini menyebabkan produsen tempe Indonesia yang ingin mengekspor tempe ke luar negeri harus membayar royalti ke Jepang.

Tempe memiliki kandungan gizi dan khasiat yang bermanfaat untuk tubuh. Foto: Pixabay

Pada awalnya, bahan yang digunakan untuk membungkus tempe adalah daun pisang atau daun jati. Namun, seiring berjalannya waktu, para produsen menggunakan plastik untuk membungkusnya agar lebih praktis dan efisien.

Padahal, cita rasa tempe sendiri akan jauh terasa lebih nikmat jika dibungkus dengan daun pisang atau daun jati daripada tempe yang dibungkus plastik.

Kandungan Gizi dan Khasiat Tempe

Selain rasanya yang enak, tempe juga memiliki kandungan nilai gizi yang baik. Dikutip dari Komposisi Zat Gizi Pangan Indonesia Departemen Kesehatan RI pada tahun 1991, berikut ini adalah kandungan zat gizi yang ada pada 100 gram tempe, yaitu:

  • Energi: 201 kal

  • Protein: 20,8 g

  • Lemak: 8,8 g

  • Hidrat arang: 13,5 g

  • Serat: 1,4 g

  • Abu: 1,6 g

  • Kalsium: 155 mg

  • Fosfor: 326 mg

  • Besi: 4 mg

  • Karotin: 34 kg

  • Vitamin B1: 0,19 mg

  • Air: 55,3 g

Tentunya tempe memiliki beberapa khasiat yang baik untuk tubuh. Dikutip dari buku Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3 milik Sukis Wariyono dan Yani Muharomah, khasiat tempe antara lain:

  • Mencegah dan mengendalikan diare

  • Menurunkan kadar kolesterol

  • Mencegah anemia

  • Masih banyak lagi

Cara Pembuatan Tempe

Biji kedelai adalah bahan dasar dari cara pembuatan tempe. Foto: Pixabay

Tempe yang dibuat secara tradisional dikenal memakan waktu yang cukup lama, yakni mencapai waktu total 72 jam.

Meskipun begitu, cara pembuatan tempe secara sederhana dapat dipraktikkan di rumah dengan mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

Dikutip dari buku Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3 karya Sukis Wariyono dan Yani Muharomah, cara pembuatan tempe adalah sebagai berikut.

Alat dan Bahan:

  • Alat dapur (nampan dan panci)

  • Biji kedelai

  • Ragi

  • Plastik

Langkah Pembuatan:

  1. Cuci biji kedelai sampai bersih, kemudian rebus biji tersebut

  2. Rendam kedelai yang telah direbus di dalam air bersih selama kurang lebih 3 jam

  3. Hilangkan kulit dari biji kedelai dengan mencucinya kembali

  4. Kukus biji kedelai hingga menjadi lunak, kemudian bentangkan biji kedelai pada nampan dan bubuhkan ragi tempe

  5. Bungkus biji kedelai dengan plastik, lalu beri lubang-lubang kecil di areanya

  6. Simpan bungkusan biji kedelai selama 2-3 hari dalam suhu kamar

  7. Amati proses perubahannya untuk melihat biji kedelai berubah menjadi tempe.

(HDP)