Cara Reset ECU Vario 125 dan Fungsinya bagi Motor

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ECU (electronic control unit) adalah nama perangkat yang biasa dipakai untuk mengontrol satu atau lebih sistem elektrik pada kendaraan bermotor. Fungsinya mirip seperti BIOS di komputer.
Mengutip buku Teknologi Pada Sistem Alat Berat karya Wawan Purwanto, dkk., ECU menyediakan instruksi-instruksi terhadap beberapa sistem elektrikal, khususnya tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mengoperasikannya.
Pada kendaraan motor, fungsi ECU difokuskan untuk mengontrol kondisi kerja mesin, putaran mesin, suhu kerja mesin, dan injeksi BBM pada ruang bakar. Untuk memaksimalkan performanya, pengendara bisa melakukan reset ECU secara berkala.
Cara ini bisa diterapkan untuk semua tipe motor injeksi, termasuk Honda Vario 125. Agar tidak salah langkah, simak tata cara reset ECU Vario 125 selengkapnya berikut ini.
Cara Reset ECU Vario 125
Saat ditemukan kerusakan atau malfungsi pada motor injeksi, disarankan untuk melakukan reset ECU. Tujuannya supaya kerja mesin lebih optimal dan tenaga motor semakin kuat.
Menurut sejumlah ahli, reset ECU bisa dilakukan ketika dirasa tarikan motor sudah loyo. Metode ini juga efektif bila pengendara menemukan kegagalan sensor yang terbaca.
Untuk motor Honda, khususnya model Vario 125, disarankan untuk menggunakan DLC Short Connector yang dihubungkan ke DLC Connector. Pertama-tama, Anda harus menemukan soket kabel yang tertutup dan berwarna merah terlebih dahulu.
Berikut tata cara mereset ECU Vario 125 selengkapnya yang bisa Anda simak:
Lepaskan DLC short connector dan pasangkan kembali dalam waktu kurang dari 5 detik.
MIL (Malfunction Indicator Lamp) akan berkedip terus-menerus jika reset ECM berhasil.
Putar kunci kontak ke posisi ON kemudian lepaskan kabel jumper dari konektor 2p sensor ECT.
Perhatikan posisi yang benar, jangan sampai terbalik.
Lakukan prosedur reset ECU ini secara berkala apabila tarikan motor sudah terasa lemah.
Fungsi ECU pada Kendaraan Bermotor
Para engineer menyebut ECU sebagai sistem komputer pada kendaraan bermotor. Perangkat ini bekerja dengan cara mengandalkan data dari berbagai macam perangkat inputan (input device).
Kemudian, ECU akan mengikuti petunjuk program yang telah dimasukkan (programed) untuk menentukan output yang dikehendaki. Sebagai contoh, sebuah ECU menerima data dari inputan yang berupa sensor-sensor, lalu mengolah data untuk menghitung besarnya bahan bakar yang harus diberikan.
ECU juga dapat menentukan berapa lama waktu injektor bekerja (ON). Jadi, ECU tidak digunakan untuk mengontrol penginjeksian saja.
Hampir semua sistem pada mesin kendaraan bermotor telah dikontrol oleh ECU. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
Engine Management System (EMS)
Anti-lock Braking (ABS) System
Automatic Transmission (A/T) System
Eletrical Power Steering (EPS) System
Supplementary Restrain System (SRS) Air Bag
Immobilizer Control System
Electronic Body Electrical Control System
Electronic Wheel Drive Control System
Electronic Stability Programe (ESP) System
Traction Control System
(MSD)
