Konten dari Pengguna

Cara Tayamum dengan Benar beserta Syarat, Rukun, Doa, dan Bacaannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Tayamum dengan Benar. Foto: Unsplash/Luca Florio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Tayamum dengan Benar. Foto: Unsplash/Luca Florio

Tidak banyak orang yang memahami tata cara melakukan tayamum, karena tayamum jarang dilakukan dan hanya dilakukan dalam keadaan mendesak. Meski begitu, cara tayamum dengan benar harus diketahui.

Seseorang dapat melakukan tayamum adalah jika kesulitan mendapatkan air saat hendak melaksanakan ibadah salat. Atau bisa juga karena sakit sehingga tidak bisa terkena air.

Daftar isi

Pengertian Tayamum

Ilustrasi Cara Tayamum dengan Benar. Foto: Unsplash/Javad Esmaeili

Tayamum adalah mengusapkan debu ke muka dan kedua tangan sampai sikut dengan rukun dan syarat tertentu. Tayammum adalah pengganti wudu dan mandi sebagai rukhsoh (keringanan) bagi orang yang tidak dapat menggunakan air karena alasan tertentu.

Dasar hukum tayammum adalah Q.S. al-Maidah ayat 6:

Artinya: “dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.”

Syarat untuk Tayamum

Ilustrasi Cara Tayamum dengan Benar. Foto: Unsplash/Unsplash+

Untuk melakukan tayamum, harus memenuhi syarat-syaratnya agar tayamum dapat dianggap sah sebagai pengganti air wudu. Berikut adalah syarat tayamum.

  1. Diperbolehkan melakukan tayamum jika benar-benar tidak ada air. Ketiadaan air ini harus dipastikan dan harus mengusahakannya sampai dapat. Jika sudah mengusahakannya tetapi tetap tidak dapat, maka boleh melakukan tayamum.

  2. Tayamum boleh dilakukan bagi orang yang sedang sakit. Namun, hal ini juga harus memenuhi persyaratan dokter. Jika terkena air memperparah penyakit, maka tayamum diperbolehkan.

  3. Jika berada di tempat yang suhu airnya sangat rendah, bahkan di bawah titik beku, tentu akan sangat sulit berwudu. Dengan demikian seseorang diperbolehkan tayamum.

  4. Air yang tidak terjangkau. Artinya air yang dibutuhkan untuk berwudu ada, namun ada risiko besar ketika ingin mengambil air tersebut. Misalnya risikonya berupa harta maupun nyawa. Dengan demikian seseorang diperbolehkan untuk tayamum.

  5. Jika persediaan air sedikit, maka wudhu dapat diganti dengan tayamum.Misalnya air tersebut adalah persediaan untuk minum. Oleh karena itu boleh mendahulukan untuk keperluan minum daripada berwudu.

  6. Sudah masuknya waktu salat. Ketika waktu salat sudah masuk bahkan mepet dengan waktu salat yang lain serta kamu kekurangan air maka diperbolehkan untuk melakukan tayamum.

  7. Jika bepergian ke tempat yang sulit mendapat air, maka wudu dapat diganti dengan tayamum. Misalnya saja saat berada di dalam pesawat atau kereta api.

  8. Tayamum diperbolehkan, namun juga harus memperhatikan kebersihan debu dan tanah yang kita gunakan. Jangan sampai ada najis pada debu dan tanah tersebut.

Cara Tayamum dengan Benar, Doa, dan Bacaannya

Ilustrasi Cara Tayamum dengan Benar. Foto: Unsplash/Unsplash+

Tayamum adalah cara bersuci dari hadas besar dan kecil ketika tidak ada air sebagai penggantinya menggunakan debu atau tanah. Masih banyak orang yang tidak tahu cara tayamum yang benar. Padahal mengetahui cara tayamum sangat penting.

Dikutip dari NU Online, dalil tentang bertayamum dijelaskan dalam Al Quran yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun (QS Al-Nisa: 43).”

Dari penjelasan ayat tersebut, melakukan tayamum dibolehkan setidaknya karena dua alasan, yaitu kekurangan air dan kondisi kesehatan.

Lebih lanjutnya ketika kita dalam bepergian, sepulang dari buang air, maka dari itu sebenarnya sudah tidak ada lagi alasan untuk tidak bisa bersuci, karena dengan tayamum bisa beribadah dengan mudah.

Adapun cara bertayamum dengan benar adalah sebagai berikut:

  1. Cari dan siapkan debu yang bersih (suci).

  2. Berdirilah menghadap kiblat seperti sedang shalat, lalu ucapkan basmalah dan letakkan kedua tangan di atas debu dengan jari rapat seolah-olah tertutup.

  3. Usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah dan niat dalam hati, niatnya adalah: Nawaitu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala. Artinya: aku berniat tayamum agar diperbolehkan shalat karena Allah. Berbeda dengan wudu, dalam tayamum tidak perlu membersihkan bagian bawah rambut atau bulu wajah, baik halus maupun tebal. Namun, disarankan untuk meratakan debu secara merata ke seluruh area wajah. Menyentuh debu cukup satu kali, karena lebar wajah pada dasarnya tidak lebih dari lebar dua tangan. Sehingga, "meratakan debu" di area ini cukup mengandalkan dugaan yang kuat (ghalibuzhan).

  4. Letakkan telapak tangan kembali pada debu. Renggangkan jari-jari serta barang yang menempel pada jari tangan seperti cincin (jika ada) dilepaskan untuk sementara.

  5. Tempelkan telapak tangan bagian kiri di punggung tangan kanan, sekiranya ujung-ujung jari tangan dari salah satu tidak melebihi ujung jari telunjuk dari tangan yang lain.

  6. Usapkan telapak tangan bagian kiri ke arah punggung lengan kanan sampai bagian siku-siku tangan. Setelah itu, balikkan telapak tangan kiri ke bagain dalam lengan kanan dan usapkan hingga ke bagian pergelangan tangan.

  7. Usapkan bagian dalam ibu jari kiri ke bagian belakang ibu jari kanan. Kemudian lakukan hal yang sama dengan tangan kiri

  8. Satukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan di antara jari-jarinya.

  9. Disunahkan untuk membaca doa setelah melakukan tayamum, seperti halnya setelah berwudhu. Adapun doanya adalah sebagai berikut: Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alni minal mutatohhirina, waj’alni min ‘ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika astagfiruka wa atuubu ilaika. Artinya: Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu.

Rukun Tayamum

Ilustrasi Cara Tayamum dengan Benar. Foto: Pexels/Tapas Das

Tayamum memiliki empat rukun. Adapun rukun dalam melakukan tayamum adalah sebagai berikut:

1. Membaca Niat

Niat ini diucapkan ketika melakukan tayamum, agar tayamum tersebut dilakukan secara sah dan mendapat izin Allah untuk beribadah.

2. Mengusap Wajah

Gunakan kedua telapak tangan untuk mengusapkan debu ke seluruh wajah. Gunakan tangan kanan untuk mengusap wajah di sisi kiri, lalu tangan kiri digunakan untuk mengusap wajah pada sisi kanan.

3. Mengusap Kedua Tangan Sampai Siku

Usap kedua tangan menggunakan debu yang telah menempel di telapak tangan. Usapan ini sama seperti ketika berwudu. Gunakan tangan kiri untuk mengusap tangan kanan sampai siku, dan gunakan tangan kanan untuk mengusap tangan kiri sampai siku.

4. Tertib

Lakukan tayamum dengan tertib. Perhatikan rukun dan tata cara tayamum sesuai urutan, tidak boleh terbalik dan terlewat.

Hal-Hal yang Membatalkan Tayamum

Ilustrasi Cara Tayamum dengan Benar. Foto: Unsplash/Utsman Media

Seperti halnya wudu, tayamum juga mempunyai sebab-sebab yang dapat membatalkannya. Berikut adalah hal-hal yang dapat membatalkan tayamum.

1. Menemukan Air

Tayamum akan langsung batal jika telah menemukan air sebelum melakukan salat. Sesuatu yang digantikan sudah ada maka penggantinya tidak akan berguna. Seperti halnya menemukan air sebelum salat maka harus berwudu.

Namun jika menemukan air setelah menunaikan salat, maka hal itu tidak membatalkan tayamum atau salat. Salat dan tayamum tetap sah jika menemukan air setelah salat. Oleh karena itu, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa memang tidak ada air.

2. Bisa Menggunakan Air

Air dapat menjadi penghalang dalam beribadah jika orang yang sakit tidak boleh bersentuhan dengan air selama penyembuhan. Namun jika penyakitnya membaik, tayamumnya bisa dibatalkan. Bahkan orang yang sakit tanpa adanya larangan dengan air juga dapat membatalkan tayamum.

3. Tidur

Tidur merupakan suatu aktivitas dimana banyak fungsi bagian tubuh seperti telinga dan mata berhenti bekerja. Bagi orang yang telah melakukan tayammum kemudian tidur sehingga telinga dan matanya tidak berfungsi, maka tayammum tersebut dianggap tidak sah.

Namun tidak bagi penyandang disabilitas fisik, yang mana salah satunya memang tidak berfungsi.

4. Buang Air Kecil

Dengan membuang air kecil maka otomatis tayamum akan batal. Hal ini dikarenakan hadas yang muncul karena air kecil. Jika ingin salat maka bersihkan terlebih dulu hadas di bagian tubuh agar dapat salat dengan sah.

5. Buang Air Besar

Sudah jelas jika mengeluarkan air besar yang menyebabkan timbulnya hadas maka tayamum dinyatakan batal. Hal ini sama saja seperti saat membuang air kecil ketika sudah tayamum.

6. Kentut

Kentut adalah gas yang dikeluarkan dari anus yang berhubungan dengan buang air kecil dan besar. Jika melakukan Tayammum kemudian kentut, maka Tayammum tersebut dianggap tidak sah.

Baca Juga: Jalani Ramadan dengan Semangat Terus Jadi Baik bersama kumparan

Itulah cara tayamum dengan benar beserta syarat, rukun, doa, dan bacaanya. Islam memudahkan umatnya untuk ibadah kepada Allah. Jika tidak ada air atau dalam kondisi tertentu diperbolehkan berwudhu dengan cara bertayamum.(glg)