Konten dari Pengguna

Cerita Danau Toba dan Pesan Moral yang Bisa Dipetik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Cerita Danau Toba. Sumber: Unsplash/Irfannur Diah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Cerita Danau Toba. Sumber: Unsplash/Irfannur Diah

Danau Toba merupakan danau tekto vulkanik yang terletak di Provinsi Sumatra Utara. Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Api Purba Toba. Namun, ada cerita Danau Toba yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Cerita rakyat ini sangat menarik untuk dibaca. Selain itu, ada pesan moral yang bisa dipetik dari cerita tersebut.

Cerita Danau Toba dan Pesan Moralnya

Ilustrasi untuk Cerita Danau Toba. Sumber: Unsplash/Intan Syah

Cerita rakyat merupakan cerita yang diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Biasanya, cerita rakyat mengandung nilai budaya, kepercayaan, dan adat masyarakat setempat.

Ada banyak cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya tentang Danau Toba. Berikut adalah cerita Danau Toba yang dikutip dari Cerita Rakyat Asli Indonesia dari 33 Provinsi, Maharani (2011:10).

Asal Mula Danau Toba

Dahulu kala, Danau Toba adalah sebuah padang yang sangat gersang dan tandus. Tidak ada satu tumbuhan pun yang bisa bertahan hidup. Di daerah itu, tinggallah seorang pemuda yatim piatu yang sangat miskin. Ia hidup sebatang kara di gubuknya yang kecil. Demi menghidupi dirinya, ia harus berjalan jauh untuk memancing di sungai.

Suatu ketika, ia berhasil mengail seekor ikan keemasan yang sangat besar. Air liur pemuda tersebut menetes saat melihat ikan gemuk tersebut. Nanti malam ia pasti bisa makan kenyang, pikirnya. Namun, alangkah terkejutnya sang pemuda saat ikan tersebut malah meneteskan air mata dan menangis memohon untuk tidak membunuhnya. Ikan itu terus menangis hingga pemuda itu tidak tega dan melepaskannya kembali ke sungai. Pemuda itu pun kembali ke rumah dengan tangan hampa.

Esok paginya, ketika pemuda itu terbangun, ia terkejut melihat seorang gadis cantik yang sedang menata makanan di rumahnya. Gadis itu tersenyum ketika menyadari kehadiran sang pemuda. ia memperkenalkan dirinya sebagai ikan yang ia tangkap kemarin. Ternyata gadis itu adalah putri dari Dewa Sungai. Sebagai balasan atas kebaikan pemuda tersebut, ia akan membuatkan makanan enak untuk pemuda itu setiap hari. Tentu saja pemuda itu sangat senang. Kini ia bisa makan enak setiap hari.

Suatu ketika, pemuda tersebut memutuskan melamar gadis ikan. Tidak disangka, gadis ikan menerima lamarannya. Namun dengan syarat, jika kelak mereka memiliki seorang anak, anak itu tidak boleh tahu kalau ibunya sebenarnya adalah ikan. Pemuda itu pun menyanggupi dan mereka menikah. Walau hidup sederhana, mereka sangat bahagia.

Kebahagiaan bertambah setelah kelahiran putra mereka. Anak laki-laki ini sangat mirip ayahnya. Namun, ia sangat suka makan dan selalu merasa lapar. Sejak ia lahir, tidak pernah ada makanan yang tersisa di rumah.

Suatu hari, ketika ayahnya sedang memancing, sang ibu menyuruh anak tersebut untuk mengantarkan bekal kepada ayahnya. Di tengah perjalanan, sang anak malah mengintip bekal tersebut. Tanpa berpikir panjang, ia langsung memakan habis bekal itu dan mengantar rantang yang telah kosong tadi ke hadapan ayahnya.

Melihat rantang yang kosong, sang ayah sangat marah. Ia membanting rantang dan tanpa sengaja mencaci anaknya dengan sebutan anak ikan. Sang anak sedih dan segera berlari pulang serta mengadu ke ibunya. Sang ibu mendengar cerita anaknya dan ia tahu waktunya di dunia manusia sudah tidak lama lagi. Perlahan, sisik keemasan mulai menutupi tubuhnya dan anaknya. Lalu, mereka berdua menjadi ikan.

Ketika sang ayah kembali, ia terkejut melihat istri dan anaknya. Ia langsung memohon ampun dan meminta mereka kembali seperti semula. Namun, semua sudah terlambat. Suami istri ini berpelukan untuk terakhir kali. Tetesan air mata sang suami berubah menjadi mata air yang sangat deras.

Tidak lama kemudian, tanah tempat mereka tinggal berubah menjadi danau berwarna kebiruan. Istri dan anak yang sudah berubah menjadi ikan akhirnya hilang secara gaib di danau yang dikenal dengan nama Danau Toba. Sang ayah terus menangisi istri dan anaknya lalu menjelma menjadi pulau di tengah danau yang dikenal sebagai Pulau Samosir.

Cerita ini mengandung pesan moral yang sangat bagus. Beberapa pesan moralnya adalah janji harus ditepati, tidak boleh mengambil hak orang lain, dan harus bisa mengendalikan amarah.

Baca juga: 4 Contoh Cerita Rakyat Pendek dari Berbagai Daerah di Indonesia

Demikian cerita Danau Toba dan pesan moral yang dapat dipetik. Dari cerita rakyat ini, masyarakat bisa mendapatkan pelajaran yang berharga. (KRIS)