Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Angin Muson Barat dan Timur, serta Dampaknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri Angin Muson Barat dan Timur, serta Dampaknya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ciri-ciri Angin Muson Barat dan Timur, serta Dampaknya. Foto: Pexels

Daftar isi

Dalam geografi, angin muson biasa juga disebut angin musim. Angin muson adalah angin yang bertiup atau berhembus secara periodik berganti arah setiap setengah tahun sekali.

Angin muson terbagi menjadi dua jenis, yakni angin muson barat dan angin muson timur. Masing-masing memiliki ciri dan dampak tersendiri. Simak penjelasan selengkapnya mengenai ciri-ciri angin muson barat dan timur berikut ini.

Pengertian Angin Muson Barat dan Timur

Pengertian Angin Muson Barat dan Timur. Foto: Pexels

Merangkum dari buku Dinamika Atmosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan, Geografi Kelas X yang disusun Agus Pratomo, S.Pd., berikut pengertian angin muson barat dan timur.

1. Pengertian Angin Muson Barat

Angin muson barat laut terjadi antara bulan Oktober hingga April, dengan letak matahari berada di belahan bumi selatan, khususnya di benua Australia.

Benua Australia lebih banyak menerima panas matahari, sehingga suhu di sana lebih tinggi (tekanan udara rendah). Sementara itu, suhu di benua Asia lebih rendah (tekanan udara tinggi).

Angin bergerak dari Asia ke Australia, sehingga pada saat ini, Indonesia mengalami musim hujan karena di perjalanannya banyak membawa uap air.

2. Pengertian Angin Muson Timur

Angin muson timur laut terjadi antara bulan April hingga Oktober. Pada periode ini, matahari berada pada belahan bumi bagian utara, terutama bagian Asia.

Jadi, Asia lebih banyak menerima pemanasan matahari. Akibatnya, suhu di benua Asia tinggi (tekanan udara rendah) sedangkan di benua Australia rendah (tekanan udara tinggi).

Angin bergerak dari Australia menuju Asia, sehingga di Indonesia terjadi musim kemarau karena dalam perjalanannya sedikit membawa uap air.

Baca Juga: Ketahui 4 Dampak Pemanasan Global terhadap Cuaca

Ciri-ciri Angin Muson Barat dan Timur

Ciri-ciri Angin Muson Barat dan Timur. Foto: Pexels

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri angin muson barat dan timur adalah sebagai berikut.

1. Ciri-ciri Angin Muson Barat

  • Periode utama terjadinya angin muson barat adalah dari Oktober hingga April, atau saat matahari berada di wilayah bumi selatan.

  • Angin bertiup barat ke timur, sehingga sering disebut sebagai angin barat.

  • Angin yang bertiup berasal dari Benua Asia (terutama dari dataran tinggi Tibet dan Pegunungan Himalaya) menuju Samudra Hindia.

  • Angin yang ditiup dari Benua Asia mengandung banyak uap air.

  • Ketika angin muson naik ke atas lereng Pegunungan Himalaya, ia mendingin dan mengembun, menyebabkan musim hujan terjadi di wilayah tersebut.

  • Angin muson barat terjadi selama musim panas di wilayah Asia Selatan.

  • Angin muson meningkatkan suhu dan membuat tekanan udara rendah di Australia.

  • Angin muson barat menyebabkan musim penghujan di Indonesia.

2. Ciri-ciri Angin Muson Timur

  • Periode utama terjadinya angin muson timur adalah dari April hingga Oktober, atau ketika posisi matahari berada di wilayah bumi bagian utara.

  • Angin muson timur berasal dari gurun pasir dari Australia.

  • Angin ini bergerak melewati laut sempit antara Indonesia dan Australia.

  • Angin muson timur terjadi selama suhu rendah di wilayah Asia Selatan.

  • Karena hanya melewati laut yang sempit, maka angin muson timur tidak mengandung banyak uap air.

  • Angin muson timur menyebabkan musim kemarau di Indonesia.

Baca Juga: Dampak El Nino dan La Nina terhadap Iklim dan Kehidupan di Indonesia

Dampak Positif Angin Muson Barat dan Timur

Dampak Positif Angin Muson Barat dan Timur. Foto: Pexels

Angin muson barat dan timur tentunya memiliki dampak positif, berikut penjelasannya.

1. Angin Muson Barat

  • Meningkatkan hujan sehingga petani dapat mulai mengerjakan lahannya untuk bercocok tanam.

  • Tanaman-tanaman menyerap air sehingga bisa lebih subur dan lebih hijau.

  • Sawah tidak perlu memakai perairan buatan karena sudah ada hujan.

  • Polusi dan debu-debu yang ada di udara ikut larut dan hanyut bersama dengan air hujan. Sehingga dengan adanya musim hujan dapat mengurangi polusi udara.

  • Mengurangi risiko kebakaran hutan.

2. Angin Muson Timur

  • Pada saat musim kemarau, nelayan dapat mencari ikan di laut tanpa banyak terganggu cuaca buruk.

  • Hasil tangkapan ikan juga biasanya lebih besar dibandingkan dengan hasil tangkapan pada musim hujan sehingga pasokan ikan juga cukup berlimpah.

  • Musim kemarau yang diciptakan angin muson timur juga membantu proses menjemur pakaian jadi cepat kering.

Dampak Negatif Angin Muson Barat dan Timur

Dampak Negatif Angin Muson Barat dan Timur. Foto: Pexels

Di samping dampak positif, tentu angin muson juga membawa dampak negatif, berikut penjelasannya.

1. Angin Muson Barat

  • Cuaca buruk dan gelombang laut cukup besar sehingga membahayakan nelayan. Ini berimbas pada kelangkaan pasokan ikan, akibatnya harga ikan lebih mahal daripada biasanya.

  • Di beberapa wilayah Indonesia bisa terkena banjir, terutama daerah dataran rendah. Kondisi ini semakin diperparah dengan buruknya drainase, banyaknya sampah dan sedikit pohon.

  • Meningkatnya penyakit demam berdarah.

  • Jika hujan sangat lebat dan terjadi terus menerus, hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya longsor di daerah perbukitan dan pegunungan.

  • Musim hujan dapat membuat tanah persawahan masih basah bahkan masih tergenang air.

  • Penjemuran padi sulit dilakukan di tempat terbuka karena hujan yang terus-menerus.

  • Padi akan menjadi rusak sebelum dipanen. Para petani pun terancam gagal panen.

2. Angin Muson Timur

  • Kondisi kering berlebihan dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran ini dapat merusak lingkungan, mengancam nyawa, dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

  • Sumber air alami seperti sungai dan danau dapat mengering sehingga mengancam pasokan air bersih bagi masyarakat dan pertanian.

  • Pertanian terganggu karena kekurangan air, menyebabkan krisis pangan dan ketidakstabilan ekonomi.

  • Debu dan polusi udara dari kebakaran hutan dapat membahayakan kesehatan manusia, terutama pada individu yang memiliki masalah pernapasan.

(DEL)