Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Bunga Raflesia, Puspa Langka yang Memiliki Bau Tak Sedap

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunga raflesia adalah flora yang dilestarikan keberadaannya di Indonesia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Bunga raflesia adalah flora yang dilestarikan keberadaannya di Indonesia. Foto: Pixabay

Bunga raflesia adalah salah satu contoh keanekaragaman tumbuhan di Indonesia. Bunga ini hidup di beberapa daerah di Indonesia, tetapi habitat terbanyaknya dapat ditemukan di hutan Sumatera.

Bunga raflesia yang memiliki nama latin Rafflesia arnolodii ini merupakan bunga terbesar di dunia. Ukurannya bervariasi, dengan garis tengah bunga antara 30 cm hingga mencapai 150 cm.

Hidup sebagai parasit, membuat bunga reflesia tumbuh sebagai berkas benang di dalam batang inang yang dihinggapinya. Bunga raflesia tidak memiliki daun, sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis dan mengambil nutrisi dari inang yang ditumpanginya.

Apa saja ciri-ciri bunga raflesia yang membuatnya menjadi salah satu flora yang dilindungi? Berikut rinciannya yang dikutip dari buku ajar Saya Ingat Pintar IPA untuk Kelas VI karangan Momon Sulaeman (2007: 22).

Bunga raflesia mengeluarkan bau tak sedap saat melakukan penyerbukan. Foto: Pixabay

Ciri-Ciri Bunga Raflesia

Berikut ciri-ciri bunga raflesia, di antaranya adalah:

  • Tidak memiliki klorofil

  • Tidak memiliki daun dan batang

  • Hidup sebagai parasit pada akar tumbuhan lain

  • Memiliki warna merah dengan bintik-bintik berwarna putih

  • Berkembang biak melalui penyerbukan dengan bantuan serangga

  • Mengeluarkan bau yang menyengat seperti bangkai atau daging busuk

  • Dinding bagian dalam bunga terdapat rambut-rambut halus yang disebut ramenta.

Seluruh bagian bunga raflesia baru akan terlihat saat mulai berbunga. Saat bunga mulai mekar, kuncup bunga menembus batang inangnya.

Lama kelamaan bunga akan membesar. Inilah yang menyebabkan hanya bagian bunga dari tumbuhan ini yang terlihat.

Keberadaan bunga raflesia seakan tersembunyi berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya, hingga akhirnya tumbuh bagian bunganya yang hanya mekar selama seminggu.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bunga raflesia berkembang biak dengan penyerbukan. Namun, tumbuhan ini tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Agar penyerbukan bisa terjadi, bunga raflesia memerlukan bantuan serangga.

Agar menarik serangga untuk hinggap dan membantu penyerbukan, bunga raflesia mengeluarkan bau tak sedap. Bau khas ini, akan mengundang serangga untuk datang. Agar serangga terbang ke arahnya, salah satu bagian bunga raflesia dapat memantulkan cahaya.

Berdasarkan buku Fakta Menakjubkan Tentang Indonesia karya Navita Kristi, dkk (2012: 13), bunga Bunga raflesia ditemukan di habitat hutan tropis Sumatera pada tahun 1818.

Bunga raflesia ditemukan oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stamford Raffles. Sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya, yaitu gabungan antara Raffles dan Arnold.

Bunga raflesia adalah identitas dari Provinsi Bengkulu. Selain itu, bunga ini ditetapkan sebagai salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia lainnya, yaitu puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis).

(VIO)