Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Jaringan Epidermis, Fungsi, dan Hasil Perubahannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri jaringan epidermis. Foto: Unsplash/FlyD
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri jaringan epidermis. Foto: Unsplash/FlyD

Ciri-ciri jaringan epidermis dalam biologi dipakai sebagai patokan untuk membedakan jaringan satu dengan jenis jaringan lainnya. Biasanya, perbedaan ini terletak pada struktur yang menyusun, bentuk, maupun sifat yang dimiliki oleh jaringan tersebut.

Dikutip dari repository.unsri.ac.id, epidermis merupakan lapisan sel paling luar yang menutupi permukaan daun, bunga, buah, biji, batang, dan akar. Karena letaknya ini, jaringan epidermis juga disebut sebagai jaringan pelindung organ dalam tumbuhan.

Selain julukan sekaligus fungsi tersebut, epidermis juga memiliki beberapa fungsi lain yang tak kalah penting bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Fungsi-fungsi ini sejalan dengan struktur, bentuk, hingga derivat yang menjadi ciri khas jaringan pelindung.

Daftar isi

Pengertian Jaringan Epidermis

Ilustrasi ciri-ciri jaringan epidermis. Foto: Unsplash/Guillaume de Germain

Sebelum mendalami materi mengenai jaringan epidermis lainnya, perlu diingat bahwa jenis jaringan pada tumbuhan umumnya terbagi menjadi dua, yaitu jaringan meristem (selnya aktif membelah diri) dan jaringan dewasa (selnya tidak aktif membelah diri).

Dari kedua jenis jaringan tersebut, jaringan epidermis merupakan bagian dari jenis jaringan dewasa, sama halnya dengan jaringan dasar, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori. Karena itu, jaringan pelindung tidak mengalami perubahan volume dan tinggi.

Dikutip dari kanal YouTube Biologi TV (Jaringan epidermis tumbuhan - jaringan dewasa tumbuhan biologi sma materi kelas), jaringan pelindung atau jaringan epidermis terdiri dari dua unsur kata, yakni ‘Epi’ yang berarti tepi dan ‘dermis’ yang berarti kulit.

Karena itu, jaringan ini diartikan sebagai jaringan dewasa yang terletak di tepi atau bagian paling luar dari tumbuhan. Jenis jaringan terluar ini berfungsi selayaknya kulit manusia, yaitu melindungi bagian dalam tumbuhan dari berbagai faktor kerusakan.

Beberapa faktor itu di antaranya adalah perubahan suhu, kerusakan mekanik, serta organisme berbahaya lain yang bisa saja masuk dan mengganggu kestabilan produktivitas tumbuhan, jika tidak dicegah dengan adanya lapisan pelindung atau epidermis.

Ciri-Ciri Jaringan Epidermis

Ilustrasi ciri-ciri jaringan epidermis. Foto: Unsplash/FlyD

Jaringan epidermis memiliki beberapa karakteristik untuk mendukung fungsinya sebagai jaringan pelindung. Karakteristik tersebut juga dipakai sebagai ciri atau pembeda antar jenis jaringan. Berikut merupakan poin pada ciri-ciri jaringan epidermis:

  • Terletak di bagian paling luar tumbuhan, untuk melindungi bagian tumbuhan yang lebih dalam dari kerusakan;

  • Berbentuk persegi panjang, apabila dilihat melalui lensa mikroskop;

  • Jumlah susunan selnya, ada yang tersusun dari satu sel dan ada juga yang tersusun dari beberapa lapis sel;

  • Memiliki saluran sel yang rapat dan hampir tidak menyisakan ruang sel, untuk mencegah organisme berbahaya, seperti bakteri, masuk ke dalam tumbuhan;

  • Memiliki vakuola yang lebih besar, di mana bentuk vakuola yang lebih besar ini akan membuat sel menjadi kembung dan menjadikan jarak antar selnya menjadi rapat, sehingga tidak mudah dimasuki oleh sel-sel berbahaya dari luar;

  • Bersifat transparan, terutama pada jaringan epidermis daun. Hal ini berfungsi agar cahaya matahari dapat menembus ke dalam jaringan dan dimanfaatkan oleh sel di dalamnya untuk proses fotosintesis tumbuhan;

  • Tidak memiliki atau hanya sedikit memiliki kloroplas. Ciri ini berkaitan dengan poin sebelumnya, yang mana jaringan epidermis bersifat transparan dan tidak berwarna agar cahaya tak terhalang;

  • Mampu membentuk modifikasi jaringan epidermis. Ciri-ciri jaringan epidermis ini erat kaitannya dengan sel tumbuhan penting, seperti stomata, spina, sel kipas, dan sebagainya (cdn-gbelajar.simpkb.id).

Fungsi Jaringan Epidermis

Ilustrasi ciri-ciri jaringan epidermis. Foto: Unsplash/CHEN Dairui

Selain fungsi yang berkaitan dengan karakteristik jaringan pelindung di atas, bagian-bagian yang terdapat pada jaringan tersebut juga memiliki beberapa fungsi lain. Untuk lebih jelasnya, simaklah daftar fungsi jaringan epidermis, berikut ini:

  • Pelindung: fungsi utama jaringan epidermis adalah melindungi seluruh organ tumbuhan, seperti daun, batang, akar, dan buah, dari pengaruh lingkungan luar;

  • Pengatur penguapan: jaringan epidermis dilindungi oleh kutikula (senyawa lemak) sebagai pelindung tambahan, terutama untuk menekan laju penguapan air dari daun, batang, dan biji;

  • Penyerap air dan nutrisi: fungsi ini dijalankan oleh sel-sel epidermis yang telah dimodifikasi menjadi bulu akar, yaitu menyerap air dan nutrisi bagi tumbuhan;

  • Pertukaran oksigen dan karbon dioksida: hal ini berkaitan dengan letak epidermis di bagian paling luar. Terlebih, stomata yang merupakan derivat epidermis berfungsi memfasilitasi pertukaran dua zat tersebut;

  • Pemberi warna dan struktur: meski memiliki karakteristik cenderung transparan, epidermis di bagian lain, selain daun, juga memiliki fungsi untuk memberi warna dan struktur untuk menarik perhatian penyerbuk;

  • Pengeluaran getah: jaringan epidermis mampu mengeluarkan getah pada tumbuhan insektivora, seperti kantong semar. Hal ini berfungsi untuk melindungi tumbuhan sekaligus memerangkap mangsa;

  • Pembuatan permukaan batang keras dan kuat: sel kersik yang terdapat pada jaringan epidermis berfungsi membuat permukaan batang menjadi keras dan kuat.

Derivat Epidermis

Ilustrasi ciri-ciri jaringan epidermis. Foto: Unsplash/Ian Talmacs

Derivat epidermis merupakan jaringan epidermis yang mengalami modifikasi atau perubahan menjadi berbagai bentuk dan fungsi tertentu. Untuk lebih jelasnya, simaklah penjelasan berikut (smapangudiluhurbernardusdeltamas.sch.id):

1. Trikomata

Trikomata merupakan derivat epidermis yang membentuk struktur beragam, seperti rambut, sisik, rambut kelenjar, tonjolan, dan lain-lain. Hasil derivat ini juga dikenal sebagai papilla, yaitu alat sekresi yang mengeluarkan semacam lendir.

Pada tumbuhan, trikomata memiliki fungsi untuk memperbesar kegunaan epidermis, seperti mencegah penguapan berlebihan/menekan laju transpirasi, meneruskan rangsangan, melindungi tumbuhan dari gangguan luar, dan sebagai alat sekresi.

2. Stomata

Stomata adalah celah seperti mata yang bisa membuka dan menutup. Jenis derivat ini bekerja dengan melakukan gerakan terbuka saat daun melaksanakan fotosintesis. Hal ini disebabkan terjadi nya kenaikan kadar gula pada plasma sel pengawal.

Stomata pada umumnya ditemui di lapisan epidermis pada seluruh bagian tumbuhan, kecuali akar. Derivat ini memiliki fungsi sebagai tempat pertukaran gas pada proses fotosintesis, serta melakukan regulasi pergerakan air dengan transpirasi.

3. Rambut Akar

Rambut akar tidak jauh berbeda dengan trikomata, yakni hasil derivat epidermis berupa juluran sel yang bentuknya seperti rambut. Meski begitu, rambut akar hanya dapat ditemukan di dalam akar, tidak di daun dan akar seperti trikomata.

Rambut akar juga memiliki fungsi yang berbeda dari trikomata. Jika trikomata memiliki fungsi utama untuk menekan laju transpirasi, maka, rambut akar berfungsi untuk membantu penyerapan air dan juga mineral yang ada di dalam tanah.

4. Emergensia

Emergensia terbentuk dari jaringan epidermis dan jaringan di bawah epidermis atau subepidermis (sel-sel yang terdapat di daerah korteks), berbentuk tonjolan pada permukaan organ menyerupai duri, kendati tidak keras (duri palsu).

Hasil derivat ini tidak mengandung jaringan pembuluh, sehingga lebih mudah untuk dihilangkan atau dilepas. Biasanya, emergensia terdapat pada kulit buah rambutan dan bagian lain, berfungsi untuk proteksi/perlindungan pada jaringan epidermis.

5. Spina

Jika emergensia disebut sebagai duri palsu, maka, spina merupakan sebutan bagi duri sejati. Derivat epidermis ini berupa tonjolan pada permukaan epidermis batang yang terbentuk dari jaringan stele atau silinder pusat di bawah korteks.

Di antara contoh spina pada tumbuhan adalah duri pada batang dan tumbuhan bunga kertas (Bougainviella spectabilis). Duri ini bersifat keras dan sulit dilepas, serta berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari hewan yang pemakan bagian tumbuhan.

6. Sel Kipas

Sel kipas atau bulliform cells merupakan modifikasi sel epidermis berbentuk seperti kipas. Sel ini hanya dapat ditemukan di tumbuhan monokotil, seperti pada daun jagung. Sel kipas tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dan memiliki vakuola yang besar

Sel kipas ini berperan dalam melindungi tumbuhan dari kekeringan, dengan prinsip kerja; terbukanya daun ketika sel kipas terisi air, serta mengkerut dan tergulungnya daun ketika air di sel kipas keluar, membuat air terperangkap dan tidak banyak menguap.

7. Sel Kersik

Sel kersik merupakan sel-sel epidermis yang termodifikasi menjadi sel yang berisi kersik atau Kristal silika. Sel ini diketahui berbentuk bulat, elips, halter atau pelana, dan biasa ditemukan pada famili rumput-rumputan, seperti rumput gajah.

Contoh adanya sel kersik pada rumput gajah dan rumput jagung adalah tekstur permukaan yang terasa kasar. Terlebih, sel ini juga membuat sel daun pada tumbuhan menjadi keras dan juga kaku untuk mempertahankan postur rumput yang didominasi daun.

8. Velamen

Velamen merupakan spesialisasi jaringan epidermis berwujud seperti spons dengan banyak rongga yang terbentuk atas sel-sel mati, di mana velamen ini biasa ditemukan di bagian dalam epidermis akar gantung (akar udara) pada tumbuhan epifit.

Jika diperhatikan, velamen tumbuh berwarna putih dan menutupi akar beberapa tumbuhan, seperti tanaman anggrek. Jenis derivat epidermis ini berperan untuk menyimpan cadangan air, mencegah hilangnya air, dan juga melindungi tumbuhan.

9. Litokis

Litokis merupakan modifikasi epidermis dengan ukuran sel yang lebih besar dari epidermis lainnya atau dari epidermis disekitarnya. Litokis ini berisi litosit, yaitu elemen yang mengandung endapan kalsium karbonat atau silika.

Kandungan tersebut membuat struktur tumbuhan menjadi keras seperti batu, serta berfungsi selayaknya kaca, yakni bisa memerangkap cahaya yang masuk, sehingga penetrasi cahaya bisa mencapai jaringan tumbuhan yang lebih dalam.

Baca juga: Siklus Krebs: Konsep, Fungsi, dan Tahapannya

Demikian ulasan mengenai ciri-ciri jaringan epidermis, lengkap dengan fungsi dan hasil perubahannya yang dapat pembaca simak. Untuk mengetahui wawasan lebih luas mengenai jaringan terkait, simaklah sumber resmi dan terpercaya lainnya.