Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: Unsplash/Mufid Majnun.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: Unsplash/Mufid Majnun.

Ciri-ciri teks narasi merupakan unsur penting yang perlu dipahami untuk membedakan teks narasi dari jenis teks lainnya. Teks narasi berisi cerita, kisah, atau peristiwa tertentu yang disampaikan dengan gaya bahasa naratif.

Beberapa ciri utama dari teks narasi meliputi adanya alur yang jelas dari awal hingga akhir, kehadiran konflik atau peristiwa, serta unsur-unsur pembentuk seperti tema, latar, karakter, dan sudut pandang.

Daftar isi

Pengertian Teks Narasi

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: unsplash/Debby Hudson.

Dikutip dari Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, Teks narasi adalah suatu karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktunya. Peristiwa itu bisa benar benar terjadi, tapi bisa juga hanya khayalan saja.

Umumnya karangan atau teks narasi diciptakan dengan tujuan menghibur pembacanya dengan pengalaman estetik melalui kisah dan cerita, baik fiksi maupun nonfiksi. Contoh teks narasi adalah cerpen, novel, dan cerita inspriratif.

Cerita inspiratif merupakan teks yang berisi perjuangan hidup seseorang berpengaruh terhadap orang lain, sehingga mereka mengikutinya.

Tujuan teks narasi antara lain adalah:

a. Memberikan informasi untuk menambah pengetahuan.

b. Memberikan wawasan kepada pembaca.

c. Memberikan hiburan.

d. Memberikan pengalaman estetik kepada pembaca.

Struktur Teks Narasi

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: Unsplash/Thomas Franke.

Agar lebih memahami teks narasi, penting untuk mengetahui struktur penyusunnya. Dengan memahami struktur ini, pembaca akan lebih mudah mengenali mana bagian awal, puncak, dan akhir cerita yang mereka baca.

Teks narasi umumnya memiliki empat bagian utama, yaitu: orientasi, komplikasi, resolusi, dan coda. Berikut penjelasan singkat keempat bagian tersebut:

  1. Orientasi (orientation) adalah bagian pengenalan dalam cerita. Pada tahap ini, penulis memberikan informasi tentang tokoh-tokoh, latar tempat, waktu, dan suasana yang melingkupi cerita.

    Bagian ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami konteks cerita secara keseluruhan.

  2. Komplikasi (complication) merupakan bagian di mana masalah atau konflik dalam cerita mulai muncul. Pada bagian ini, digambarkan awal mula munculnya masalah, reaksi tokoh-tokoh terhadap masalah tersebut, dan puncak konflik atau klimaksnya.

    Bagian komplikasi biasanya menjadi bagian yang paling menarik, karena menggambarkan bagaimana tokoh utama menghadapi rintangan dan tantangan.

  3. Resolusi (resolution) adalah bagian penyelesaian konflik. Pada tahap ini, masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita mulai mereda dan mencapai akhir, baik dengan penyelesaian yang bahagia, sedih, atau bahkan tragis.

    Bagian ini memberikan kepuasan bagi pembaca karena masalah yang telah dibangun akhirnya terselesaikan.

  4. Coda (reorientation) adalah bagian yang berisi pesan moral atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita.

    Meskipun tidak selalu ada, coda sering digunakan untuk memberikan penutup yang memberi makna lebih dalam bagi pembaca. Bagian ini opsional, sehingga tidak semua teks narasi memilikinya.

Ciri-ciri Teks Narasi

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: Unsplash/Hans-Jürgen Weinhardt.

Berikut ini ciri-ciri teks narasi beserta penjelasannya.

a. Berisi Cerita atau Peristiwa

Teks narasi mengandung cerita, kisah, atau peristiwa tertentu yang disampaikan menggunakan gaya bahasa naratif, yaitu bahasa yang mengalir seperti bercerita.

b. Memiliki Alur yang Jelas

Narasi disusun dengan alur atau jalan cerita yang runtut, dimulai dari pengenalan, konflik, hingga penyelesaian. Alur ini memberikan struktur yang jelas dari awal hingga akhir cerita.

c. Adanya Peristiwa atau Konflik

Setiap teks narasi mencakup suatu peristiwa atau konflik yang menjadi inti cerita, menggambarkan masalah yang dialami oleh tokoh atau tokoh-tokoh dalam cerita.

d. Mengandung Unsur Pembentuk

Teks narasi memiliki unsur-unsur pembentuk utama, seperti tema (inti cerita), latar (waktu dan tempat), alur (jalan cerita), karakter (tokoh-tokoh dalam cerita), dan sudut pandang (cara pandang dalam menyampaikan cerita).

Karakter Struktur Teks Narasi

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: Unsplash/Kimberly Farmer.

Berikut adalah karakteristik dari masing-masing bagian struktur teks narasi yang perlu dipahami agar teks narasi yang ditulis lebih menarik dan mudah dipahami oleh pembaca:

1. Karakteristik bagian orientasi

Orientasi (orientation) merupakan bagian awal dari teks narasi. Bagian ini biasanya dimulai dengan kalimat seperti "pada suatu hari" atau "pada zaman dahulu," yang bertujuan untuk memperkenalkan latar belakang cerita, baik dari segi tokoh, waktu, maupun tempat kejadian.

Selain itu, orientasi kadang-kadang juga menyebutkan masalah yang sedang dialami oleh tokoh utama, terutama dalam kisah-kisah nyata.

2. Karakteristik bagian komplikasi

Komplikasi merupakan bagian yang menandai munculnya konflik atau masalah dalam cerita. Bagian ini sering kali dimulai dengan frasa seperti "suatu hari" yang menandakan perubahan dalam hidup tokoh utama.

Komplikasi sering kali dibuat dengan bahasa yang dramatis untuk menggambarkan masalah secara intens, seperti "dia terus menangis" atau "si kancil tidak makan selama tiga hari." Bagian ini penting karena menghadirkan ketegangan dan tantangan yang dihadapi oleh tokoh utama.

3. Karakteristik bagian resolusi

Di bagian resolusi, masalah yang dialami oleh tokoh utama mulai menemukan jalan keluar, meskipun belum tentu terselesaikan sepenuhnya.

Umumnya, bagian ini ditandai dengan perasaan lega atau bahagia, dan sering diakhiri dengan kalimat yang mencerminkan akhir bahagia seperti "mereka hidup bahagia selamanya."

Namun, beberapa cerita juga dapat memiliki resolusi yang tidak selalu bahagia, menampilkan perasaan kecewa atau kesedihan.

4. Karakteristik bagian coda

Coda merupakan bagian opsional dalam teks narasi yang berfungsi sebagai penutup yang berisi pesan moral atau amanat dari cerita.

Jika digunakan, coda biasanya menyampaikan pelajaran atau nasihat yang ingin disampaikan kepada pembaca, dengan menggunakan kata-kata bermakna yang mendalam.

Bagian ini sering digunakan untuk memberikan kesimpulan yang dapat memberikan dampak emosional atau inspiratif kepada pembaca.

Jenis-Jenis Teks Narasi

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: Unsplash/Patrick Tomasso.

Teks narasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan, bentuk, dan cara penyajiannya. Berikut adalah jenis-jenis teks narasi dan penjelasannya:

1. Narasi Ekspositoris

Narasi ekspositoris adalah teks narasi yang bertujuan untuk memberikan informasi atau penjelasan kepada pembaca secara faktual. Teks ini biasanya digunakan dalam karya tulis ilmiah, laporan penelitian, atau teks sejarah.

Dalam narasi ekspositoris, cerita disajikan dengan gaya yang lebih informatif dan objektif, dengan berfokus pada fakta dan data. Tidak ada unsur dramatisasi atau penggambaran yang berlebihan, sehingga pembaca mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai topik yang dibahas.

Contoh: Biografi tokoh, laporan sejarah, atau uraian tentang peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah.

2. Narasi Sugestif

Narasi sugestif adalah jenis narasi yang lebih menekankan pada penggambaran suasana dan imajinasi untuk menggugah perasaan pembaca. Jenis teks narasi ini banyak ditemukan dalam karya sastra, seperti cerpen, novel, atau cerita fiksi.

Tujuannya adalah untuk membawa pembaca merasakan emosi, suasana, dan pesan moral dari cerita tersebut. Narasi sugestif sering kali mengandung unsur dramatisasi dan penggambaran tokoh serta latar yang kuat.

Contoh: Cerita fiksi, novel, cerita pendek, drama, atau kisah dongeng.

3. Narasi Informatif

Jenis narasi ini lebih terfokus pada memberikan informasi kepada pembaca mengenai sebuah peristiwa atau kejadian nyata secara berurutan.

Narasi informatif sering digunakan dalam bentuk berita atau laporan jurnalistik. Penulis menceritakan peristiwa yang terjadi berdasarkan fakta dan kronologi yang jelas, tanpa penambahan elemen fiksi atau imajinatif.

Contoh: Laporan berita, kronik, atau laporan peristiwa sehari-hari.

4. Narasi Artistik

Narasi artistik adalah jenis narasi yang digunakan untuk menyampaikan cerita yang sarat akan nilai-nilai estetika, seni, dan keindahan bahasa.

Teks ini banyak digunakan dalam karya sastra yang memadukan bahasa indah dan puitis dengan jalan cerita yang kuat. Narasi artistik sering kali mengandung tema yang mendalam dan pesan moral yang tersirat, dengan penggunaan gaya bahasa yang lebih figuratif.

Contoh: Puisi naratif, novel-novel klasik, atau drama teater.

5. Narasi Nonfiksi

Narasi nonfiksi adalah teks yang menceritakan kejadian nyata, pengalaman pribadi, atau kisah hidup seseorang dengan gaya naratif. Berbeda dengan narasi ekspositoris yang lebih berfokus pada fakta dan data, narasi nonfiksi bisa menggambarkan kejadian nyata dengan cara yang menarik dan menggugah, seperti otobiografi atau kisah perjalanan.

Contoh: Memoar, otobiografi, dan artikel perjalanan.

Langkah-Langkah Teks Narasi

Ilustrasi Ciri-Ciri Teks Narasi, Pengertian, Struktur dan Contohnya. Foto: Unsplash/Aaron Burden.

Langkah menulis karangan narasi

a. Cari dan tentukan terlebih dulu tema serta amanat yang ingin disampaikan.

b. Tentukan sasaran pembaca.

c. Buat rancangan mengenai peristiwa utama dalam bentuk alur sesuai pada skema yang ingin ditampilkan.

d. Rangkai urutan peristiwa utama tersebut menjadi beberapa bagian: pembukaan, perkembangan, dan akhir cerita.

e. Buat rincian dan penjelasan mengenai kejadian-kejadian utama secara mendetail untuk dijadikan sebagai pendukung cerita.

f. Susun skema tokoh, watak, alur, latar, dan sudut pandang.

g. Memahami dan mengerti bagaimana aturan tanda baca setiap kalimat yang ada di dalam cerita.

Secara keseluruhan, mengenali ciri-ciri teks narasi sangat penting untuk memahami dan menghasilkan karya naratif yang baik.

Dengan memperhatikan ciri-ciri teks narasi, penulis dapat menyampaikan pesan dengan lebih efektif, sementara pembaca dapat menikmati setiap detail cerita yang disampaikan. (atk)

Baca juga: Ketahui Langkah-langkah Pengembangan Teks Pidato