Ciri-Ciri Usus Buntu: Gejala Gastrointestinal Ringan hingga Demam

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencernaan adalah sebuah proses dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan. Proses ini dilakukan oleh sejumlah organ yang bekerja dalam sistem pencernaan.
Usus buntu adalah salah satu organ pada sistem pencernaan dalam tubuh. Organ ini merupakan bagian dari usus besar.
Usus buntu sering kali disebut tidak memiliki fungsi apa pun. Namun faktanya, usus buntu bermanfaat untuk tubuh, meski tidak berhubungan langsung dengan proses pencernaan makanan.
Usus buntu berperan untuk menghasilkan dan menyimpan mikroba yang baik untuk usus manusia. Oleh karena itu, kesehatan dari usus buntu perlu dijaga agar terhindar dari penyakit infeksi usus buntu.
Penyakit usus buntu adalah peradangan yang terjadi di usus buntu. Apa saja ciri-ciri dari penyakit ini? Berikut jawabannya.
Ciri-Ciri Usus Buntu
Menurut Icih Tresnaasih, M.Pd dalam modul pembelajaran Biologi Kelas XI: Sistem Pencernaan Manusia, usus buntu (apendisitis) adalah kondisi ketika umbai cacing atau usus buntu mengalami peradangan.
Apendisitis ini dapat menyerang seseorang ketika ada sisa-sisa makanan yang terjebak serta tidak bisa keluar di umbai cacing. Hal tersebut kemudian mengakibatkan umbai cacing menjadi busuk serta akan menimbulkan peradangan yang menjalar ke usus buntu.
Jika umbai cacing tidak segera dibuang, lama kelamaan akan pecah. Kondisi itu biasanya ditandai dengan terdapatnya nanah. Bila gangguan atau penyakit ini tidak terawat, akan menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi.
Dikutip dari DR.dr. Warsinggih, Sp.B-KBD dalam Appendisitis Akut, gejala klinis dari penyakit usus buntu dapat ditentukan dari letak apendiks. Berikut ciri-ciri usus buntu yang mungkin dirasakan penderitanya:
Mengalami gejala gastrointestinal ringan, seperti berkurangnya nafsu makan, perubahan kebiasaan BAB yang minimal, dan kesalahan pencernaan.
Mengidap anoreksia, yakni gangguan makan yang ditandai dengan penurunan berat badan yang drastis.
Nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah epigastrium di sekitar umbilikus atau periumbilikus dan seiring berjalannya waktu, nyeri berpindah ke bagian abodmen bawah.
Jika inflamasi dari apendiks terjadi di dekat ureter atau bladder, gejala dapat berupa nyeri saat kencing atau perasaan tidak nyaman pada saat menahan kencing dan distensi kandung kemih.
Mual dan muntah dan diare.
Demam ringan 37,5-38,5 0 C untuk penderita apendiks tanpa komplikasi.
Pengobatan dari penyakit usus buntu ialah berupa operasi pengangkatan usus buntu, yang dikenal dengan istilah apendektomi. Selain itu, pemberian antibiotik sebelum operasi juga bisa membantu pencegahan infeksi terjadi.
Untuk menghindari penyakit usus buntu, seseorang perlu mengatur pola makannya, seperti mulai makan makanan yang berserat tinggi, banyak minum air putih, menghindari makanan yang tidak sehat, serta rutin konsultasi kesehatan dengan dokter.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa manfaat organ usus buntu?

Apa manfaat organ usus buntu?
Usus buntu berperan untuk menghasilkan dan menyimpan mikroba yang baik untuk usus manusia.
Apa saja gejala gastrointestinal?

Apa saja gejala gastrointestinal?
Berkurangnya nafsu makan, perubahan kebiasaan BAB yang minimal, dan kesalahan pencernaan.
Bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu?

Bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu?
Untuk menghindari penyakit usus buntu, seseorang perlu mengatur pola makannya, seperti mulai makan makanan yang berserat tinggi, banyak minum air putih, menghindari makanan yang tidak sehat, serta rutin konsultasi kesehatan dengan dokter.
