Konten dari Pengguna

Ciri Masyarakat Menangkap Ikan di Zaman Pra-Aksara

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menangkap ikan. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menangkap ikan. Foto: Unsplash.com

Perbedaan geografis menjadikan manusia memiliki kemampuan adaptif untuk bertahan hidup. Kemampuan tersebut telah didapatkan ketika zaman pra-aksara. Salah satu bentuk penyesuaian diri dengan kondisi alam dibuktikan dengan pola kehidupan pesisir melalui ciri masyarakat menangkap ikan di dalamnya.

Kegiatan menangkap ikan ditemukan pada kehidupan masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan. Mengutip dari Modul Sejarah Kelas X yang disusun oleh Irma Samrotul Fuadah, kehidupan mereka di masa tersebut sangat bergantung pada alam.

Kondisi berburu masyarakat di masa itu terbilang belum stabil dan tergolong liar. Umumnya, mereka akan berjalan menyusuri tepian pantai. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai mengenal teknologi pembuatan perahu dan sistem pengumpulan ikan yang lebih sistematis.

Lantas, apa saja ciri masyarakat menangkap ikan? Berikut uraian selengkapnya.

Menangkap Ikan sebagai Mata Pencarian

Merujuk pada buku Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya yang disusun oleh Tedi Sutardi, kegiatan menangkap ikan merupakan salah satu sistem mata pencarian tertua di dunia. Manusia yang hidup di tepi laut, sungai besar, dan danau telah memanfaatkan sumber daya alam tersebut untuk bertahan hidup.

Ketika manusia telah mengenal sistem bercocok tanam, menangkap ikan dijadikan sebagai mata pencaharian tambahan. Akan tetapi, di masa tersebut menangkap ikan menjadi mata pencarian utama bagi manusia yang hidup di sekitar pantai.

Ilustrasi penggunaan peralatan menangkap ikan yang terus berkembang dari masa ke masa. Foto: Unsplash.com

Ciri Masyarakat Menangkap Ikan

Menurut sumber yang sama di atas, ciri masyarakat menangkap ikan antara lain sebagai berikut:

  1. Di masa pra-aksara, ciri masyarakat menangkap ikan dapat ditandai dengan ditemukannya sisa-sisa cangkang kerang dan hewan laut di pantai yang disebut dengan kjokkenmoddinger.

  2. Manusia purba di zaman ini masih bertempat tinggal di alam bebas, seperti hutan, tepian sungai, gua, dan lembah. Masyarakat ini masih menerapkan pola hunian berpindah-pindah (nomaden), bergantung pada tersedianya sumber makanan di sekitar mereka, termasuk ikan.

  3. Karena keberadaannya yang tergolong pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, masyarakat menangkap ikan memiliki tiga kepercayaan di antaranya animisme, dinamisme, dan totemisme.

  4. Di masa berburu dan mengumpulkan makanan, masih belum terdapat pembagian kerja maupun stratifikasi sosial.

  5. Masih menggunakan peralatan yang terbuat dari batu besar dan permukaan yang masih kasar. Berbagai peralatan dari batu tersebut difungsikan untuk berburu, mengolah makanan, membuat pakaian, dan membuat api. Jenis alat batu yang kerap digunakan yakni kapak genggam, alat serpih, kapak perimbas, dan sebagainya.

  6. Di masa berburu dan mengumpulkan makanan, mereka telah mengenal perhiasan primitif berupa kalung yang terbuat dari rangkaian kulit kerang.

  7. Teknologi berburu ikan mula-mula berupa rakit sederhana. Namun seiring berkembangnya pola pikir dan kebutuhan, mereka dapat membuat perahu untuk melaut maupun untuk kebutuhan mobilitas antar-tempat.

  8. Di masa berburu dan meramu, masyarakat masih belum mengenal teknik pembuatan gerabah. Hal ini karena pada masa itu mereka masih belum mengenal cara mengolah makanan.

(ANM)