Conditional Sentence Type 3: Struktur dan Contoh Kalimatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Conditional sentence type 3 dalam bahasa Inggris digunakan untuk membuat pada kondisi yang tak nyata dan tak pernah terjadi di masa lalu, di mana situasi tersebut sudah tak mungkin diubah lagi.
Untuk materi conditional sentence type 3 secara lengkap akan dibahas di artikel ini, mulai dari pengertian, struktur, dan contoh kalimatnya. Simak di bawah ini!
Pengertian Conditional Sentence Type 3
Mengutip esaunggul.ac.id, conditional tenses adalah struktur kalimat dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk berspekulasi tentang apa yang bisa terjadi, mungkin terjadi, dan yang diharapkan terjadi.
Struktur kalimat ini menggunakan kata "if". Secara umum, kalimat conditional sentence terdiri dari klausa "if" dan klausa utama. Untuk beberapa kondisi negatif, bisa menggunakan "unless" dibandingkan "if".
Beberapa bentuk kalimat kondisional dalam bahasa Inggris digunakan dalam sebuah kalimat yang menyertakan kata kerja pada salah satu bentuk lampau. Sehingga, conditional sentence disebut sebagai "masa lalu yang tak nyata".
Artinya, kalimat conditional sentence menggunakan bentuk lampau, tetapi sebenarnya peristiwa yang diceritakan tak pernah terjadi di masa lampau.
Setidaknya, ada tiga bentuk conditional sentence. Pada conditional sentence type 3, digunakan untuk kalimat yang terjadi di masa lalu tetapi tak nyata, serta kemungkinannya. Berikut ini struktur kalimatnya:
If clause verb tense (past perfect) + main clause verb tense (perfect conditional)
Di mana, struktur past perfect adalah subjek + had + verb 2. Sementara, struktur perfect conditional adalah subjek + would have + verb 3 + conditional.
Baca Juga: 120 Contoh Kalimat Nominal Sehari-hari dalam Bahasa Inggris
Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3
Merangkum icampus.hk, berikut ini beberapa contoh kalimat conditional sentence type 3 dalam beberapa kondisi.
1. Sesuatu yang Tak Pernah Terjadi di Masa Lalu
Conditional sentence type 3 digunakan untuk menyatakan sesuatu yang tak pernah terjadi di masa lalu. Di bawah ini contoh kalimatnya:
If we had gone out, we would have been caught in the heavy rain. (Jika kami keluar, kami akan terjebak dalam hujan lebat.)
Kondisi sebenarnya: we did not go out so we were not caught in the heavy rain (kami tidak keluar agar tidak kehujanan deras).
"If we had gone out adalah if clause" dengan struktur if + past perfect. Kemudian, "we would have been caught in the heavy rain" adalah main clause dengan struktur perfect conditional.
2. Menyatakan Sebuah Penyesalan
Conditional type 3 sering digunakan untuk menyatakan sebuah penyesalan, seperti contoh kalimat di bawah ini:
If I had invested in the company when I had the opportunity, I would have made a lot of money. (Jika saya berinvestasi di perusahaan ketika ada kesempatan, saya akan menghasilkan banyak uang)
Kondisi sebenarnya: I didn’t invest in the company and I didn’t make a lot of money (saya tidak berinvestasi di perusahaan dan tidak menghasilkan banyak uang).
"If I had invested in the company when I had the opportunity" adalah if clause dengan struktur if + past perfect. Kemudian, "I would have made a lot of money" adalah main clause dengan struktur perfect conditional.
3. Menggunakan Past Perfect Continous pada If Clause
Sebuah kalimat conditional type 3 dapat menggunakan past perfect continous (had been + v-ing) pada if clause-nya. Berikut contohnya:
If the teacher had been speaking slowly, we would have written down all the notes. (Jika guru berbicara pelan-pelan, kami akan menuliskan semua catatannya.)
Kondisi sebenarnya: The teacher was speaking to fast (guru berbicara sangat cepat).
"If the teacher had been speaking slowly" adalah if clause dengan struktur past perfect continous, yaitu "had been + speaking". Kemudian, "we would have written down all the notes" adalah main clause dengan struktur perfect conditional.
4. Menggunakan Might/Could + Have + Past Participle di Main Clause
Kemudian, Anda bisa menggunakan struktur kalimat might/could + have + past participle pada main clause-nya. Berikut contohnya:
If you had come earlier, you might have seen him. (Jika kamu datang lebih awal, kamu mungkin pernah melihatnya.)
Kondisi sebenarnya: You came late/you didn't come early (kamu datang terlambat/kamu tidak datang lebih awal).
"If you had come earlier" adalah if clause dengan struktur past perfect. Kemudian "you might have seen him" adalah main clause dengan struktur might + have + seen (past participle).
If I had been told the time schedule, I could have stopped him from speaking. (Jika saya diberi tahu jadwal waktunya, saya bisa menghentikan dia berbicara.)
Kondisi sebenarnya: I was not told the time schedule. (Saya tak diberi tahu jadwal waktunya).
"If I had been told the time schedule" adalah if clause dengan struktur past perfect. Kemudian, "I could have stopped him from speaking" adalah main clause dengan struktur could + have + past participle.
5. Menghilangkan If dan Menempatkan Had di Awal Klausa
Penulisan kalimat conditional sentence type 3 dapat tak penggunakan "if" dan menempatkan "had" di awal klausa. Struktur kalimat ini umumnya digunakan untuk kondisi lebih formal dan secara tertulis. Berikut ini contohnya:
Had the government taken the opinions in time, such problems would not have occurred (Seandainya pemerintah mengambil keputusan tepat pada waktunya, masalah seperti ini tidak akan terjadi).
Kondisi sebenarnya: The government did not take decisions on time. (Pemerintah tak mengambil keputusan tepat waktu).
"Had the government taken the opinions in time" adalah if clause yang tak menggunakan "if" dan menggunakan struktur past perfect. Kemudian, "such problems would not have occurred" adalah main clause yang menggunakan struktur perfect conditional.
(NSF)
