Konten dari Pengguna

Contoh Budaya Organisasi dan Pengertiannya Menurut Ahli

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Budaya Organisasi dan Pengertiannya Menurut Ahli. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Budaya Organisasi dan Pengertiannya Menurut Ahli. Foto: Unsplash

Daftar isi

Setiap organisasi memiliki budaya yang diterapkan setiap anggotanya. Budaya tersebut bisa saja berbeda-beda, tergantung kebijakan dan nilai-nilai yang dianut organisasi.

Ada banyak contoh budaya organisasi yang dapat ditemukan di organisasi-organisasi, termasuk perusahaan. Untuk penjelasan selengkapnya, simak di bawah ini.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Ahli

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Ahli. Foto: Pexels

Sejumlah ahli mengemukakan pendapatnya mengenai budaya organisasi, berikut beberapa di antaranya dikutip dari jurnal Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja yang Berimplikasi terhadap Kinerja Dosen oleh Dr. H. Moh. Saiful Bahri, S.E., M.M.

1. Carthwright

Budaya organisasi dalam pandangan Carthwright adalah penentu yang kuat dari keyakinan, sikap dan perilaku orang dan pengaruhnya dapat diukur melalui bagaimana orang termotivasi untuk merespon pada lingkungan budaya.

Atas dasar itulah, Carthwright mendefinisikan budaya sebagai sebuah kumpulan orang yang terorganisasi, berbagai tujuan, keyakinan dan nilai-nilai yang sama, dan dapat diukur dalam bentuk pengaruhnya pada motivasi.

2. Vecchio

Menurut Vecchio, budaya organisasi merupakan nilai-nilai dan norma-norma bersama yang terdapat dalam suatu organisasi dan mengajarkan pada pekerja yang datang.

Definisi ini menganjurkan bahwa budaya organisasi menyangkut keyakinan dan perasaan bersama, keteraturan dalam perilaku dan proses historis untuk meneruskan nilai-nilai dan norma-norma.

3. Victor SL

Victor SL mendefinisikan budaya korporasi sebagai cara orang melakukan sesuatu dalam organisasi.

4. Wahjono

Wahjono mengemukakan bahwa budaya organisasi yang kuat mampu mempengaruhi perilaku para anggota-anggotanya.

Budaya organisasi yang dikatakan baik bisa dicirikan dari nilai-nilai dari organisasi yang dianut, dan diatur dengan baik secara bersama-sama guna menciptakan kepuasan kerja yang tinggi.

Baca Juga: Arti LDK: Pilar Pembentukan Kepemimpinan dalam Keseharian

Karakteristik Budaya Organisasi

Karakteristik Budaya Organisasi. Foto: Unsplash

Budaya organisasi dalam masing-masing organisasi bisa saja berbeda-beda. Namun, budaya organisasi menunjukkan ciri-ciri atau karakteristik tertentu.

Robbins dalam Perilaku Organisasi: Konsep Kontroversi Aplikasi (2003) membagi karakteristik budaya dalam lima dimensi sebagai berikut.

1. Jarak Kekuasaan (Power Distance)

Suatu tingkatan di mana pembagian kekuasaan yang tidak sama, diterima orang dalam budaya (hight power distance) atau ditolak oleh mereka (low power distance).

2. Individualisme vs. Kolektivisme

Individualisme adalah suatu karakteristik budaya dimana orang lebih memerhatikan dirinya dan anggota keluarga dekatnya.

Adapun pada kolektivisme menunjukkan suatu karakteristik budaya yang berorientasi pada orang dan demi kebaikan kelompok.

3. Kuantitas Hidup (Quantity of Life) vs. Kualitas Hidup (Quality of Life)

Quantity of life merupakan atribut budaya nasional yang menjelaskan tingkatan di mana nilai sosial ditandai oleh ketegasan dan materialism.

Pada quality of life lebih menekankan pada hubungan dan mempunyai perhatian kepada orang lain.

4. Penghindaran Ketidakpastian (Uncertainty Avoidance)

Uncertainty avoidance merupakan suatu tingkatan di mana orang dalam suatu budaya merasa diperlakukan ambigu dan berusaha menghindari dari situasi membingungkan.

5. Orientasi Jangka Panjang vs. Jangka Pendek (Long Term vs. Short Term Orientation)

Orientasi jangka panjang merupakan atribut budaya nasional yang menekankan pada masa depan, sifat hemat dan ketekunan.

Adapun orientasi jangka pendek menekankan pada masa lalu dan sekarang, menghormati tradisi dan memenuhi kewajiban sosial.

Sementara itu, mengutip Greenberg dalam jurnal Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, Budaya Organisasi dan Motivasi terhadap Kepuasan Kerja yang Berimplikasi terhadap Kinerja Dosen, terdapat 7 elemen yang menunjukkan karakteristik budaya.

  1. Inovasi (Innovation), suatu tingkatan di mana orang diharapkan kreatif dan membangkitkan gagasan baru.

  2. Stabilitas (Stability), bersifat menghargai lingkungan yang stabil, dapat diperkirakan dan berorientasi pada peraturan.

  3. Orientasi pada orang (Orientation toward people), merupakan orientasi untuk menjadi jujur, mendukung, dan menunjukkan penghargaan pada hak individual.

  4. Orientasi pada hasil (Result orientation), meletakkan kekuatannya pada kepeduliannya untuk mencapai hasil yang diharapkan.

  5. Bersikap tenang (Easygoingness), suatu keadaan di mana tercipta iklim kerja yang bersifat santai.

  6. Perhatian pada hal detail (Attention to detail), dimaksudkan dengan berkepentingan untuk menjadi analitis dan saksama.

  7. Orientasi pada kolaborasi (Collaboratibe orientation), merupakan orientasi yang menekankan pada bekerja dalam tim sebagai lawan dari bekerja secara individual.

Contoh Budaya Organisasi

Contoh Budaya Organisasi. Foto: Pexels

Berikut adalah beberapa contoh budaya organisasi yang bisa dijadikan inspirasi.

1. Budaya Kepemimpinan Terbuka

Organisasi dengan budaya kepemimpinan terbuka mendorong komunikasi terbuka antara pemimpin dan anggota tim. Pemimpin bersedia mendengarkan masukan dan ide-ide dari semua tingkatan organisasi.

2. Budaya Inovasi

Budaya inovasi mendorong karyawan berpikir kreatif, mencoba hal baru, dan mengembangkan ide-ide inovatif. Organisasi dengan budaya ini memberikan ruang bagi eksperimen dan gagal merupakan bagian dari proses pembelajaran.

3. Budaya Kolaborasi

Organisasi dengan budaya kolaboratif menekankan kerjasama tim dan kerjasama lintas departemen. Tim bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dan saling berbagi pengetahuan dan sumber daya.

4. Budaya Berorientasi pada Kualitas

Budaya ini menekankan pentingnya standar kualitas tinggi dalam setiap aspek pekerjaan. Organisasi dengan budaya ini fokus pada kepuasan pelanggan dan kualitas produk atau layanan yang diberikan.

5. Budaya Berorientasi Pada Pelayanan

Organisasi dengan budaya ini menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama. Setiap anggota tim diarahkan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

6. Budaya Fleksibilitas

Budaya fleksibel menghargai adaptabilitas dan responsivitas terhadap perubahan. Organisasi dengan budaya ini mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar, teknologi, atau kebutuhan pelanggan.

7. Budaya Kerja Keseimbangan Hidup

Budaya ini mendorong keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi anggota tim. Organisasi memberikan dukungan dan kebijakan yang memungkinkan anggota menjaga keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

8. Budaya Pembelajaran

Organisasi dengan budaya pembelajaran menghargai pendekatan belajar sepanjang hayat. Karyawan didorong untuk terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui pelatihan, pengembangan diri, dan berbagi pengetahuan.

(DEL)