Konten dari Pengguna

Contoh-Contoh Gerakan Lokomotor, Gerakan Dasar pada Manusia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bergerak adalah perpindahan posisi sebagai salah satu ciri makhluk hidup. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Bergerak adalah perpindahan posisi sebagai salah satu ciri makhluk hidup. Foto: Pixabay

Bergerak adalah naluri ilmiah bagi setiap makhluk hidup yang ada di muka bumi, tak terkecuali manusia. Bergerak menjadi ciri manusia hidup, serta memiliki organ kerja yang berjalan sempurna.

Organ tubuh manusia yang dapat membantu manusia bergerak terbagi menjadi tiga, yakni rangka manusia, sendi, dan otot.

Dikutip dari buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas V karangan Tim Tunas Karya Guru, ketiga organ gerak tersebut saling membantu satu sama lain dan memiliki perannya masing-masing.

1. Rangka Manusia

Rangka dalam tubuh manusia terdiri atas 206 tulang yang saling bekerja sama satu dengan lainnya. Ada banyak fungsi rangka manusia, beberapa di antaranya adalah:

  • Sebagai alat gerak pasif

  • Memberi dan menegakkan bentuk tubuh

  • Tempat melekatnya otot

  • Tempat pembentukan sel darah

  • Melindungi bagian tubuh tertentu.

2. Sendi

Sendi adalah tempat pertemuan antara dua tulang yang dapat merekatkan dan membantu tulang bergerak. Sendi dibedakan berdasarkan arah gerakannya, yaitu:

  • Sendi engsel, hanya dapat digerakkan secara satu arah

  • Sendi pelana, gerak ke samping dan ke depan

  • Sendi peluru, digerakkan ke semua arah

  • Sendi putar, gerak sendi yang memungkinkan gerakan memutar.

Gerakan pada manusia terjadi karena sistem alat gerak dalam organ tubuhnya berfungsi dengan baik. Foto: Pixabay

3. Otot

Otot adalah alat gerak aktif yang berfungsi untuk dapat menggerakkan tulang. Berdasarkan letak dan bentuk selnya, otot dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  • Otot polos, yang terdiri atas sel-sel panjang dan berada di organ dalam selain jantung

  • Otot rangka, yang memiliki sel-sel berbentuk silinder dan melekat pada tulang

  • Otot jantung, yaitu otot yang berada di jantung dan terdiri atas sel-sel yang berbentuk silinder yang bercabang-cabang.

Gerakan Lokomotor

Setelah memahami alat gerak yang ada pada organ tubuh manusia, maka pembahasan berikutnya adalah tentang gerakan dasar yang dikuasai oleh manusia.

Contoh-contoh gerakan lokomotor, salah satunya adalah berlari. Foto: Pixabay

Gerakan lokomotor dalam buku Modul Gerak Dasar dan Gerak Irama karya Dra. Sudarsini, M.Pd, didefinisikan sebagai gerakan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat atau mengembara dalam berbagai ruang.

Gerakan lokomotor juga sering disebut sebagai gerakan travelling, karena gerakannya bebas tidak terbatas oleh langkahnya.

Meskipun bersifat alami, gerakan ini perlu diasah, mengingat beberapa titik dari gerakan lokomotor membutuhkan keseimbangan otot dan efisiensi gerak.

Contoh-Contoh Gerakan Lokomotor

Gerakan lokomotor pada dasarnya membawa perpindahan bagi seorang individu dari satu tempat ke tempat lain. Dalam hal ini, gerakan lokomotor dapat dengan bebas melangkah maju atau mundur, samping kanan maupun samping kiri.

Contoh-contoh gerakan lokomotor, salah satunya adalah berjalan. Foto: Pixabay

Gerakan lokomotor dapat berupa merangkak, menggulingkan badan ke depan, berjalan, berlari, meroda, dan kegiatan lainnya.

Dikutip dalam sumber yang sama, berikut adalah contoh-contoh gerakan lokomotor yang melibatkan pergerakan otot-otot besar, pertumbuhan otot, daya tahan, serta stamina.

1. Gerakan Lokomotor Berjalan

Berjalan adalah sebuah gerak yang membutuhkan keseimbangan. Berjalan dilakukan dengan menggerakkan kaki ke depan secara bergantian dalam posisi yang tegak.

2. Gerakan Lokomotor Berlari

Berbeda dengan berjalan yang dapat dilakukan secara perlahan, berlari membutuhkan pergerakan kaki secara cepat, bergantian, dan pada saat yang sekejap.

Berlari dapat dibedakan berdasarkan tingkat kecepatannya, dari yang lari cepat hingga lari pelan. Meskipun begitu, ketika berlari, tubuh harus tetap seimbang dan membutuhkan stamina yang kuat agar tetap menjaga tubuh terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan.

(HDP)