Konten dari Pengguna

Contoh-contoh Nilai Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penerapan nilai sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penerapan nilai sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan. Foto: Pixabay.

Nilai sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaan. Sila kedua Pancalisa itu mempunyai makna sebagai dasar untuk menata negara yang adil dan berdaulat.

Pancasila terdiri dari lima sila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Dikutip dari buku Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara karya Ronto, Pancasila bermakna sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan aparatur negara yang bersih dan berwibawa. Dengan demikian akan tercapai tujuan nasional sesuai pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat.

Bunyi Pancasila pada Alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945

“Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebagsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.” (sumber: dpr.go.id)

Nilai Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Nilai sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengandung arti negara harus menjunjung tinggi martabat manusia secara adil dan beradab. Dengan kata lain, hakikat manusia harus adil dan imbang dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun orang lain.

Berikut ini implementasi nilai sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dikutip dari laman kemhan.go.id:

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.

  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.

  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.

  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

(ZHR)