Konten dari Pengguna

Contoh Energi Potensial: Gravitasi dan Elastis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian serta contoh energi potensial gravitasi dan elastis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian serta contoh energi potensial gravitasi dan elastis. Foto: Unsplash

Dalam ilmu fisika terdapat berbagai macam energi yang membantu benda untuk bergerak. Energi tersebut, yakni energi mekanik, energi kinetik, hingga energi potensial. Ketiga energi ini dipercaya mampu membuat benda di sekitar manusia dapat bergerak dengan caranya masing-masing.

Misalnya energi kinetik yang membutuhkan dorongan untuk menggerakkan suatu benda, seperti kereta dorong atau pintu rumah. Dengan dorongan tersebut, benda akan bergerak sesuai dengan keinginan manusia itu sendiri.

Namun, selain energi kinetik dan mekanik, ada juga energi potensial yang melibatkan gravitasi di dalamnya. Ingin tahu lebih jelasnya? Berikut pengertian serta contoh energi potensial, seperti yang dikutip dari buku Energi dan Perubahannya karya Drs. Kandi, M.A.

Pengertian Energi Potensial

Energi potensial merupakan energi yang dimiliki oleh benda karena kedudukannya atau kondisinya. Energi potensial juga memiliki beberapa jenis, yakni:

Energi potensial gravitasi

Energi potensial gravitasi yang berarti energi yang dimiliki oleh suatu benda karena ketinggiannya terhadap suatu bidang datar sebagai acuannya.

Rumus yang diperlukan adalah Ep = m.g.h, yang memiliki arti m sebagai massa benda (kg), g yang berarti percepatan gravitasi (m/s2), dan h yang berarti ketinggian benda (m).

Energi potensial elastis

Energi potensial elastis merupakan energi yang dimiliki oleh benda-benda elastis, seperti busur, karet, hingga pegas. Rumus yang diperlukan adalah Ep = ½ k.x2, yang berarti k sebagai konstanta, dan x yang berarti perubahan posisi (m).

Satuan SI yang digunakan untuk mengukur usaha serta energi adalah (J), sehingga untuk mencari energi potensial dalam suatu kasus sama saja seperti menghitung usaha yang dihasilkannya.

Contoh Energi Potensial

Pengertian serta contoh energi potensial gravitasi dan elastis. Foto: Unsplash

Baik energi potensial gravitasi maupun energi potensial elastis, keduanya memiliki contoh yang berbeda-beda dalam menggerakkan barang.

Seperti yang sudah dijelaskan, energi potensial gravitasi merupakan energi yang dimiliki suatu beda terhadap bidang acuannya. Sementara energi potensial elastis merupakan energi yang ada pada benda elastis.

Berikut contoh pembahasan dari energi potensial gravitasi dan elastis, seperti yang dikutip dari buku IPA Fisika karya Mikrajuddin Abdullah.

Energi potensial gravitasi

Contoh yang sering ditemui di kehidupan sehari-hari yakni ketika seseorang melempar bola yang sebelumnya berada pada tangannya. Ketika dilemparkan, bola tersebut akan jatuh dan mengenai permukaan seperti lantai atau tanah.

Saat bola tersebut jatuh dan terdiam di permukaan, maka hal itu disebut dengan energi potensial gravitasi. Penyebabnya karena pergerakan bola atau benda tersebut dipengaruhi oleh gaya gravitasi.

Itu juga yang menjadi sebab bahwa seluruh benda yang ada di bumi akan jatuh ke bawah atau permukaan ketika dilemparkan.

Energi potensial elastis

Contoh energi potensial elastis adalah tali busur yang ditarik ketika digunakan untuk memanah. Usaha seseorang yang menarik busur tersebut membuatnya memiliki energi, sehingga ketika tali busur dilepaskan, maka anak panahnya dapat bergerak jauh.

Biasanya energi potensial elastis sering ditemukan di dalam benda karet, seperti bola, pegas, karet, dan lain sebagainya.

(JA)