Konten dari Pengguna

Contoh Folklor Lisan, Setengah Lisan, dan Bukan Lisan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca folklor. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca folklor. Foto: Pexels.com

Contoh folklor setengah lisan adalah kepercayaan rakyat. Sebagai cabang ilmu pengetahuan yang membahas kebudayaan, folklor juga merujuk pada sekelompok orang (suku) yang memiliki tradisi, diakui secara bersama, dan diwariskan ke setiap generasinya. Dengan begitu folklor akan tetap ada walau zaman terus berkembang.

Berdasarkan jurnal berjudul Folklor sebagai Media dan Sumber Pendidikan yang disusun oleh Prof. Dr. Robert Sibarani, M. S., folklor bersifat tradisional, nasonal, tidak resmi (unofficial), dan anonim.

Ciri terakhir disebut demikian karena penciptanya tidak diketahui. Folklor bukan yang hanya bersifat etnik, tetapi juga nasional yang penyampaiannya dilakukan secara tidak resmi.

Jenis-jenis dan Contoh Folklor

Folklor dikategorikan ke dalam tiga bentuk, yaitu folklor lisan, folklor setengah lisan, dan bukan lisan. Keseluruhan jenis tersebut memiliki kegunaan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Menyadur dari buku Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya untuk Kelas XI karya Tedi Sutardi, berikut penjelasannya masing-masing.

1. Folklor Lisan (Verbal Folklore)

Folklor lisan adalah jenis folklor yang bentuknya murni lisan dan terdiri dari:

  • Bahasa rakyat (folk speech), misalnya, logat, julukan, pangkat tradisional, dan gelar kebangsawanan.

  • Ungkapan tradisional. Contohnya peribahasa, pepatah, dan pemeo.

  • Pertanyaan tradisional, seperti teka-teki.

  • Puisi rakyat. Contohnya pantun, gurindam, dan syair.

  • Cerita rakyat, seperti mite, legenda, dan dongeng.

  • Nyanyian rakyat.

2. Folklor Setengah Lisan (Partly Verbal Folklore)

Ilustrasi teater rakyat sebagai salah satu contoh folklor setengah lisan. Foto: Pexels.com

Folklor setengah lisan adalah folklor yang terdiri atas campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan. Contoh folklor setengah lisan adalah kepercayaan rakyat tentang takhayul. Hal itu terdiri atas pernyataan yang bersifat lisan dan gerak isyarat yang dianggap memiliki makna gaib.

Contoh lainnya, bawang putih dan batu-batu permata tertentu. Bawang putih dianggap bisa mencegah seseorang dari gangguan hantu. Sedangkan batu permata tertentu berguna untuk melindungi diri atau dapat membawa rezeki.

Selain kepercayaan rakyat, contoh folklor setengah lisan juga meliputi permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, adat istiadat, upacara, atau pesta rakyat.

3. Folklor Bukan Lisan (Nonverbal Folklore)

Folklor bukan lisan adalah folklor yang isinya bukan berupa lisan meski dalam pembuatannya diajarkan secara lisan. Folklor bukan lisan dibagi menjadi dua bagian, yaitu benda dan bukan benda. Contoh folklor bukan lisan yang tergolong benda antara lain:

  • Arsitektur rakyat, misalnya, bentuk rumah asli daerah dan bentuk lumbung padi.

  • Kerajinan tangan rakyat. Contohnya pakaian dan perhiasan tubuh adat.

  • Makanan dan minuman rakyat.

  • Obat-obatan tradisional.

Selanjutnya folklor bukan lisan yang termasuk bukan benda, antara lain:

  • Gerak isyarat tradisional.

  • Bunyi isyarat untuk komunikasi rakyat, misalnya, kentungan tanda bahaya di Jawa.

  • Musik rakyat.

Itu dia jenis-jenis folklor beserta contohnya, termasuk contoh folklor setengah lisan. Semoga membantu dan dapat membuka wawasan kamu mengenai keragaman tradisi lisan di Indonesia.

(ZHR)

Frequently Asked Question Section

Sebutkan sifat-sifat folklor!

chevron-down

Tradisional, nasonal, tidak resmi (unofficial), dan anonim.

Sebutkan jenis-jenis folklor!

chevron-down

Folklor lisan, folklor setengah lisan, dan bukan lisan.

Sebutkan contoh folklor setengah lisan!

chevron-down

Permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, adat istiadat, upacara, atau pesta rakyat.