Contoh Hasil Peternakan sebagai Bentuk Kekayaan Alam Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kekayaan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam, yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup manusia. Kekayaan alam menyediakan sumber daya yang bisa digunakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia.
Salah satu bentuk kekayaan alam adalah peternakan, yang didapatkan dari pemanfaatan hewan ternak, untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan manusia. Kegiatan peternakan di Indonesia didukung oleh tanahnya yang subur.
Peternakan sendiri merupakan sebuah kegiatan mengembangbiakkan dan memelihara hewan ternak, untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Jenis hewan yang digunakan dalam beternak beragam, mulai dari unggas hingga mamalia.
Di Indonesia, terdapat jenis-jenis usaha peternakan, yang dilihat dari tingkat jumlah produksi, teknologi yang dipakai, serta banyaknya hasil produksi yang dipasarkan, di antaranya adalah:
Peternakan tradisional, dengan ciri-ciri jumlah ternak yang sedikit, input teknologi rendah, tenaga kerja berasal dari keluarga dan profit rendah.
Peternakan backyard, yaitu peternakan yang memiliki ciri-ciri jumlah ternak sedikit, input teknologi mulai tinggi, tenaga kerja keluarga dan profit sedang. Biasanya hewan ternaknya adalah ayam ras dan sapi perah.
Peternakan modern, yaitu jenis peternakan dengan ciri-ciri jumlah ternak banyak, input teknologi tinggi, tenaga kerja spesifik bidang peternakan dan memiliki profit tinggi.
Contoh Hasil Peternakan
Adapun sebagai sebuah kekayaan alam, peternakan memberikan hasil yang memiliki nilai tinggi. Mengutip dari buku buku Kayanya Negeriku yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI, berikut adalah contoh hasil peternakan dan pemanfaatannya di kehidupan manusia.
Daging sapi dan kambing: sumber protein hewani.
Daging dan telur ayam: sumber protein hewani.
Ulat sutera: bahan baku kain sutera.
Lebah: menghasilkan madu.
Sementara itu, dikutip dari buku Teknologi Hasil Ternak terbitan UB Press, contoh hasil peternakan seperti daging, susu, telur, serta bentuk hasil hewan ternak lain dapat diolah menjadi beberapa bentuk bahan pangan yang lain, di antaranya adalah sebagai berikut.
Daging: bakso, nugget, dan sosis
Susu: es krim, yoghurt, dan kefir
Telur: telur asin, telur pindang, dan acar telur
Kulit: kerupuk rambak dan gelatin
Madu: minuman, propolis, dan royal jelly.
Persebaran Hasil Peternakan di Indonesia
Negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya menjadikan lingkungan Indonesia juga tempat yang cocok untuk melakukan usaha peternakan. Hewan ternak yang dapat tumbuh antara lain sapi, kerbau, kuda, dan babi.
Mengutip dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI terbitan Bumi Aksara, berikut adalah persebaran hasil peternakan di setiap daerah di Indonesia.
Daerah penghasil sapi ternak: Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (Lombok dan Sumbawa).
Daerah penghasil kerbau: Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi, dan Jawa.
Daerah penghasil kuda: Nusa Tenggara Timur (Pulau Sumba) dan Sumatera Barat.
Daerah penghasil ternak babi: Bali, Maluku, Sulawesi Utara (Minahasa), Sumatera Utara (Tapanuli), dan Jawa Barat (Karawang).
(HDP)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian peternakan?

Apa pengertian peternakan?
Peternakan merupakan sebuah kegiatan mengembangbiakkan dan memelihara hewan ternak, untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut.
Apa saja jenis usaha peternakan?

Apa saja jenis usaha peternakan?
Peternakan tradisional, peternakan backyard, dan peternakan modern.
Apa ciri-ciri peternakan tradisional?

Apa ciri-ciri peternakan tradisional?
Peternakan tradisional, dengan ciri-ciri jumlah ternak yang sedikit, input teknologi rendah, tenaga kerja berasal dari keluarga dan profit rendah.
