Contoh Kata Serapan dari Bahasa Sansekerta, Arab, Belanda, hingga China

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kata serapan merupakan kata yang berasal dari bahasa asing dan sudah diubah ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum.
Bahasa Indonesia sendiri merupakan bahasa yang menyerap kata dari bahasa Melayu. Tidak hanya bahasa Melayu, bahasa Indonesia juga menyerap berbagai kata dari negara-negara lain.
Biasanya, kata bahasa Indonesia sendiri diserap dari bahasa asing, seperti Sansekerta, Portugis, Belanda, China, dan lainnya. Penggunaan kata serapan ini untuk mempermudah istilah yang ada di masyarakat.
Berikut beberapa contoh kata serapan yang ada di dalam bahasa Indonesia, mulai dari bahasa Sansekerta, Arab, dan lain sebagainya, seperti yang dikutip dari jurnal Serapan Bahasa Asing dalam Bahasa Indonesia karya Ening Herniti.
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Sansekerta
Aneka (aneka) artinya macam-macam.
Bahasa (bhāṣa) artinya logat.
Cerita (carita) artinya kisah.
Dana artinya uang.
Ganda artinya dua.
Harta (artha) artinya uang, kekayaan material.
Istana (āsthāna) artinya tempat tinggal raja.
Jaksa (adhyakṣa) artinya sang penuntut dalam mahkamah pengadilan.
Kabupaten (dari kata bhūpati) artinya wilayah pemerintahan seorang bupati.
Madu (madhu) artinya cairan manis yang diproduksi dari lebah.
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Arab
Abad (ابد abad) artinya 100 tahun.
Batin ( bāṭin) artinya dalam.
Doa ( du`ā' ) artinya sembahyang.
Eja (هجأ hijā' ) artinya cara penulisan.
Gaib ( ghaib) artinya hilang atau tak nampak.
Kiamat (قيامة) artinya hari kebangkitan.
Mahir (ماهر) artinya orang yang pandai atau pintar.
Ta'jil artinya hidangan untuk berbuka puasa terutama makanan manis-manis seperti kolak, kurma, dan lain-lain.
Ulama (علماء ulamā' ) adalah guru agama.
Zaitun (زيتون zaitūn) adalah sejenis buah atau pohon dari kawasan Mediterania atau Laut Tengah.
Contoh Kata Serapan dari Bahasa Belanda
Absensi (absentie) artinya tidak masuk atau tidak hadir.
Bangkrut (bankroet) artinya kondisi saat perusahaan menderita kerugian besar yang membuat kondisi keuangan tidak sehat dan memaksa perusahaan berhenti beroperasi.
Cokelat (chocolade) artinya gula-gula yang dibuat dari bubuk cokelat.
Dasi (das) artinya perlengkapan pakaian semacam pita, dibuat dari sutra dan sebagainya, dipasang (dikalungkan) pada leher kemeja dan disimpul di depan.
Kantor (kantoor) artinya tempat mengurus suatu pekerjaan.
Pabrik (fabriek) artinya bangunan dengan perlengkapan mesin tempat membuat atau memproduksi barang tertentu dalam jumlah besar untuk diperdagangkan.
Sablon (sjabloon) artinya pola berdesain yang dapat dilukis, digunting, atau dipotong sesuai dengan contoh.
Taksir (taxeren) artinya mengira-ngira atau kira-kira.
Pelek (velg) artinya bingkai (lingkar) roda, gading-gading roda, tempat memasangkan ban.
Wastafel (wastafel) artinya tempat membersihkan diri yang biasa digunakan untuk mencuci muka, cuci tangan, gosok gigi, dan bercukur.
Contoh Kata Serapan dari bahasa China atau Tiongkok
Angpau (紅包) artinya amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yang diberikan kepada orang yang punya hajat (perkawinan dan sebagainya) dalam adat cina.
Bakiak(木屐) artinya terompah kayu.
Cincau (仙草) sejenis tumbuhan atau minuman.
Dimsum (tradisional: 點心 sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) artinya sejenis makanan kecil.
Gincu (胭脂) artinya pewarna bibir.
Hoki (福氣) artinya peruntungan atau nasib.
Kecap (茄汁 atau 鮭汁) artinya sejenis penyedap makanan.
Pangsit (扁食) artinya makanan yang terdiri atas daging cincang yang dibungkus dengan selaput yang terbuat dari adonan tepung terigu.
Satai (三疊) artinya irisan daging kecil-kecil yang ditusuk dan dipanggang.
Wushu (武术) artinya seni bela diri.
(JA)
